Selasa, 07 November 2023

Review dan Pengalaman Seminggu Memakai Asus Vivobook A416M

Asus Vivobook A416 gambar
Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan hadiah dari kompetisi menulis yang diadakan oleh Asus Indonesia dan Mbak Adventurose, salah satu teman blogger.

Mengambil tema "Laptop terbaik versi gue" aku membuat ulasan mengenai laptop Asus yang aku punya yakni Vivobook X505ZA yang menjadi partner kerja sejak tahun 2018 akhir. 

Taraaa, setelah pengumuman, ternyata aku juara 4 dan berhak mendapatkan hadiah 1 buah laptop Asus Vivobook A416. Nah, melalui ulasan kali ini, aku ingin me-review penggunaan selama 1 minggu belakangan. 

Desain Laptop

Pertama kali, laptop ini sampai, suka sekali dengan desainnya. Warna silver dan glossy. Ada tulisan Asus di bagian covernya. Menurutku pribadi terlihat cukup elegan. 

Tak seperti laptop Asus-ku sebelumnya yang punya cover bertekstur, si Vivobook A416 ini halus dan licin. Hati-hati ya kalau bawa, takut melorot begitu aja hehe

Asus Vivobook A416 termasuk laptop tipis dengan ukuran layar 14 inci. So, bagi orang yang suka perangkat yang kecil, cukup rekomended untuk dimiliki. 

Bobot laptop

Selama aku memakainya, bisa dibilang bobotnya ringan banget. Ya, sesuai dengan apa yang dijelaskan di spesifikasinya bahwa Asus Vivobook A416 punya berat sekitar 1,5 kilogram.  

Sampai sekarang belum pernah aku bawa jalan-jalan sih. Jadi belum tahu betul tingkat keringanan ketika dibawa di ransel. Meski begitu, melihat laptopku sebelumnya yang berbobot 1,68 kg saja sudah ringan, aku yakin Asus Vivobook A416 juga sama. 

Keyboard, touch pad dan layar

Asus Vivobook A416 memang punya keyboard, touch pad dan layar yang berbeda dengan laptop Asus-ku sebelumnya. Perlu diketahui bahwa Asus Vivobook A416 punya tut keyboard yang lebih empuk. Enak aja ketika dipakai mengetik.
Keyboard yang punya cahaya latar belakang (dok.pri)
Keyboard juga udah backlit sehingga bisa bermanfaat saat mati lampu. Aku beberapa kali memakainya dalam keadaan mati lampu karena listrik padam. 

Touch pad juga sudah terintegrasi dengan finger print sensor sehingga memudahkanku membuka laptop dengan cepat. Tinggal pilih, sekali touch atau ketika pin via keyboard. Btw, pastikan jarimu kering ya saat menyentuh fingerprint.

Selama beberapa waktu pemakaian, aku suka sih konsep fingerprint ini. Sangat memudahkan ketika akan membuka laptop. Jadi, aku gak perlu lagi ketik-ketik PIN yang njelimet itu hehe.

Touch pad yang terintegrasi dengan fingerprint sensor
Untuk layar sendiri, kalau aku lihat sih belum OLED karena memang ini masih termasuk laptop entry level. Jadi warna yang ditampilkan juga tidak sebagus layar OLED yang memang lebih kaya warna. 

Tapi its okay. Biasanya aku sesuaikan secara manual sesuai dengan kenyamanan mata, tingkat kecerahan. Lagian, bisa juga menyediakan layar melalui Asus Splendid. 

Kinerja laptop

Asus Vivobook A416 ini masih memakai teknologi Intel Celeron. Kalau aku baca-baca sih, prosesor ini memang full power, tapi dia udah cukup untuk menunjang pekerjaanku sebagai penulis dan blogger. RAM yang dipakai 4 GB dengan storage SSD 256 GB. 

Selama seminggu belakangan, aku menggunakannya untuk menulis, desain sederhana menggunakan aplikasi serta menonton hiburan bersama adikku, entah itu drakor atau film. Suara yang dihasilkan juga lumayan kenceng, okelah. 

*** 

Baiklah guys, itu dia review singkatku mengenai penggunaan laptop Asus Vivobook A416 selama seminggu belakangan. 

Jujur, sebenarnya laptop Asusku yang lainnya sedang bermasalah bagian motherboad sehingga adanya Vivobook A416 membantu aku banget untuk urusan tulis menulis. Maybe, next time bakal nulis lagi review laptop setelah penggunaan 2 tahun lebih hehe. 

2 komentar:

  1. kebetulan saya lg nyari laptop, kyknya cocok nih yg ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha kalau untuk nyari yg harganya murah tapi bisa utk aktivitas blogging, bisa sih kak, si Vivobook ini dipilih

      Hapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam