Minggu, 07 Februari 2021

Inilah 6 Rekomendasi Film Horor karya Stephen King ala Naramutiara

Saat ini merupakan masa-masa pandemi dimana kita semua lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Bahkan nih, di tempatku sendiri, Jawa Tengah, pada tanggal 6-7 Februari 2021 besok akan meliburkan diri dari segala aktivitas. Tujuannya jelas, Pak Ganjar selaku gubernur berkeinginan agar semua orang melakukan Work from Home.

Nah, pada masa-masa berada di rumah tentunya kita banyak melakukan aktivitas-aktivitas yang mampu mengusir kejenuhan seperti bertanam, memasak bahkan menonton film bersama keluarga. Well, menyoal menonton film, aku bakal merekomendasikan karya Stephen King yang mindblowing banget. 

Udah tahu kan siapa Stephen King itu? Belum? Baiklah, kalau begitu mari berkenalan dengan beliau. Stephen Edwin King adalah seorang penulis kontemporer Amerika Serikat. Novel-novelnya yang umumnya bergenre horor, fiksi ilmiah, dan fantasi telah terjual lebih dari 350 juta eksemplar di seluruh dunia, dan sebagian di antaranya telah diadaptasi menjadi film layar lebar, film televisi, dan buku komik (Wikipedia).

It  1 dan It 2 (2017 dan 2019)

Bagi pecinta horor, siapa sih yang tak mengenal film It? It 1 dan 2 merupakan film yang bercerita tentang sesosok makhluk yang meneror sebuah kota bernama Derry. Di kota tersebut, setiap 27 tahun sekali akan mengalami bencana kehilangan anak yang misterius. Usut punya usut, pelaku dari kehilangan itu adalah badut jahat bernama Pennywise. Dia memakan dan membunuh anak-anak yang ditemuinya.

Nantinya, badut ini akan berhadapan dengan The Loser club, sebuah genk anak-anak yang anggotanya terdiri  Stan, Eddie, Richie, Mike, Beverly dan Ben. Meskipun nama grup mereka The Loser, namun kenyataannya mereka merupakan anak-anak pemberani yang mampu melumpuhkan si Pennywise ini. It 2 adalah cerita mengenai The Loser dewasa yang siap mengalahkan Pennywise untuk selamanya.

The Mist (2007)

The Mist mengisahkan teror kabut yang terjadi di sebuah kota kecil bernama Bridgeville di Maine. Mulanya, orang-orang mengira itu hanya kabut biasa yang datang karena cuaca buruk. Namun ternyata mereka salah besar. Bersamaan dengan datangnya kabut ada kematian yang mengintai. Kabut tersebut membawa monster-monster mengerikan yang membunuh penduduk Maine satu per satu.

Nantinya, tokoh utama dalam The Mist adalah David Drayton (Thomas Jane) yang berjuang untuk tetap survive dari ancaman monster-monster yang mengintai dari dalam kabut. Diduga, penyebab kabut itu adalah hasil eksperimen yang diberi nama “The Arrowhead Project” yang merupakan markas rahasia militer.

The Mist merupakan film yang disutradarai oleh Frank Darabont. Dirilis pada tahun 2007 lalu dan diangkat dari novel karya Stephen King yang ditulis tahun 1980. Katanya nih, ending dari film ini berbeda dari novelnya lho. Frank---selaku sutradara---memodifikasi ending agar terkesan lebih horor dan menegangkan. Dan ending inilah yang kemudian menarik banyak pujian.

The Shining (1980)

The Shining adalah film horror klasik terbaik karya sutradara Stanley Kubrick. Sebenarnya film ini sering disebut-sebut sebagai horor terbaik di zamannya. Namun, aku baru menontonnya beberapa waktu lalu karena jenus setelah berada di rumah untuk WFH. Setelah menyaksikannya langsung, ternyata memang layak diacungi jempol karya dari Stephen King ini. Bagaimana tidak, dari film inilah aku bisa merasakan kengerian sebuah hotel bernama Overlook yang dibangun di atas tanah Indian.

The Shining merupakan prekuel dari film Doctor Sleep yang bercerita tentang seorang penulis bernama Jack Torrance (Jack Nocholson) yang diminta menjaga Hotel Overlook selama musim dingin. Jack membawa serta istrinya, Wendy dan anak lelaki mereka, Danny untuk hidup bersama selama musim dingin. Suatu hari, Danny melihat hal-hal aneh di hotel tersebut. Ya, Danny merupakan anak istimewa yang biasa disebut sebagai anak bersinar atau The Shining.

Kabarnya, orang-orang yang menjaga Hotel Overlook sebelumnya meninggal secara misterius dan mengenaskan. Beberapa diantaranya membunuh keluarganya karena alasan yang tak jelas. Nah, setelah kamu melihat film secara keseluruhan, kamu bakal tahu bahwa hotel tersebut memang terkutuk, menyebabkan orang di dalamnya menjadi gila. Penasaran? Tonton aja sendiri ya hehe

Doctor Sleep (2019)

Doctor Sleep merupakan sekuel dari film The Shining yang rilis tahun 2019 lalu. Film ini mengisahkan tentang Danny Torance yang telah dewasa dan berusaha untuk menyembuhkan trauma masa lalu yang membuatnya terluka. Setelah kabur dari Hotel Overlook, Danny berusaha hidup normal dengan menjadi seorang perawat.

Suatu hari, ia bertemu dengan seorang anak bernama Abra Stone yang memiliki keistimewaan ala The Shining seperti dirinya. Abra mengatakan bahwa ada sebuah kelompok jahat bernama True Knot yang suka memangsa sesama orang istimewa. Mereka berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya untuk para Shining. Well, bagaimana nasib Abra dan Danny selanjutnya melawan kelompok True Knot?

Doctor Sleep disutradarai, ditulis, dan disunting Mike Flanagan serta dibintangi Ewan McGregor, Rebecca Ferguson, Kyliegh Curran, Carl Lumbly, Zahn McClarnon, Emily Alyn Lind, Bruce Greenwood, Jocelin Donahue, Alex Essoe, dan Cliff Curtis. By the way nih, aku menonton film ini justru sebelum menyaksikan prekuelnya, The Shining. Dan menurutku, baik film pertama maupun sekuelnya, semuanya bagus. Mindblowing.

Pet Sematary (Versi tahun 1989 dan 2019)

Bagaimana perasaan kamu ketika melihat hewan yang sudah mati hidup kembali di hadapanmu? Pastinya mengerikan bukan? Ya, demikian pula dengan film ini. Pet Sematary mengisahkan dr. Louis Creed, yang pindah bersama istrinya Rachel dan kedua anak mereka dari kota Boston ke kota kecil di Maine.

Suatu hari, anak dr. Louis yang bernama Ellie menemukan area pemakaman misterius yang berada di dalam hutan. Di sana, Ellie menjumpai anak-anak yang memakai topeng seperti hendak menguburkan sesuatu di area pemakaman. Penasaran, ia mendekati, bermaksud melihat. Namun, Ellie dihentikan oleh kakek tua bernama Jud Crandall yang merupakan tetangganya.

Suatu hari, kucing milik Ellie ditemukan mati secara misterius. Tak ingin putrinya bersedih bila menemukan hewan kesayangannya itu mati, pada akdirnya Louis dan Jud berencana segera menguburkan kucing milik Ellie di pemakaman misterius itu. Dan, keajaiban pun terjadi.

Pet Sematary ini memiliki dua versi, versi terbarunya rilis tahun 2019 dan versi jadulnya rilis tahun 1989. Jadi beberapa waktu lalu aku mencoba menonton versi baru dan jadul, ternyata ada perbedaannya lho, kawan! Kalau boleh jujur, aku suka ending Pet Sematary versi jadul daripada yang baru. Hanya saja kalau yang baru, aura kengeriannya itu lebih diperdalam. So, kalau penasaran, langsung aja nonton ya.

In the Tall Grass (2019)

In the Tall Grass adalah sebuah film drama horor supranatural Kanada tahun 2019 yang ditulis dan disutradarai oleh Vincenzo Natali. Film tersebut berdasarkan diadaptasi dari novel dengan nama yang sama karya Stephen King dan putranya, Joe Hill.

Film horor thriller ini mengisahkan seorang perempuan bernama Becky yang masuk ke dalam hamparan rumput tinggi nan luas bersama kakaknya. Becky dan kakaknya masuk ke rumput tersebut setelah mendengar suara seorang anak meminta tolong. Permasalahannya, ketika mereka berada di dalamnya, mereka mulai terpisah satu sama lain dan menemukan keanehan yang mengerikan.

Ada apa sebenarnya di balik rerumputan tinggi itu? Apakah ada sosok monster besar mengerikan yang siap menyantap mereka? Sayangnya, tidak. Di film tersebut, kengerian bukan berasal dari taring-taring atau auman monster yang mengejar-ngejar. Tapi justru berasal dari rumput-rumput yang membuat setiap orang terjebak selamanya apabila masuk ke dalamnya.

Relate : Review Film Pendek La Noria : Cerita Horor dalam Balutan Keharuan

Well, bagi orang yang menyukai kebebasan dan juga lingkungan yang ramai manusia. Aku merasakan creepy luar biasa ketika membayangkan menjadi tokoh-tokoh dalam film "In The Tall Grass". Lha gimana gak Creepy coba, mereka gak bisa keluar dari rerumputan itu dan terpisah satu sama lain. Kalau gak percaya dengan kengerian di dalamnya, nonton aja deh hehe.

*** 

Baiklah, itu dia enam film yang diadaptasi dari novel karya Stephen King yang menurutku sangat layak untuk ditonton. Sebenanrnya karya beliau itu banyak banget, ada yang horor ada juga yang ke arah fantasi. Namun karena 6 film ini yang menurutku paling membekas dan rekomended bagi kamu yang suka tantangan, so aku ulas deh mereka semua.

Nah, kalau kamu sendiri nih, udah nonton yang mana aja? Atau mau nambahin judul lainnya karya Stephen King yang belum aku ulas? Bisa kok, aku tunggu di komen ya. Salam hangat semua.

17 komentar:

  1. Wah semua nya seru dan menegangkan nih kak..duh aku penakut banget nih.. kalau suruh nonton film horor dah nyerah aja deh.. sepanjang nonton tutup mata hahaah.. thanks rekomen nya kak..anakku yang remaja suka nih sama film horor.. bisa buat info ke anakku nih nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, cek aja ke blogku, siapa tahu nanti aku infoin perihal film lainnya :D

      Hapus
  2. Aku dong belom pernah nonton semuanya!
    Tapi the tall of grass kayanya menarik & serem. Bikin ngeri kalo maen ke kebon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu kayak psikologikal horor gitu sih mbak, dan menurut aku emang cukup ngeri hehe

      Hapus
  3. Aku sudah nonton Doctor Sleep,IT dan Pet Semetary di bioskop. Memang genre horornya bagus sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh, udah nonton juga tho Mba Nurul? Tossssss!

      Hapus
  4. Btw dari enam film horror karya Stephen Edwin King diatas samsek aku belom pernah nonton loh Mba hehe... Karena jujur aku gak berani nonton horror karena sering kebawa kemana-mana dan akhirnya takut sendiri 😅

    BalasHapus
  5. waduh aku ga suka film horor, apalg yang pake darah2 beuhh pantang, nyiksa diri rasanya, soalnya endingnya suka jadi takut ngapa2in hahahaha, apalg film horor Indonesia seremmm

    BalasHapus
  6. Film karya Stephen king emang bagus, aku suka nonton filmnya, mau genre apa jg terlihat keren dan totalitas

    BalasHapus
  7. Thankyou kak Mut, aku jadi punya referensi film horor nih, karena aku suka bgt nonton film horor pas dirumah aja, menghibur bgt hihihi

    BalasHapus
  8. Doctor Sleep kayaknya ngena banget dah soalnya soal trauma nih

    BalasHapus
  9. Sebenernya aku suka nonton film horror, tapi seringnya nonton film Asia karena ngerasa perhantuannya lebih nyeremin di Asia haha. Nanti coba deh nonton karya Stephen King.

    BalasHapus
  10. Ide dari film horor ini mengingatkanku dengan ke-khas-an orang bule dalam mengemas sebuah cerita.
    Seremnya khas.
    Kayanya aku pernah nonton Pet Sematary (2019). Jadi ingat zaman baca buku Goosebumps.

    BalasHapus
  11. Cover The Shining, It, dan Pet Sematary khas film horor yang bikin penasaran buat ditonton. Kalau daku mau nonton filmnya kudu sing-siang dan rame-rame dah haha

    BalasHapus
  12. Ak kalo nonton horor kudu ada temennya Rul wkwkwk kalo nggak ya mlipir ahahha
    aku belom coba ini. Kalau tontonannku udah sepi mau ah nonton ini

    BalasHapus
  13. The mist sepertinya akan menarik untuk di tonton weekend ini. makasih untuk remonedasinya ya

    BalasHapus
  14. Wah..aku suka nonton horor tapi harus ditenani suami. Klo gak
    ..ga berani. Nanti kuinfo suami ah rekomend film horor ini

    BalasHapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena bila memberikan akan langsung dihapus dan ditandai spam