Selasa, 14 Januari 2020

Main ke Pekalongan, Jangan Lupa Mampir ke Gapura Nusantara

Halo sobat traveler, gimana kabar kamu? Semoga selalu sehat dan bahagia ya. Kali ini, aku mau berbagi cerita nih mengenai episode muter-muterku naik sepeda ke salah satu ikon Kota Pekalongan terbaru bernama Gapura Nusantara.
Sudah pernah mendengar mengenainya? 
Baiklah. Wajar aja sih kalau kamu yang berada di luar Pekalongan belum tahu. Soalnya Gapura Nusantara baru diresmikan sekitar tanggal 22 Desember 2019 lalu. Jadi masih fresh banget ya, ibarat gorengan, masih baru diangkat dari wajan. (Eh malah ngomongin makanan wkwk).

Nah, demi meresmikan spot wisata ini, berbagai acara digelar dari pagi hingga malam hari. Ada senam, kirab budaya, orasi, pembacaan puisi, dan masih banyak lagi kegiatan kece lainnya. Kebetulan karena waktu itu aku sedang ada acara keluarga, jadi aku gak bisa hadir saat peresmian.
Padahal, kata teman-temanku, acaranya berlangsung meriah. Banyak sekali pengunjung yang hadir untuk menyaksikan kemeriahan acara peresmian tersebut. Mulai dari warga lokal hingga masyarakat dari kota lain yang kebetulan lewat.
Well, gak mau kehilangan atmosfer keseruan karena tak bisa hadir saat launching, beberapa waktu lalu aku memutuskan bersepeda bersama adikku dari rumah menuju ke Gapura Nusantara. Aku pengen lihat seberapa ramainya tempat tersebut di waktu pagi dan mengukur jarak 

Ternyata nih, jaraknya gak terlalu jauh. Cuma membutuhkan waktu sekitat 15 menit dari rumah. Btw sobat, meskipun saat itu aku dan adikku sampai pukul 7.30, suasana disana sudah ramai minta ampun. Maklum, depan Gapura merupakan supermarket, dan lokasi Gapura Nusantara sendiri berada di alun-alun Kota Pekalongan.
Apabila kamu sedang berencana berkunjung ke Kota Batik, gak ada salahnya kamu mampir ke tempat ini. Dijamin, gak bakal nyesel karena memang penataannya bagus.
Tapi saran aja, kalau kamu datang, waktunya jangan terlalu siang. Soalnya, bakalan panas banget. Aku aja yang ngendon disana dari pagi hingga pukul 10.00 merasakan panas karena matahari sedang terik-teriknya. Beruntung jika kamu datang saat suasana mendung, jadi bakalan teduh dan menyenangkan.

Sepintas, saat kamu memperhatikan Gapura Nusantara, bentuknya hampir mirip dengan gapura yang ada di Kediri atau bahkan yang ada di Paris, iya gak? Yap, memang aku awalnya berpikir demikian.
Arc The Triomphe (sumber : Traveler Guidebook)
Gapura di Kediri (Sumber gambar : id.wikipedia.org)
Mungkin inspirasinya diperoleh dari kedua bangunan tersebut. Nah, perbedaannya, Gapura Nusantara kental sekali dengan ornamen batiknya. Bisa dilihat, kursi-kursi bulat yang ada disana, tergores batik-batik khas Pekalongan yang begitu indah.
Nuansa batik terlihat di kursi-kursi batu yang ada di sepanjang trotoar.
Ya, kita tahu bahwa Kota Pekalongan sendiri dikenal sebagai Kota Batik. Tentu, adanya hal ini menjadikan Gapura Nusantara harus memiliki ciri khas Kota Batik. Gimana, cantik dan hits kan?
Harapanku nih untuk ikon baru ini, bisa dijaga kebersihan dan penataannya oleh masyarakat. Jangan sampai pemerintah sudah membangun dengan biaya yang besar, namun masyarakat malah merusak dengan membuang sampah sembarangan, mencorat-coret atau bahkan mengambil ornamen yang ada disana. Beneran, jangan sampai deh.

Harusnya, sebagai masyarakat yang dikenal ramah dan baik, kita juga harus menjaga aset yang kita miliki. Termasuk aset berupa tempat wisata ini.
Dibelakangku sebelah kanan sedang dibenahi lantainya karena rusak.
Soalnya sobat, beberapa hari yang lalu ketika berkunjung, aku mendapati lantai gapura yang tengah diperbaiki karena rusak. Aku gak paham itu ulah siapa. Tapi kalau udah kayak gini kan sayang banget ya. Masak baru beberapa hari aja diresmikan, dah rusak aja lantainya. Intinya mah, hati2 kalau berkunjung ke tempat wisata manapun.

Yap, itulah cerita singkat dariku mengenai Gapura Nusantara. Yokklah yang mau main ke Pekalongan, jangan lupa abadikan kisahmu disana ya!

2 komentar:

  1. Wah, pengen banget ke pekalongan. Wisata sejarahnya sepertinya banyak juga ya mb...kota yang unik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wisata sejarah ada, wisata batik ada, wisata instagramable juga ada kok mba. Kapan2 main ke Pakalongan Mba Sapti :)

      Hapus