Kamis, 29 Desember 2016

Kepengurusan Terakhir di Organisasi Kampus

Pada tanggal 17-18 desember 2016 lalu, organisasiku melaksanakan musyawarah Anggota (Musyang). Musyang merupakan kegiatan tertinggi dalam suatu organisasi. Di kegiatan tersebut terdiri dari demisioner pengurus lama, pembahasan Ad Art dan GBHK serta pemilihan ketua baru.

Minggu, 04 Desember 2016

Ride safely Love your Family Learn with Yamaha Riding Academy


Selama saya melakukan perjalanan, saya sering menemui slogan-slogan dipinggir jalan yang sengaja dipasang oleh pihak kepolisian lalu lintas.

Rabu, 17 Agustus 2016

Ditanah ini aku memahami dan belajar (Dobangsan)

Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel karya Bapak Yusran Darmawan. Dalam artikel tersebut, bercerita tentang kondisi para pemuda dan orangtua saat ini yang memiliki mindset tentang pekerjaan sebagai seorang petani bagi lulusan perguruan tinggi.

"Dilematika antara lulusan perguruan tinggi yang semakin jauh dari nilai-nilai budaya pertanian" 
Begitu kesimpulan dari artikel beliau.

Bahkan, para orangtua kadang rela menjual sawahnya supaya anak mereka bisa berpendidikan tinggi. Tak salah memang, justru bagus. Hanya saja ada mindset yang menurut saya sedikit keliru. Mindset bahwa pekerjaan sebagai petani itu rendahan, dekat dengan kemiskinan. Mindset itulah yang membuat para sarjana tidak pernah mau tahu dengan urusan sawah, ladang atau kebun.

Senin, 15 Agustus 2016

Next Story at KKN 67 ND

Masih di Dobangsan, KKN 67 ND.

Hari ini adalah hari ke-15 aku melaksanakan KKN. Kuhitung setiap harinya, kucoret setiap kalender dalam catatanku. Hari demi hari aku bisa mengenali teman2ku bahkan mengenali diri sendiri.
Aku disini hidup bersama teman-teman yang memiliki perbedaan karakter. Ada yg berkarakter keras, lembut, ceplas-ceplos, cerewet, dan ada juga manja.

Oh iya, aku mau bercerita tentang aku dan partner piketku. Dia berasal dari Bengkulu. Namanya mas Faruqi. Mas Faruqi adalah tipikal orang yang keras dan berbicara keras. Dia tidak pandang bulu berbicara dengan laki-laki atau perempuan. Bagi dia omongan ceplas-ceplos itu sudah menjadi sesuatu yang biasa.

Jumat, 12 Agustus 2016

My story in Dobangsan, KKN 67 ND

Mahasiswa memiliki beberapa kewajiban ketika menjalankan pendidikan. Yang pertama mengenai pembelajaran di kampus dan selanjutnya adalah pengabdian dimasyarakat.

Nah, pada saat ini saya sedang melakukan kegiatan yang kedua, yakni pengabdian di masyarakat dengan melakukan KKN.

Saya melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di salah satu kabupaten di Jogja. Kulon Progo.

Kulon Progo merupakan nama salah satu kabupaten di Jogja yg terkenal dengan semboyan "Bela, beli Kulon Progo" yang berarti masyarakat disana dianjurkan utk membeli produk-produk asli Kulon Progo. Hal tersebut dicanangkan oleh pemerintah setempat guna mengembangkan produk dan wilayah Kulon Progo.

Disana juga terkenal dengan corak batiknya yang bernama "Geblek Renteng".  Corak tersebut berupa angka 8 yang di campur dengan corak batik yang lain.

Berbicara mengenai KKN, saya ingin berbagi cerita mengenai lokasi KKN milik kelompok saya. Yakni didusun bernama Dobangsan kecamatan Giripeni.


Gambar diatas merupakan gerbang dari dusun Dobangsan. Terkesan bernuansa desa, bukan?

Sebagian besar masyarakat disini bermatapencaharian sebagai petani. Seperti petani bawang, petani padi, petani sayuran, dan petani buah-buahan.

Untuk bisa menuju ke posko KKN kami, maka harus melewati tugu yang diatasnya terdapat patung kuda.


Tugu patung kuda diatas merupakan tanda jika ada orang yang mau berkunjung ke tempat KKN kami, KKN 67 ND.
Sudah 12 hari saya berada di tempat ini. Berusaha seoptimal mungkin untuk beradaptasi dan belajar bersama masyarakat. 
Hidup di masyarakat itu tak mudah. Perlu pendekatan dan kehati-hatian dalam bertingkah laku. Karena setiap hal yang kami lakukan akan dinilai oleh mereka.

Di Dobangsan ini, saya juga cukup puas karena bisa menikmati indahnya matahari terbenam setiap sore dan segarnya embun pagi. Aroma pedesaan begitu kental dan indah.


Di atas merupakan pemandangan senja yang bisa saya nikmati setiap sore. Saya bersyukur mendapatkan tempat yang sejuk dan bernuansa alam.
Saya terbiasa hidup dilingkungan kampus yg memiliki pemandangan jalan-jalan, kendaraan dan juga gedung-gedung.

Berikut merupakan pemandangan di dusun Dobangsan dan beberapa dokumentasikegiatan saya bersama teman-teman.


Gambar diatas merupakan aktivitas yang dilakukan oleh kelompok kami, yakni mendampingi anak-anak SD Dobangsan melakukan lomba makan krupuk dan lomba-lomba lainnya. Suasana panas saat itu tidak membuat kebersamaan dan semangat kami surut.

Demikian cerita awal saya KKN di Kulon Progo. Cerita selanjutnya akan saya ulas setelah ini. Inshaallah...

Post by : Nurul Mutiara R.A (Manajemen A 2013 UNY) di Dobangsan Kulon Progo 16.48 WIB.




Kamis, 21 Juli 2016

Cerita tentang lebaranku

Lebaran tahun ini memberi berkah bagi hidupku. Aku memang tidak melakukan mudik ke kampung halaman. Namun aku tetap bisa merasakan keberkahan dan juga atmosfer hari kemenangan seperti takbiran dan juga haru setelah sungkeman kepada orangtua melalui handphone.

Berbicara mengenai berkah lebaran, beberapa waktu yang lalu aku mengikuti satu Giveaway yang diadakan oleh salah seorang blogger bernama Mbak Nunu Halimi . Hadiah yang diberikan yakni 2 tas cantik,  beberapa sprei dan juga hijab berupa pasmina. 

Rabu, 29 Juni 2016

Aku dan ceritaku bersama Jogja

Lebaran tinggal menghitung hari. Sekarang ini sudah tanggal 29 Juni 2016, dan aku masih setia berada di kota istimewa ini. Kota Jogjakarta. Ada keinginan untuk pulang kerumah ke Kota Pekalongan tercinta. namun banyak faktor yang membuat aku harus mengurungkan niat tersebut, beberapa diantaranya adalah persiapan KKN dan juga menyelesaikan remedial pada makul tertentu.

Pagi ini, dengan suasana yang syahdu aku menikmati kota Jogja yang mulai sepi. Tentu, setiap orang melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Sebenarnya aku pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, yap lebaran 2 tahun yang lalu aku tidak pulang ke Pekalongan. Aku stay disini karena beberapa alasan juga. Aku yang saat itu bersama dengan teman satu kos ku bisa merasakan aura yang benar-benar mencekam. Jogja seperti kota mati. Toko-toko tutup, setiap jalan jarang orang yang lewat, setiap rumah ditinggalkan oleh pemiliknya untuk melakukan kunjungan ke keluarga besar masing-masing. Dan kami harus mempersiapkan bekal bertahan hidup jauh-jauh hari.

Apakah aku merasa sedih??
Ya, sedikit. namun bagiku hal seperti ini juga merupakan pembelajaran untuk bisa bertahan. Bertahan pada keadaan tanpa orangtua, bertahan untuk tidak cengeng dan manja.
Jogja di bulan Juni, jogja dan cerita-ceritaku untuk menikmati tiap pagi berada di tanahnya. Jogja yang penuh dengan kejutan dan juga pembelajaran. Dan pagi ini, aku bahagia bisa menuliskan sebuah cerita tentang aku dan Jogja.


Post by : Nurul Mutiara Risqi Amalia (Manajemen 2013 A, Yogyakarta, 09.48 wib )

Minggu, 05 Juni 2016

Secangkir kopi pekat dan setiap butir cinta : karena cinta itu sebuah penjagaan dan pencegahan.

Aku duduk disampingmu, menatap sendu sebuah ketulusan

Aku duduk disampingmu, setiap pagi melalui manisnya kopi

Aku duduk disampingmu, bersama setiap cinta dan juga keringat yang bersatu dalam pekatnya kopi

Aku duduk bersamamu dalam satu ikatan dan serpihan gula yang larut dalam rasa bahagia

Aku duduk bersamamu melalui cinta dan juga kebersamaan

Kebersamaan untuk sebuah cerita dan juga rasa


Embun pagi telah membasahi rerumputan halaman rumah sore itu. Energi pagi. Energi yang memancarkan kesegaran dan juga sebuah kesederhanaan. Bukan hanya itu. Pagi selalu menjadi satu semangat tersendiri untuk bapak. Bapak dan kopi pekat manisnya.

Sumber : Google Image

Kopi adalah bagian wajib yang harus ibu sediakan setiap pagi sebelum bapak berangkat ke kantor. Bukan hanya kopi pekat itu. Sepiring pisang dan gembus goreng juga menemani pagi bapak yang indah.  Itu merupakan pemandangan yang selalu aku lihat sebelum berangkat ke kampus.

Rabu, 18 Mei 2016

Nongkrong kece ala Pecinta Angkringan

Pulang kekotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Mendengar lirik lagu di atas membawa pikiran saya pada satu kota di jawa bagian tengah. Yogyakarta. Dalam lagu yang dinyanyikan oleh band Kla Project tersebut bercerita tentang kerinduan kota gudeg dengan berbagai keramaian yang ada. Bagi saya, setiap kali mendengar kata Jogja, selalu terbayang tempat makan bernama "Angkringan" dengan nasi kucing ditata bertumpuk di mejanya.

Selasa, 19 April 2016

Kopdar kece KBJ

Aku seorang  blogger. Meskipun aku belum menjadi seorang blogger tingkat dewa, namun aku bahagia karena memiliki kesempatan untuk bertemu sahabat-sahabat blogger yang sudah berpengalaman.
Berbicara mengenai blogger, pada tanggal 16 April 2016 lalu tepatnya pada hari sabtu, aku dan temanku menghadiri sebuah kopdar yang diadakan oleh KBJ (Komunitas Blogger Jogja).
Kopdar tersebut dilaksanakan di hotel Neo Malioboro di daerah jalan Pasar Kembang, Yogyakarta.

Selasa, 12 April 2016
Dimulai dengan sebuah email masuk ke inboks-ku,


Sebuah nada berbunyi di handphone ku. Kulihat, sebuah notifikasi dari email. Setelah kubuka ternyata undangan dari admin KBJ yang mengundangku untuk datang dalam kopdar Blogger dengan nama "The Road Blog Yogyakarta 2016".
Tempat kopdar tersebut yakni di salah satu hotel di wilayah Maliboro tepatnya di jalan Pasar kembang.

Bahagia rasanya aku saat itu. Ternyata temanku satu kos, mbak Arinta yang juga seorang blogger juga medapat undangan yang sama. Akhirnya kami memutuskan akan berangkat bersama-sama. 

Sabtu, 16 April 2016 

Sekitar pukul 7.25 wib aku dan mbak Arinta bersiap untuk berangkat ke acara kopdar blogger. Dimulai dengan persiapan penampilan hingga persiapan barang-barang yang wajib dibawa seperti kamera, handphone, dan laptop.
Yessss semua persiapan telah selesai,
Pada pukul 7.51 wib kami berangkat menuju halte bus Transjogja. Kali ini kami tidak menggunakan sepeda untuk berangkat kesana. Kami naik bus.

Menunggu sekitar 25 menit akhirnya datang juga sebuah bus yang berkode 2B. Kami berdua menaikinya. Nanti pada saat berhenti di halte depan toko buku Gramedia, kami harus transit ke bus dengan kode 3A yang akan melaju kearah Malioboro.

Sekitar pukul 8.25 kami sampai di halte bus daerah Malioboro. Aku dan temanku tidak tahu dimana letak hotel Neo yang tertulis dalam undangan. Maka kami meutuskan untuk naik becak untuk menuju ketempat tersebut.
Lucunya,
Letak hotel tersebut ternyata cukup dekat dengan tempat kami turun dari halte. Kami saling berpandangan, kemudian tertawa bersama.


Memasuki hotel, kami bertanya pada resepsionis. Acara berada di bagian tertinggi hotel yakni di Sky Lounge.
Semua orang sudah berkumpul di acara tersebut, namun acara belum dimulai. Mereka masih melakukan "Coffe Break".

Tak berapa lama kemudian.
Secangkir kopi hangat dan makanan ringan dalam piring sudah berada ditangan. 
Sambil menunggu acara dimulai. Kami bersantai dan saling menyapa antar blogger.




Sekitar pukul 9.00 wib acara pun dimulai




Aku dan semua peserta menikmati suguhan ilmu dari para sponsor sekaligus para pengisi acara yang super kece. Sebenarnya inti acaranya yaitu pembahasan mengenai SEO dan Viral writting. Acara inti dilaksanakan sekitar pukul 15.00 Wib. Pengisinya yakni Sutoro--merupakan mahasiswa AMIKOM yang sudah berpengalaman di bagian SEO, kemudian bahasan mengenai viral konten  di isi oleh Carolina Ratri.

Beberapa ilmu yang dibagikan cukup menarik perhatianku terutama untuk bahasan viral konten. Aku ingin membuat tulisan yang bisa dibaca banyak orang, dan disitulah mbak Carolina memberi tips-tips jitunya. Salah satunya adalah dengan merangkai judul yang kreatif dan menarik perhatian. Love it.
Berbicara soal blogging, aku masih menjadi blogger pemula. Tulisanku hanya seputar kegiatan sehari-hariku atau seputar aktivitasku dalam organisasi. Aku juga kadang mengisi blogku dengan cerita-cerita mengenai hal-hal yang kadang kupikirkan.
Aku menyukai kepenulisan di blog ini. Meskipun masih amatir, namun aku senang karena bisa menuangkan isi pikiranku.

Kembali ke acara Kopdar Blogger.
Aku dan mbak Arinta menikmati setiap momen yang di suguhkan dalam kegiatan tersebut. Dari awal sampai selesai sekitar  pukul 16.30-an.
Luar biasa yang dapat ku ucapkan untuk acara tersebut. Tak lupa, mengabadikan moment adalah hal yang wajib dilakukan. berikut merupakan foto-foto yang kami ambil saat acara usai.











Sebagai penutup ulasan,aku ingin mengatakan kalau aku bersyukur bisa tergabung bersama sahabat-sahabat blogger yang hebat dan kece. Belajar senantiasa akan aku lakukan sebagai blogger pemula. Belajar pada para Suhu. Tak lupa follower dalam twitter-ku bertambah lho :) :D


Post By : Nurul Mutiara Risqi A (Manajemen 2013 Universitas Negeri Yogyakarta ; ditulis di sekretariat UKM Rekayasa Teknologi ;  diterbitkan di kos 23.13 wib )

Kamis, 14 April 2016

YEAH, I AM UNY ROBOTIC LOVER. I AM ROBOHOLICRAZY

Aku adalah mahasiswi fakultas ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Meski aku adalah anak ekonomi dengan prodi Manajemen. Namun setiap hari aku tak hanya belajar bersama angka, kalkulator, rumus ekonomi ataupun uang.

Di UNY ini aku justru bertemu dengan banyak orang yang tidak seirama dengan prodi yang aku ambil.

Aku disini belajar bersama anak-anak dari fakultas lain yakni teknik. Why??

Yup, aku andil dalam sebuah organisasi tingkat universitas yang berisi sebagian besar anak teknik dan Mipa. Di organisasi bernama UKM Rekayasa Teknologi (Restek) tersebut, aku diperkenalkan dengan berbagai variasi karakter dan skill.

Oh iya di Restek, ada 5 divisi yang kece-kece badai. Mereka adalah 

1. divisi Mobil
2. divisi Teknologi Tepat Guna
3. divisi Rancang Bangun
4. divisi Teknologi Informasi
5. divisi Robotika

Dalam ulasan kali ini, aku ingin membahas mengenai divisi robotika. 

Apa itu divisi robotika dan juga ada apa di divisi robotika? Yeaaaas,
Divisi Robotika merupakan bagian dari struktur di Restek yang mewadahi teman-teman yang berminat dan punya skill di bidang pengembangan robot.

Nah di divisi ini terdapat banyak teman-teman dari berbagai macam program study, mulai dari teknik elektro, elektronika, mekatronika, mesin, Mipa maupun prodi yang lain.


Setiap tahun, di robotika selalu mengikuti even yang diadakan oleh dikti. Even itu bernama KRI (Kontes Robot Indonesia).

Untuk menuju ke KRI, setiap tim robot dengan berbagai kategori harus melakukan penyaringan dulu di tingkat regional. 

Alhamdulillah, teman-teman tim dari UNY dalam waktu terakhir ini mendapat juara umum tingkat regional.

Ditahun 2016 ini tepatnya pada tanggal 23 April 2016 yang akan datang, tim Robot akan melakukan kompetisi tingkat reginal 3 di UNDIP semarang.

Semoga bisa menorehkan juara terbaik dan bisa melebarkan sayapnya untuk ke kompetisi tingkat nasional di Surabaya.

Semangat untuk tim Robot UNY, tim robot restek.

Semoga bisa tetap, Berkontribusi_Berkompetisi_Berprestasi


Post by : Nurul Mutiara R.A (Manajemen A 2013 Universitas Negeri Yogyakarta)
At Lab Manajemen SDM Fakultas Ekonomi UNY 11.41 WIB.

Jumat, 26 Februari 2016

Keluarga PIPH UKM Rekayasa Teknologi 2016

20 Desember 2015

Bulan desember 2015 lalu, UKM Rekayasa Teknologi (Restek) melakukan kegiatan Musyawarah Anggota dan mendemisionerkan pengurus lama. Akhirnya pada saat itu juga dipilih pengurus baru yang diwakili oleh pemilihan ketua baru.
Pemilihan ketua berlangsung cukup lama. Para kader ketua awalnya dipilih melalui voting. Namun karena dirasa kurang meyakinkan, akhirnya diputuskan untuk melakukan musyawarah dan mufakat bersama.

Kandidat ketua saat itu yakni Dwi Agung Yulianto, Muhammad Arbany Hafit Adhi Wijaya. Galih Adityawan dan Ayu Roro Ambarwati.
Saya jelaskan satu persatu tentang kandidat ketua UKM Restek,
  1. Dwi Agung Yulianto merupakan kepala divisi Teknologi Tepat Guna 2015. Berasal dari Prodi PT Mesin 2013. Ia dijadikan kandidat karena memiliki angkatan yang cocok dan dinilai punya kepemimpinan yang cukup baik.
  2. Ayu Roro Ambarwati, merupakan mahasiswi yang berasal dari prodi PT sipil dan Perencanaan 2013. Di tahun 2015, ia merupakan bendahara UKM Restek. Ayu dinilai cukup baik dalam merencanakan suatu hal sehingga dipilih menjadi kandidat ketua.
  3. M. Arbany H.A.W merupakan mahasiswa yang berasal dari prodi PT Mekatronika 2014. Di Restek ini, Arbany menjadi Staf divisi Teknologi Informasi dengan keaktifan yang sangat baik. Dia merupakan orang yang sering nongol di sekre UKM ketika ada waktu luang. Karena keaktifannya itu, Arbany terpilih menjadi kandidat ketua UKM Restek.
  4. The next name is Galih Adityawan. Galih merupakan staf di divisi Teknologi Tepat Guna. Dia satu angkatan dengan Arbany yakni 2014. Berbeda dengan Arbany,  Galih berasal dari prodi PT Mesin sama seperti Agung. Di UKM ini, Galih juga sangat aktif. 
Oke cukup untuk penjelasan singkat mengenai mereka, para kandidat ketua.
Setelah beberapa jam melakukan diskusi dan musyawarah, akhirnya 

Taraaaaaaaaa!!!!!

