Jumat, 18 Februari 2022

Pengalaman Mengobati Kucing Diare dengan Anus Memerah

Pengalaman mengobati kucing yang diare dengan anus memerah. Siapa yang tak sedih saat melihat kucing kesayangan menderita diare dan bagian anusnya mengalami peradangan? Tentu tak ada. Bagi pecinta kucing, melihat anabul kesayangan hidup sehat adalah kebahagiaan. 

Beberapa waktu lalu, kucingku bernama Cubit terlihat mengalami diare parah. Ia yang biasanya antusias saat makan menjadi lemas dan tak bergairah sama sekali.

Setelah aku perhatikan selama 4 hari belakangan, Cubit mengalami gejala
  1. Mencret
  2. Tak antusias makan
  3. Dubur atau anus memerah
  4. Anus mengeluarkan cairan kuning
  5. Berbau busuk dan menyengat
  6. Cacingan
  7. Pilek
Mulanya aku cari informasi di internet perihal penyakit Cubit. Ternyata beberapa artikel pernah membahas hal yang sama bahwa hewan peliharaan bisa mengalami diare karena bakteri, cacing atau alergi pada makanan.
Cubit yang mengalami diare, bagian ekor terlihat kotor dan tak rapi karena basah
Aku rasa Cubit tidak cocok dengan makanan basah yang aku beli di salah satu petshop di kotaku. Mengapa aku mengambil kesimpulan begitu? Sebab, kucing di depan rumah yang kuberi makanan yang sama juga mengalami diare layaknya Cubit. 

Nah, yang perlu kita pahami sebagai pemilik anabul, kita kudu jeli terhadap efek yang ditimbulkan oleh segala sesuatu yang kita beri, termasuk makanan. Jangan-jangan, wet atau dry food yang kita beri menimbulkan diare.


By the way, diare yang terlalu berlarut akan memunculkan luka pada bagian anus karena mencret yang mengotori bagian tersebut. Namanya kucing, dia gak seperti manusia yang bisa langsung mengobati atau ke dokter.

Saat kucing diare, ia akan tetap menjilati bagian anus untuk membersihkan diri. Gak heran, itu meningkatkan risiko si kucing terkena penyakit lain seperti cacingan dan pilek. Si Cubit juga demikian.
Dokumentasi pribadi ketika Cubit dibawa ke Parahita Satwa
Melihat Cubit kian lemas, untuk pertolongan pertama, aku membeli obat diare yang ada di pet shop. Tapi ternyata ia tak kunjung sembuh, malah semakin parah. Akhirnya, aku memutuskan untuk membawanya ke dokter hewan. 

Di VET tempat Cubit diperiksa, ia disuntik dengan obat anti diare dan diberi obat khusus kucing. Menurut Bu dokter, kesehatan Cubit masih 60 persen. Apabila ia tak segera dibawa, bisa-bisa berujung pada kematian.
Si Cubit ditimbang dahulu untuk mengetahui berat badannya 
Gambar di atas merupakan kondisi Cubit yang harus ditimbang untuk melihat penurunan berat badan yang ia alami. Menurut petugas VET, diare membuatnya kehilangan cairan tubuh dan nutrisi. 

Di VET bernama Parahita Satwa, aku membayar biaya dokter dan obat sebesar Rp 100.000 serta diberi resep untuk ditebus di apotik manapun dengan biaya Rp 21.000. So, aku menghabiskan uang untuk biaya si Cubit berobat, total sekitar Rp 121.000.

Kalau kamu kepengen biayanya Rp 0 atau gratis, kamu bisa kok membawa anabul kamu ke VET yang dimiliki oleh pemerintah. Biasanya, kamu harus menunjukkan KTP tempat kamu tinggal. 

Pengalaman, kucing Oyen milikku dibawa ke VET Pemerintah. Hanya saja, tempat tersebut cuma buka senin sampai jumat. Sedangkan, si Cubit terlihat parah saat hari minggu. Jadilah aku harus membawanya ke Parahita Satwa yang buka hari minggu.

Bagi kamu yang berada di kota Pekalongan dan membutuhkan penanganan medis untuk anabul pada hari minggu, kamu bisa datang ke Parahita VET. Well, ini bukan promosi ya. Aku hanya merekomendasikannya karena buka di hari minggu dengan pelayanannya yang bagus dan harga relatif terjangkau. 

Mengapa aku bilang terjangkau? Soalnya aku juga pernah memeriksakan kucingku bernama Belle di suatu VET dengan harga Rp 80.000. Meski harganya lebih murah, tapi Belle tak mendapat suntikan atau obat yang layak hingga akhirnya tak bertahan. Sedih kalau mengingatnya. 

So, jika kucing kamu memiliki gejala yang sama dengan kucingku. Segera bawa ia ke dokter hewan. Sebab, itu berhubungan dengan penyakit dalam dimana kita tak bisa sembarangan memberi obat. 

Adapun biaya untuk ke dokter hewan biasanya bergantung masing-masing. Pengalaman, untuk satu kali pemeriksaan plus obat. Aku membayar biaya sekitar Rp 80.000 hingga Rp 100.000. Kalau kucing membutuhkan rawat inap, biasanya akan membutuhkan dana kisaran  Rp 200.000-500.000 tergantung tiap VET. 

Ketika kamu berniat memelihara anabul, siapkan pendanaan pula untuk mereka ya Gaes. Seperti apapun, hewan merupakan makhluk hidup yang tidak bisa bicara dan membayar uang layaknya manusia. Mereka bergantung dengan kita, para pemeliharanya.
Catatan penting : Jangan mandikan kucing saat mereka sakit karena suhu air mempengaruhi tubuh kucing. 

19 komentar:

  1. wah bisa ehat kembali, jadi ingat saat masih praktek dokter hewan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata Mba Tira dokter hewan ya? Keren mbak.
      Salam dariku pemilik, Cubit hehe

      Hapus
  2. Setuju mba. Kalo udah komit utk plihara binatang, ya harus sediakan segalanya, termasuk waktu dan dana. Aku sendiri pro steril, dan udah siapin dana buat anabul2 di rumah. Termasuk makanan khusus mereka, pasir dll. Suami awalnya sempet sebel, Krn jujur budget mereka lumayan tinggi 🤣🤣🤣. Tapi aku bilang aja, para anabul ini pintu rezeki. Pasti adaaa aja ntr rezeki buat kita Krn udah sayang dan plihara mereka 😁. Skr malah pak suami udah sayang Ama semuanya 😄.

    Syukurlah udah sembuh kucingnya mba. Iya niih, aku sendiri suka ragu kalo Gonta ganti makanan kucing. Takut ga cocok. Makanya kalo udh pas Ama 1 brand, biasanya aku itu aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, pertama sih nyoba-nyoba pakai brand makanan kucing lainnya karena brand makanan biasa yang aku beli (yang kalengan) gak ada. Langka. Eh malah kucing-kucingku pada sakit. Termasuk kucing liar yang ikutan nimbrung makan kak

      Hapus
  3. Masya Allah ,kagum saya kalau orang yang melihara hewan itu all out, maklum mba dikomplekku jadi hubungan bertetangga kurang nyaman karena yg memelihara abai, sehat sehat ya di mpus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rada susah juga sih mbak kalau memang lingkungan gak mendukung. Iya Mbak makasih, alhamdulillah si Cubit udah mulai sembuh hehe

      Hapus
  4. Berkah banget ya mba semoga rejekinya selalu ditambah karena sayang banget sma kucing sampai sepenuh hati saya sndiripun tidak bsa kaya mba semoga kucingnya selalu sehat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih doanya ya mbak Yanti. Semoga doa baik itu juga terkabul pada Mbak dan keluarga :)

      Hapus
  5. Butuh ketelatenan memelihara kucing yah Kak, mereka jg butuh perhatian saat sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Kak. Kalau cuma dibiarin kasihan soalnya :(

      Hapus
  6. Ya Allah, kasian banget... Beruntungnya kucing punya Mbak yang baik banget. Kalau denger temen yang punya kucing, memang harus dijaga makannya biar nggak muntah atau diar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,terutama dari segi makanan dan lingkungannya sih :)

      Hapus
  7. Begitu besar perjuangan mu untuk kucing ini mba, semoga gak terjadi lagi hal-hal yang mengerikan pada kucing yang lucu ini ya. Berkah selalu mba..

    BalasHapus
  8. Ya Allah, kasian banget... Beruntungnya kucing punya Mbak, jd bisa dibawa berobat. Kata temen yang punya kucing, makanan kucing memang harus dijaga, krn kalau sembarang suka muntah dan diare katanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Makanan sama lingkungan sensitif banget sih nularin ke hewan peliharaan :)

      Hapus
  9. Cepet pulih Cubit.. Aku dlu bawa kucing ke VET karena dia tumbuh daging habis berantem. Pokoknya emang sedih banget ya mbak, klo anabul sakitt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Bener banget.Kerasa nyesek aja sih rasanya. gak tahan ngelihat mereka kesakitan :(

      Hapus
  10. Cubit yang selalu muncul di Insta Story Mba Mutiara.

    Informasi yang sangat berharga buat para Cat lovers, semoga Kucing Kita selalu sehat yaa

    BalasHapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam