Senin, 03 Mei 2021

Ini Pengalamanku Ngobatin Kucing yang Terluka

Memiliki hewan peliharaan tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kita yang menyukai binatang. Pada beberapa sisi, keberadaan mereka mampu memunculkan mood baik dan semangat baru. 

Nah, bicara soal peliharaan nih, kalau aku sendiri, aku memiliki peliharaan 2 kucing domestik. Namanya Cubit dan Kuning. Cubit berwarna abu-abu sedangkan Kuning ya berwarna kuning lahhhh. 

Si Cubit adalah tipikal kucing yang manutan, alias selalu stay di rumah meski kadang main-main ke luar rumah, tapi lokasinya tak terlalu jauh. Berbeda dengan Cubit, si kuning termasuk liar dan suka main jauh-jauh. 

Kadang, Kuning tak pulang sampai 2 hari karena bermain dengan kucing betina. Jika pun pulang, ia cuma numpang makan dan tidur sebentar. 

Ya, sebenarnya kesel juga sih dengan kucing yang satu itu karena hobinya main mulu, tapi pada sisi yang lain, kasihan juga kalau diabaikan. Apalagi, si Kuning merupakan kesayangan adikku. 

Nah, suatu hari, setelah sekian lama si Kuning gak pulang. Tiba-tiba dia pulang dan sembunyi donk di bawah kursi plastik, di kamar adikku. Dia mengerang keras layaknya kucing kesakitan. Mukanya gak ngeh dengan kondisi si Kuning ini.
Setelah aku cek, ternyata di bagian badannya ada luka yang cukup besar. Sepertinya si Kuning terluka karena pertarungan. Well, gaes, lukanya itu menganga basah gitu berwarna merah. Melihatnya saja, aku sampai gak sanggup. 

Demi menghindari serangan infeksi karena lalat di mana-mana, akhirnya bapakku memutuskan membeli obat tabur bernama Enbatic. Iyap. Sebenarnya sih obat ini biasa dipakai untuk mengobati luka manusia.

Tapi karena terpaksa gak bisa ke dokter hewan dengan alasan gak ada yang buka, kami pun memberi luka si Kuning obat tersebut. Kalian tahu, saat aku berusaha untuk mengobati, si Kucing terlihat kesakitan. Nafasnya tersengal-sengal begitu cepat. 

Andai saja aku tak dibantu adikku memegangi. Mungkin tangan dan badan udah jadi korban cakaran si Kuning ini hehe.
Penampakan Enbatik tabur yang kupakai untuk mengobati luka si Kuning
Setelah diberi taburan Enbatic, si Kuning perlahan membaik. Nafasnya yang semula terangah-engah karena menahan sakit menjadi lebih stabil. Dia sudah bisa tertidur, berdiri perlahan untuk makan, dan minum.

Enbatic memang bukanlah obat yang disarankan oleh dokter hewan karena memang aku gak tahu kalau kucing diberi obat jenis apa. Hanya saja, aku pernah menemukan kucing yang gak segera diobati---dengan luka yang sama---terus lukanya malah bernanah dan parah. Kan kasihan tho ya! 

Bagi temen-temen yang punya kucing domestik dengan kebiasaan keluar rumah, bisa jadi ia memiliki nasib seperti si Kuning, yakni bertarung dan terluka. Sebagai pemilik hewan yang baik, kita musti punya tanggung jawab untuk mengobati mereka. 

Bila perlu, kita menyiapkan dana cadangan untuk keperluan makanan dan perawatan peliharaan kita ketika ia menderita sakit. Kan kasihan tuh, dia menderita tapi kita cuma diam saja. Plis deh, jangan sampai bertindak seperti itu. Mereka juga memiliki rasa sakit dan hak untuk disembuhkan. 

By the way, karena rata-rata teman blogger dan teman media sosial juga memelihara kucing sepertiku, jadi gak ada salahnya aku berbagi cerita mengenai pengalamanku mengobati si Kuning menggunakan obat bernama Enbatic ini.

Gaes, lebih lanjut, bila kucing kamu kedapatan mengalami luka sobek sehingga mengeluarkan banyak darah, saranku jangan sampai terkena air. Bila area luka kotor, usahakan dibersihin menggunakan kapas basah atau tisu. Lalu, segera taburi lukanya itu dengan obat. Aku sendiri memakai Enbatic untuk menutupi luka si kuning. Begini penampangnya setelah diberi obat tabur.
Si Kuning yang diberi obat Enbatic untuk mencegah infeksi pada luka
Pengalaman, kalau kucing luka menganga gak segera diobati, akan banyak lalat yang menepel di dalamnya yang menyebabkan si kucing infeksi. Jadi kalau kepaksa gak bisa dibawa ke dokter karena beberapa faktor, kita bisa memberi pertolongan pertama semampu kita. 

Oh iya, bila perlu, temen-temen bisa juga membeli Collar---sejenis alat untuk melindungi leher---agar si kucing enggak menjilati luka yang telah diberi obat.
Memang, tiap penyembuhan waktunya bergantung dari kekuatan dan imunitas si Kucing, soalnya nih, kalau aku amati, Kuning dan Cubit ketika luka lebih cepat sembuh si Kuning. Lha wong dia baru diobati semalam, paginya udah main keluar rumah. Bar-bar emang wkwkwk

Kalau si Cubit ketika ekornya luka. Ia sampai seminggu lebih cuma ngendon di rumah dan gak mau pergi ke mana-mana. So, dalam pengobatan pun kita perlu melihat kondisi masing-masing hewan. 

Baiklah, itu dia pengalamanmu mengobati kucing yang memiliki luka terbuka tapi gak sempat dibawa ke dokter hewan.  Pokoknya, minimal kita perlu nutupin lukanya dulu pakai obat tabur supaya tidak infeksi. Semoga bermanfaat ya Temans :) 

4 komentar:

  1. Kucingku juga pernah...main, pulang2 kakinya luka, berdarah ngucur gitu..buanyak. Bisa jadi, pas main nginjak pecahan kaca.. aku minta tolong adik ipar yang kebetulan drh (tapi ga buka praktek).. dibersihin pke revanol, trus di Betadine..trus di perban (meskipun bbrp saat kmdin, perbannya lepas Krn kucingnya risih...) Oh..iya, untuk berhentikan darah yang mengucur, dikasih vitamin K, bisa beli di apotek.

    Klo obat tabur, pernah make juga aku Nurul...pasca kucingku steril..dikasih obat tabur biar lukanya cepet kering...dan mmng bener, keringnya cepet..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Note mbak yang vitamin K. Soalnya kmrn darah sih udah gak ngucur. Cuma lukanya itu gede banget mbak. Makasih infonya mbak Sulis 😊😊

      Hapus
  2. kalau di jilat bahaya gk mbak? soalnya kucing saya kalau pulau sellu ada tato baru ditubuh :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak bahaya sih mbak, soalnya si Kuning juga jilatin luka plus obatnya dan dia baik-baik saja. Tapi kalau Mbak Ini gak yakin, bisa sih dibeliin Collar utk leher supaya Si Miaw gak jilat2

      Hapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam