Jumat, 20 September 2019

Dia yang Menebar Embun Di Bumi Wonogiri

Beringin Kembar yang ditanam di Alun-alun selatan Yogyakarta
(Dokumen Pribadi)
Akhir-akhir ini, media sosial tengah hipe dengan kisah-kisah seputar kehidupan gaib. Layaknya candu yang memabukkan, cerita tentang hantu kerapkali memberi ruang bagi akal manusia untuk terus menggali tanpa henti. Di twitter, facebook, instagram hingga youtube sekalipun, tak ketinggalan membahas kisah mistik sebagai sisi lain budaya di negeri ini.

Selasa, 17 September 2019

Dari Warung Tradisional Hingga Digital, tetap Merdeka Bersama KUDO

Warung tradisional di puncak Gunung Lawu
(Sumber gambar : Kompas.com)
Wakiyem nama aslinya. Orang-orang biasanya memanggil wanita beranak 4 itu dengan sebutan Mbok Yem. Ya, siapa yang tak kenal dengan pahlawan bagi pendaki di Gunung Lawu ini. Sosok yang mampu memanjakan perut pendaki, dari ancaman kelaparan karena perjalanan jauh. Mbok Yem merupakan pemilik warung tradisional “Argo Dalem” yang berada dekat dengan Hargo Dumilah, puncak tertinggi gunung Lawu.

Senin, 02 September 2019

Merdekakan Anak-Anak Dari Pneumonia Dengan 3 M (Melindungi, Mencegah dan Mengobati)

Sumber gambar : Baranews.co
Siapa bilang merdeka itu hanya berkaitan dengan bebas tidaknya sebuah negeri atas penjajahan bangsa lain? Tidak sayang. Lebih dari itu semua, arti merdeka sesungguhnya juga diwakili oleh kondisi kesehatan yang dimiliki masyarakat di sebuah negeri, terutama pada anak-anak di dalamnya.

Membahas tentang anak-anak, ah, saya jadi ingat salah satu dialog dalam film animasi Jepang karya Masashi Kishimoto, Naruto Shippuden. Dalam film tersebut, Masashi berusaha menyematkan pesan-pesan positif pada penggemarnya tentang berharganya keberadaan anak-anak bagi sebuah peradaban.