Minggu, 26 April 2015

Kalian yang terpenting dalam hidupku

Ditinggalkan oleh sahabat-sahabat yang berharga dalam hidup itu sesuatu yang sangat mengerikan menurutku. Entah itu hanya pandanganku atau realita. Dari banyak langkah yang aku jejakkan saat ini, aku bersyukur masih di karuniai kawan-kawan yang bisa diandalkan.

Mereka lah orang-orang yang membuatku bersemangat setiap kali aku merasa pesimis. Merekalah yang membuat aku tidak menyerah terhadap segala kesulitan yang aku hadapi. Ya, karena ada semangat dalam diri mereka yang mengalir dalam jiwa ini.

Jujur, akhir- akhir ini banyak sekali hal yang harus aku lakukan dan itu cukup menguras energi secara fisik maupun mental. Tapi entah mengapa setiap kali aku teringat mereka yang telah bekerja keras untuk semuanya , aku mulai bersemangat kembali. Mungkin itulah efek beruntuk dari semangat API yang sedang membara.

Bagiku keberadaan seorang kawan adalah sesuatu yang sangat penting. Banyak momen kebersamaan seperti berbagi cerita, bahkan pertengakaran yang justru membuat keterikatan tersendiri. Beberapa hari ini aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidupku, entah apa itu aku tak mengerti.

Aku menginginkan suatu jalinan persahabatan yang lebih erat, tidak dibatasi oleh kepentingan dan juga keegoisan. Sebuah ikatan yang terjalin karena adanya kebersamaan dan saling memiliki.
Untukmu setiap rekanku dalam organisasi, aku membutuhkan semangat kalian. Aku membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar menyelesaikan tugas organisasi saja, yakni kekeluargaan. Percayalah aku bahkan merasa tak berharga tanpa kalian. Kalianlah penyemangat hidupku disini.

Ayo kita eratkan hubungan silaturrahim ini tidak sebatas pada tugas organisasi. Terima kasih teruntuk kalian yang sudah mau bekerja keras dan mendukung segala hal. Aku mencintai kalian semua :)


Olehku : Nurul Mutiara R.A


Manajemen UNY 2013

Selasa, 14 April 2015

Mungkin Inilah Takdir

Dan seperti itulah takdir,..

Tuhan menciptakan banyak sekali teka-teki dalam hidup ini. Ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Ada kerinduan adapula kesepian. Ada kelahiran ada kematian.

Setiap manusia memiliki takdir yang berbeda-beda dalam hidup mereka. Begitu juga denganku. Keberadaan ku di UNY ini bukan tanpa alasan. Pertemuanku dengan berbagai macam orang dengan berbagai karakter pun sudah Tuhan plotkan.
Jujur,

Awalnya aku bersedih tentang kejadian yang akhir-akhir ini terjadi padaku. Tentang kerinduan pada keluarga yang kucintai, tentang kisah cintaku dengan si dia dll. Tapi aku sadar bahwa aku tak mengerti apapun tentang hidup ini. DIA-lah yang maha tahu atas segala sesuatu. Jika suatu waktu aku pernah bermimpi bersama, menjalin ikatan yang kuat dan juga membentuk sebuah kebahagiaan. Itu juga bisa hilang dalam sekejap. 

Takdir itu akan memisahkan secara otomatis, jika memang tidak terjadi kecocokan, maka semuanya akan terpisah dan pergi menuju takdir hidup masing-masing. Aku percaya itupun terjadi dalam hidupku sekarang ini. Takdir telah memisahkan ku dan membawaku pada hati kosong yang akan ku jaga hingga waktu tertentu, saat aku siap. Inilah takdirku inilah hidupku. Percaya pada takdir-NYA itu hal terpenting dalam hidup. 

Oleh : Nurul Mutiara R. A
           Manajemen 2013 A

Minggu, 12 April 2015

Untukmu orang spesial

Aku mungkin tak mengerti apa yang ada dalam pikiranku sendiri. Setiap kali bertemu denganmu, ada perasaan bahagia dan menyenangkan tersendiri. Apalagi saat kamu benar-benar bisa tersenyum dan bersikap cerewet, itu merupakan indikator bahwa kamu tidak berada dalam tekanan. Dan itu membuatku lega.

Selama ini, aku melihatmu begitu lelah dan bekerja keras. Itu semua kamu lakukan karena kamu begitu bertanggungjawab terhadap segala hal yang sedang kamu hadapi. Ya, karena kamu sedang belajar. Belajar untuk bisa bertindak lebih baik dan menjadi orang yang bisa diandalkan. Akhir-akhir ini aku memang tidak mengerti bahkan menjadi menyebalkan. Ya mungkin karena aku juga sedang berada di dalam tekanan juga. Maaf.

Apakah kamu tahu??

Meskipun kamu tak melihatku, tapi aku memperhatikanmu. Meskipun aku terlihat cuek, tetapi ada perasaan bahagia saat kamu tersenyum. Kamu selalu membuatku lega saat berbicara, tapi kadang juga kamu bisa membuatku jengkel bahkan marah. Tapi apapun itu aku tetap merasa bahagia. 
Tapi,

Akhir-akhir ini sepertinya kamu lebih terlihat bahagia bersama orang lain. Dan aku hanya bisa memahami itu sebagai sebuah tanda bahwa aku bukan menjadi apa-apa. Aku hanya menyukaimu dan ingin kamu bahagia dan tidak rendah motivasi. Jikapun aku harus mundur, maka aku siap melakukannya. Karena mungkin itu terbaik untuk kamu dan untukku. Aku percaya, jika Tuhan telah menakdirkan sesuatu, pastinya semuanya akan menyenangkan. InshaAllah :)

(THE EARTH)