Selasa, 24 Mei 2022

Pentingnya Memahami Spesifikasi Ponsel bagi Perempuan

"Dalam memilih ponsel, hal apa saja sih yang biasanya diperhatikan perempuan?"

Beberapa waktu lalu, aku bercakap dengan temanku yang hendak membeli ponsel. Baginya, fitur utama yang harus ada yakni menyoal kualitas kamera. Sebab, baginya kamera merupakan bagian ponsel yang sering digunakan. Yap, dia memang benar.

Senada dengan temanku itu, kakakku juga punya pemikiran yang sama. Kamera adalah fitur fardhu ain yang musti jadi ancang-ancang saat membeli ponsel. Lalu, bagaimana dengan fitur lainnya bagi mereka. Apakah sangat penting untuk dipertanyakan? 

*** 

Beberapa kali aku mengamati reviewer gadget. Rata-rata ketika ada produk ponsel terbaru launching, pasti kebanyakan yang komen adalah kaum Adam. Perempuan? Ada. Tapi bisa dihitung oleh jari. 

Soal pemilihan ponsel, tak semua perempuan memang abai. Tapi kebanyakan teman perempuan yang dekat denganku ketika ditanyai tentang spesifikasi ponsel pasti tahunya cuma kamera dan kapasitas penyimpanan. 

Lho kok bisa begitu? Aku juga gak tahu sih. Tapi aku hanya menyampaikan kondisi yang terjadi pada kaum hawa soal memilih ponsel di sekitarku, entah melalui teman maupun saudara.

Tahu gak sih Gaes, menurutku, memahami spesifikasi ponsel bagi perempuan itu penting lho. Jadi, jangan hanya bertumpu pada fitur "Kamera" atau "Storage" saja. 

Masih ada spesifikasi lain yang perlu dipahami seperti, tingkat kecerahan layar, RAM, kualitas video, OIS, jenis layar, baterai dan kualitas audio. 

Mengapa semua pengetahuan tentang spesifikasi itu penting? 

Well, aku pernah punya pengalaman, baik aku sendiri maupun teman, saat memilih ponsel. Kejadiannya ketika aku kuliah dulu. 

Dulu, sekitar tahun 2013 awal, aku masih menggunakan feature phone atau bahasa gampangnya ponsel 'tulilulit'. Suatu hari, karena ada rezeki lebih, akhirnya aku berniat membeli android karena rata-rata temanku sudah menggunakan WA saat chating. 

Berbekal informasi yang sangat minim, aku dan ibuku datang ke kounter untuk membeli smartphone. Disana, aku zonk. Gak tahu mau beli yang spek kayak gimana, kamera kayak apa, RAM dan storage berapa. Intinya aku cuma lihat dari harga yang murah dan asal beli. 

Hasilnya? Wadawwww. Baru dipakai 6 bulan, smartphone yang kumiliki sudah lelet minta ampun dan kameranya gak layak untuk digunakan. Lalu, salah satu kawan di Organisasi ku (Laki-laki) mencoba lihat spek ponselku. 

Then, dia berkata 

"Rul, kok hapemu lambat minta ampun. Coba tak lihat speknya?" 

Well, jadi ponsel merek "Fulan" yang aku beli dengan harga Rp 700 ribu kalau itu memiliki RAM 0,5 GB, storage 512 MB, kamera utama 2MP, kamera depan VGA, dan Teknologi lainnya yang begitu membagongkan. Padahal waktu itu, ponsel yang sedang hipe punya RAM min 1 GB dengan storage 8 GB.

Wajar kalau ponsel hasil aku beli saat itu termasuk spek kentang. Spek yang dianggap tak mumpuni untuk diajak bekerja. Bahkan untuk melakukan chat WA saja lambatnya bukan main. Bayangkan saja, RAM 0,5 GB dengan storage 512 MB itu selambat apa buat nyimpen data haha

Belum lagi ditambah kamera yang sering hang gara-gara gak kuat memotret. Padahal di speknya tertulis 2 MP, namun saat aku gunakan untuk memotret pemandangan, kadang menutup dengan sendiri. Baterainya, baru di charger 100 persen, dalam 1 jam bisa langsung 0 persen.

Sejak saat kejadian itulah, aku mulai aware kalau memahami spek itu penting. Harga murah sih oke, tapi kalau berakhir dengan rasa kecewa, ya sama aja. 

Jujur, kalau kita gak paham blas tentang spek, yang ada kita malah dapat produk ponsel yang kurang worth it. Atau, kalau penjual ponselnya nakal, bisa jadi kita direkomendasikan dengan ponsel yang jelek tapi punya harga mahal.

Sejak kapan aku peduli tentang Spek Ponsel?

Aku punya cerita. Jadi, setelah aku mengalami kesulitas selepas membeli ponsel, aku mulai berpikir keras untuk memahami segala sesuatu tentang ponsel. Aku mikirnya, suatu hari bisa jadi aku membeli ponsel lagi.

Nah, beruntungnya, saat masa-masa kuliah, aku diajak teman untuk membeli ponsel. Di sana, para penjual menjelaskan secara detail fungsi dari masing-masing fitur seperti RAM, ukuran layar, baterai, ukuran piksel kamera hingga banyak hal.

Tak mau melepaskan kesempatan untuk dapat pengetahuan baru, aku bertanya detail pada si penjual. Toh, nanti temanku bisa jadi membeli ponsel dari tokonya. Dan sejak si penjual menjelaskan banyak hal mengenai spek, aku merangkum beberapa pertimbangan saat hendak membeli ponsel,

  1. Beli ponsel sesuai budget yang dimiliki
  2. Kenali kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan ponsel
  3. Cari ulasan mengenai tipe ponsel yang hendak kita pilih.
  4. Tanyakan menyoal spek pada orang yang paham
  5. Beli ponsel di tempat yang terpercaya dan penjualnya ramah

Yap, itu dia cerita maupun hal-hal yang perlu dipahami perempuan terkait pemahaman spek ponsel yang hendak dibeli. Kenapa aku hanya menitikberatkan pada perempuan? Well, pada beberapa kasus, aku mendapati bahwa perempuan cenderung kurang teliti saat memilih ponsel.

Setidaknya, itu yang terjadi pada beberapa orang di dekatku termasuk aku sendiri. Dengan adanya ulasan ini, aku hanya berharap kejadian gagap teknologi (gaptek) tidak terjadi pada perempuan. Terutama ketika hendak membeli ponsel untuk partner bekerja.

7 komentar:

  1. Benar banget mba! Baca judulnya, karena kadang pere hanya liat tampil aja ya, nggak tahu apa yg dibutuhkan dari HPnya, mksh tipsnya nih

    BalasHapus
  2. Saya termasuk yang mementingkan kamera dan mesinnya. Casingnya juga. RAM-nya juga. Baterainya, dan keawetan.
    Walah... malah semuanya. Tapi bukan yang merk mahal banget itu... saya ga mau memaksakan diri punya.
    Tapi paling penting memang hasil foto, harus sedekat mungkin dengan aslinya karena saya tidak suka hasil foto kamera jahat.

    BalasHapus
  3. Setuju banget nih ka kadang kita cma liat tampilan sama ikutan trend aj buat gnti hp baru tapi spesifikasinyaa gk kita lihat secara cermat ..thanks bngt tips2nya ya ka

    BalasHapus
  4. Iya...
    Aku juga jarang banget detil ngliatin spek. Awal yang aku liat pasti model lalu harga. Hehhe, merk juga penting.
    Lalu terbayang zaman digital banyak banget bertaburan review gadget, jadi sempetin nonton satu persatu review tersebut dengan patokan range harga yang ditetapkan.

    BalasHapus
  5. betul sih, penting banget emang... sesuaikan dgn kebutuhan kita

    BalasHapus
  6. Kamera ponsel hukumnya fardhu ain.. wkwkwk..tapi kalau dipikir benar juga sih kamera ponsel sangat perlu walau tak suka selfie kadang diperlukan juga dalam pekerjaan..hihihi

    BalasHapus
  7. Penting banget buat tau lebih lanjut, apalagi kan ponsel buat digunakan utk kerja

    BalasHapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam