Tampilkan postingan dengan label KBR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KBR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Desember 2023

Mewujudkan Udara Bersih di Kota-Kota Besar melalui Sinergitas Sektor Transportasi dan Energi. Mungkinkah?

Beberapa bulan belakangan, Jakarta mendapat sorotan tajam lantaran langitnya yang berwarna abu pekat dan membuat orang-orang mengalami sesak.

Berdasarkan kementerian KLHK, faktor alami dan non alami menjadi penyebab polusi udara meningkat. Faktor alami berupa musim kemarau, arah dan kecepatan angin serta landskap kota.

Rabu, 14 Juni 2023

Peran Babinsa dan PKK dalam Menyebarkan Edukasi Mengenai Kusta

Pentingnya edukasi kusta melibatkan babinsa dan ibu PKK (desain oleh Canva)
Kusta merupakan penyakit yang bisa menyebabkan disabilitas bagi penyintasnya bila terlambat di tangani. Tak heran, edukasi mengenainya perlu diperbanyak agar masyarakat bisa mengantisipasinya.

Jumat, 11 November 2022

Pengendalian BBM Bersubsidi Tepat Sasaran di DKI Jakarta. Bagaimana Upayanya?

Jika ada orang yang bertanya pada saya, apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata “DKI Jakarta”? Maka wajah pertama yang bisa saya deskripsikan dari kota tersebut adalah, 

Kamis, 27 Oktober 2022

Bagaimana Pendidikan Ideal untuk Anak dengan Disabilitas dan Kusta di Indonesia?

"Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus"

Pendidikan merupakan proses penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, ilmu-ilmu yang semula tak diketahui mampu dikuasai dengan baik.

Minggu, 03 Juli 2022

Rehabilitasi Sosial untuk OYPMK dan Disabilitas Siap Kerja agar Semakin Berdaya

Semua orang berhak untuk bekerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tanpa dipandang sebelah mata, termasuk OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) dan para penyandang disabilitas.

Selasa, 10 Agustus 2021

Sound of Borobudur : Ketika Keberagaman Menyatu dalam Alunan Musik

Indahnya keberagaman itu sama seperti pertunjukan orkestra. Setiap perbedaan alat musik yang dimainkan, bisa saling melengkapi membentuk harmoni suara yang indah. Bayangkan bila dalam suatu orkestra, hanya terdapat satu jenis alat musik yang berbunyi. Pastinya, suara yang terdengar terasa homogen, tak memiliki variasi warna, tak ramai didengar. Bisa jadi pertunjukkan akan terasa membosankan.

Rabu, 14 April 2021

Dari Sudut Po An Thian, Semburat Kisah Toleransi Hidup dan Mekar

Tahun 2021 ini memang berbeda. Tak ada perayaan apa pun di Kota Pekalongan layaknya tahun-tahun sebelumnya. Padahal biasanya, berbagai Kirab Budaya hingga keagamaan tak pernah absen memecah kesunyian Kota Batik ini.

Senin, 06 Juli 2020

Bicara tentang Laut dan Upaya Menjaganya di Tengah Pandemi

Banjir Rob Pekalongan dilihat dari atas (Sumber gambar : Antara Foto/Haviyan Perdana Putra)
“Kerusakan yang paling terlihat adalah tenggelamnya 3 desa di daerah Demak, itu dengan perubahan garis pantai mencapai 2,6 kilo. Jadi bisa membayangkan suatu daratan yang tadinya daerah pertambakan dan pertanian menjadi genangan sedemikian rupa dan rumah-rumahnya tak bisa ditinggali” 
(Prof. Muhammad Zainuri, Guru Besar Kelautan Universitas Diponegoro dalam talkshow KBR)

Kita mungkin pernah mendengar isu pemanasan global yang sering diperbincangkan oleh banyak orang. Dimulai dengan gambaran mencairnya es di kutub utara maupun selatan hingga naiknya volume air laut di dunia. Kala itu, saya masih menjadi anak SMP yang tak terlalu ambil pusing dengan isu yang disampaikan oleh guru di depan kelas. Saya masih menyepelekan dan menganggap bahwa bumi “baik-baik saja”.

Senin, 22 Juni 2020

Menjaga Hutan dengan Cinta, Menyelamatkan Indonesia dari Karhutla

Sumber : dishut.sultengprov.go
Percayakah kamu bahwa cinta yang tulus mampu mencegah kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di Indonesia? Apabila kamu percaya, maka sudah saatnya menyimak dan merealisasikan perasaan cinta tersebut melalui tindakan. Sebab, kebakaran hutan bukan hanya tanggungjawab 1 atau 2 pihak saja, tetapi juga ratusan juta manusia yang hidup di bumi pertiwi ini. Seperti apa makna cinta yang tulus dalam menjaga hutan itu? Mari kita simak melalui kisah berikut.

Selasa, 02 Juni 2020

Ketika Asap Rokok dan Korona Mengancam Kesehatan Keluarga di Rumah

Saat ini, kesehatan anggota keluarga terancam bukan hanya oleh virus Korona, tetapi juga asap beracun yang disebarkan melalui kebiasaan merokok di area rumah.

***
Bapak dari teman masa kuliah dulu, sebut saja Pak Doni (bukan nama sebenarnya) merupakan seorang perokok berat. Suatu hari ketika hendak mengerjakan tugas presentasi, saya datang ke rumah teman tersebut dan duduk di ruang tamu. Begitu santai, terlihat Pak Doni merokok di area TV yang berdekatan dengan ruang tamu. Otomatis asapnya menjalar kemana-mana, termasuk ke tempat dimana kami mengerjakan tugas.

Jumat, 22 Mei 2020

Menjadi Keluarga Cerdas dengan Bijak Berenergi di Tengah Pandemi

“Salah satu kunci menjadi keluarga yang mampu cerdas mengelola energi adalah tidak menyepelekan sesuatu yang terlihat kecil”

***
Mengalami krisis energi di masa depan, rasanya bukan hanya isapan jempol apabila kita terus mengabaikan kelestarian alam sebagai sumber kehidupan. Alam mulai tersakiti oleh aktivitas manusia dengan memberi tanda-tanda berupa bencana longsor, banjir, kebakaran, dan sebagainya. Kita kerapkali abai, menganggap seolah itu hanya bencana yang akan segera berlalu.

Senin, 02 September 2019

Merdekakan Anak-Anak Dari Pneumonia Dengan 3 M (Melindungi, Mencegah dan Mengobati)

Sumber gambar : Baranews.co
Siapa bilang merdeka itu hanya berkaitan dengan bebas tidaknya sebuah negeri atas penjajahan bangsa lain? Tidak sayang. Lebih dari itu semua, arti merdeka sesungguhnya juga diwakili oleh kondisi kesehatan yang dimiliki masyarakat di sebuah negeri, terutama pada anak-anak di dalamnya.

Membahas tentang anak-anak, ah, saya jadi ingat salah satu dialog dalam film animasi Jepang karya Masashi Kishimoto, Naruto Shippuden. Dalam film tersebut, Masashi berusaha menyematkan pesan-pesan positif pada penggemarnya tentang berharganya keberadaan anak-anak bagi sebuah peradaban.

Senin, 23 Juli 2018

Melindungi Anak Indonesia dengan Memahalkan Harga Rokok

Realisasi menaikkan harga rokok sedang diupayakan bersama saat ini. Bukan tanpa alasan sejumlah pihak menggaungkan dan menginisiasi supaya harga rokok lebih mahal, yakni sebesar Rp 50.000 hingga Rp 70.000 perbungkus. Ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya kecanduan rokok. Ya, tugas kita bersama untuk melindungi para raja masa depan. Anak-anak Indonesia.