Terpilihlah M. Arbany Hafit Adhi Wijaya sebagai ketua umum UKM Rekayasa Teknologi untuk periode 2016.
Berikut merupakan foto penyerahan bendera Restek sebagai simbolis, dari Ardi Aprilianto selaku ketua UKM Restek 2015 kepada Arbany sebagai ketua terpilih.


24 Januari 2016

Hari ini adalah resmi pelantikan pengurus baru untuk periode 2016. Sejumlah perwakilan dari tiap UKM diharuskan hadir untuk melakukan pelantikan. Mereka adalah ketua, sekertaris dan bendahara dari masing-masing UKM.
Pelantikan sendiri akan dilakukan secara langsung oleh Bapak Rektor UNY yakni Bapak Rohmad Wahab.

Kembali ke UKM Rekayasa Teknologi.
Sebenarnya sudah sejak bulan desember lalu, telah dipilih teman-teman yang akan menjabat sebagai PIPH di UKM ini. Berikut merupakan nama-nama PIPH UKM Rekayasa Teknologi 2016 dengan komposisi :
Pengurus Inti

Ketua            : Muhammad Arbany Hafit Adhi Wijaya
Wakil Ketua : Nurul Mutiara Risqi Amalia
Sekertaris      : Azka Fathia dan Ema Putri Istriati
Bendahara     : Ayu Roro Ambarwati dan Ayu Lestari

Pengurus Harian


Kabid Pengembangan dan Teknologi : Alik Setiawan
Kabid Riset dan Kompetisi                 : Galih Adityawan
Kabid Usaha dan Rumah Tangga        : Eko Heriyanto S
Kabid Pengembangan Organisasi        : Ahmad Fauzi
Kabid Komunikasi dan Jaringan          : Chamdan Nor 

Berikut merupakan foto-foto untuk tim PIPH UKM Restek :





Ini merupakan foto saat sesi pelantikan, diwakili 3 orang untuk setiap UKM



Tahun ini merupakan tahun ketiga saya stay di organisasi ini. Semoga dari tahun pertama hingga tahun ketiga ini memberi pembelajaran bagi saya dan juga teman-teman pengurus yang ada.
Bismilah,..

#Berkontribusi_Berkompetisi_Berprestasi :)

Post By : Nurul Mutiara Risqi Amalia (Manajemen A 2013, Universitas Negeri Yogyakarta)


Jumat, 12 Februari 2016

Purworejo dan cerita kami didalamnya

Rabu 3 Februari 2016

Pagi itu nada BBM di smartphone-ku berbunyi. Ku lihat. Itu berasal dari Maria, kawanku satu kelas Manajemen. Rencananya aku dan Maria akan pergi ke Purworejo untuk refreshing sekaligus silaturrahim ke rumah Arina yang juga kawanku satu kelas.
Waktu menunjukkan pukul 05.38 Wib. Kucek kembali semua barang-barang yang kubutuhkan mulai dari baju ganti, kamera dan juga handphone didalam tas. "Oke, sudah siap" aku berkata dalam hati.
Tinggal menunggu Maria yang akan menghampiri kosku menuju stasiun Lempuyangan.
Tumpangan yang akan kami gunakan menuju ke Purworejo adalah kereta. Yap, kereta bernama Prameks (Prambanan Ekspres) yang datang pada pukul 06.27 Wib.
***
Sampailah kami di Stasiun Lempuyangan. Maria dan aku segera membeli tiket dan menuju ketempat membeli oleh-oleh. Kami membeli Bakpia untuk dibawa ke Purworejo.
Pukul 06.12 Wib. Kereta belum datang. Aku dan Maria memutuskan untuk duduk-duduk dulu dikursi tunggu sambil melihat orang-orang dengan segala aktivitas mereka.

Banyak sekali para penumpang yang menunggu kereta pagi itu. Mulai dari warga domestik sampai wisatawan asing.
Taraaa, 
Pada pukul 06.25 kereta yang kami tunggu akhirnya datang. Segera kami menuju dan bersiap untuk naik didalamnya.





Dari foto diatas dapat dilihat guys, basahnya stasiun yang disebabkan oleh hujan yang dari dini hari tidak kunjung reda.
Perjalanan kami dimulai pukul 07.28 WIB. Kereta mulai berangkat meninggalkan stasiun Lempuyangan menuju stasiun Kutoarjo.


***
Setelah sekitar 1,5 jam kami melakukan perjalanan, akhirnya kami sampai di Purworejo. Aku dan Maria segera menuju keluar stasiun untuk menunggu Arina yang akan menjemput kami menuju rumahnya.


Gambar di atas diambil di depan stasiun Kutoarjo

Di sebuah warung oleh-oleh, kami duduk sambil menghindari hujan yang intensitas jatuhnya semakin besar. Jika dilihat di foto di atas, aktivitas masyarakat yang ada tak terlalu terlihat padat. Yap, hujan memaksa mereka untuk berteduh.

Menunggu...menunggu...dan...menunggu.
Sambil menunggu,
Aku memutuskan untuk mengambil beberapa gambar melalui kamera yang aku bawa untuk mengurangi kepenatan.

hingga akhirnya...

Arina datang bersama bapaknya dari kejauhan,
Yeaaay, akhirnya setelah kurang lebih setengah jam menunggu.
Dan, cuzzzzzz. Kami berempat meluncur menuju rumah Arina.
***
Suasana khas pedesaaan benar-benar sudah mulai nampak. Hamparan sawah dan juga aktivitas pertanian terlihat jelas disana. Hijaunya sawah membuat mataku benar-benar terpaku dan merasakan syahdu.hehehe 
Sebuah atmosfer yang tidak aku temukan di wilayah kampusku. Ya iyalah.
Di kampusku, di UNY, lingkungan yang ada terisi jalan raya, kendaraan-kendaraan, rumah-rumah dan juga bangunan-bangunan.
Terkadang jenuh melihat pemandangan seperti itu. Maka dari itu aku dan Maria ingin mencoba menyegarkan pikiran dengan berkunjung ke Purworejo yang notabene masih asri dengan suasana desa yang khas.




Begitu hening, dan menandakan kemurnian alam yang masih terjaga, itulah desa Waled tempat Arina tinggal.
Jalanan di tempat Arina itu sudah cukup parah rusaknya. Kalau kulihat, dulu pernah di aspal namun sepertinya sudah lama sekali. Kata Arina, jalan di desa tersebut di aspal saat ia masih SD. Kebayangkan sampai sekarang udah berapa tahun itu.
Kendaraan yang ada juga motor, sepeda dan sesekali kulihat angkot lewat saat pagi. Suasana dan keadaan lingkungannya belum padat penduduk. Jumlah rumah yang ada pun masih jarang-jarang.

Oh iya,
Pada malam hari aku pernah mau membeli sesuatu di warung terdekat. Guess what?
wilayah sekitar rumah Arina benar-benar gelap dan suasananya sepi. Penerangan yang ada masih jarang, hanya terlihat lampu di beberapa rumah, termasuk rumah Arina.

Apalagi kalau kulihat sepanjang jalur menuju warung dipenuhi dengan pohon-pohon besar. Cukup menambah suasana horor malam itu.

kamis, 4 Februari 2016

Pagi itu suasana desa Waled begitu dingin dengan nuansa pedesaannya. Kesegaran dan keindahan panorama yang ditawarkan begitu memanjakan mata dan hati ini. Aku terbangunkan oleh suara adzan yang terdengar syahdu memanggil dari jarak yang cukup jauh. Bukan hanya aku. Maria, Arina dan yang lainnya juga turut bangun untuk berinteraksi dengan-Nya.

Pukul 06.56 WIB kulihat di handphoneku. Hmm, waktu yang cukup tepat untuk melihat indahnya desa pagi ini. Aku melangkah keluar menuju halaman rumah yang sudah terlihat basah oleh hujan semalam tadi. Suasana yang menambah gregetnya aroma pedesaan.
Rencananya jam tersebut aku, Arina, Maria dan Ibu Arina akan menuju ke Jembatan untuk melihat jaring yang telah terpasang. Jaring itu dipasang untuk menangkap ikan-ikan yang biasanya akan banyak muncul setelah sungai yang ada banjir.



Kami berempat menuju ke arah jembatan.



Jembatan itu letaknya tidak jauh dari rumah Arina. Hanya beberapa meter saja, mungkin sekitar 50 meter.
Setetah kami sampai di jembatan tersebut. Ibu Arina mengambil kayu untuk mencongkel tali yang mengikat jaring. tujuannya untuk mengambil ikan-ikan yang terperangkap dalam jaring yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga ikan yang lewat akan terjebak.


Jaring yang dipasang akan di diamkan setelah diambil ikan yang terjaring.


Jaring di atas akan dipasang sepanjang waktu selama volume air yang ada belum surut. Karena derasnya arus air, ikan-ikan yang terbawa arus akan masuk kedalam jaring.
Dan hasil tangkapannya adalah.....


ikan kecil yang biasa disebut Lunjar. Ini yang kupegang cuma satu. Tapi ketika ditangkap dalam jaring, jumlahnya akan sangat banyak.




kalau gambar di atas adalah campuran ikan-ikan. Dominan adalah ikan Lunjar dewasa (biasa disebut Melem), Kating (yang ada sungut/kumisnya), dan mujaer.
oh iya, tidak hanya ikan yang di dapat. Kadang juga didalam jaring terdapat udang dan juga hewan bercapit alias Yuyu.



kami mendapatkan banyak ikan sehari itu. Jumlah ikan yang di masak pun sampai 5 kilogram mungkin ada. Saking banyaknya sampai ikan yang didapat harus dibagikan ke tetangga dan juga saudara dari Arina. Hasil tangkapan benar-benar berlimpah. Alhamdulillah,hehe

Kalau ku lihat, di bagian lain juga orang-orang melakukan hal yang sama yakni "Njodang". Njodang sendiri sebutan untuk kegitan menangkap ikan dengan jaring.
namun bukan cara dipasang seperti jaring milik Arina, tetapi dengan cara jaring lebar dimasukkan ke sungai dalam waktu beberapa menit, kemudian diangkat pada waktu yang ditentukan.




Kami melakukan aktivitas pemburuan ikan seharian itu. 
Aku benar-benar merasa puas dan bahagia. Maklum, jarang sekali aku bisa berinteraksi dengan alam secara langsung.
Untuk lebih membuat suasana dan dokumentasi, tak lupa kami cekrek..cekrek dulu sebelum kembali ke dalam rumah untuk membersihkan ikan yang menumpuk di halaman.




Yap, kami sudah puas cekrek..cekrek, tinggal masuk ke rumah dan membantu ibu Arina membersihkan ikan-ikan.

Jumat, 5 Februari 2016

Pagi ke 2 aku dan Maria di Purworejo. Sama seperti sebelumnya, aku pun dibangunkan oleh suara adzan yang terdengar sayup-sayup dari kejauhan.
Ini adalah hari terakhir aku dan Maria refreshing dan meneduhkan otak. Aku harus kembali ke Yogyakarta secepatnya karena ada kegiatan organisasi yakni Upgrading Organisasi.

Siip, pukul 7.45 aku, Maria, Arina dan Bapaknya Arina berangkat menuju stasiun Kutoarjo. Kami saling bersalaman dan berpamitan.
karcis kereta sudah berada di tangan.




Di dalam kereta sendiri, aktivitas yang ada bermacam-macam.




Setelah kurang lebih menempuh perjalanan selama 1, 5 jam akhirnya kami sampai di Yogyakarta. Stasiun lempuyangan. Yap, kami kembali.


Taraaaa,
Welcome Lempuyangan, Welcome Yogyakarta :)
Kembali ke keadaan asal, harus bergelut dengan aktivitas organisasi dan perkuliahan.


Post by  : Nurul Mutiara Risqi Amalia (Manajemen A 2013 UNY) Latepost.