Minggu, 22 November 2020

Review Film Pendek La Noria : Cerita Horor dalam Balutan Keharuan

Apa yang ada di benakmu ketika melihat poster dari film pendek berjudul La Noria ini?

Mungkin yang ada dipikiranmu, ini film horor menyeramkan. Film dengan berbagai jumpscare yang bakal menghantui tidurmu tiap malam. Jika iya, berarti kita sama. Awalnya aku juga berpikir demikian. Namun, ketika aku menontonnya hingga habis, aku tahu bahwa film ini bukan "sekadar" cerita bergenre horor tapi juga memiliki amanat yang sangat dalam.

La Noria (dalam bahasa Spanyol) atau yang berarti Kincir Ria merupakan sebuah film pendek yang disutradarai oleh Carlos Baena. Baena merupakan seorang animator profesional yang berasal dari Spanyol. Menurut Tirto.id, dia pernah ikut serta menggarap film Pixar, Finding Nemo, The Incredibles, Cars, Ratatouille, dan Toy Story 3.

Dengan demikian, La Noria tak akan pernah mengecewakan penonton yang melihatnya, sebab kita tahu bahwa track record projek animasi yang Baena garap sudah diakui kualitasnya. Hal itu terbukti dari ide dan pengembangan cerita dalam short movie horor ini.

Ide cerita La Noria erat kaitannya dengan depresi dan sebuah penerimaan terhadap luka karena kehilangan seseorang. Film ini memiliki musik, visual efek, dan detail-detail yang menakjubkan. Aku bahkan rela mengulangnya berkali-kali, hanya untuk melihat ending epik dan "mengharukan" di dalamnya.

*** 

Cerita dimulai pada scene seorang bocah laki-laki dengan mainan kincirnya yang belum sempurna. Wajah bocah itu menyiratkan rasa duka serta kesuraman. Entah apa alasannya, ia seperti mencoba merakit mainan kincirnya agar sempurna. Namun, karena emosi negatif yang ia miliki memuncak, justru membuat kincir ria miliknya hancur berantakan.

Sumber gambar : inverse.com

Ketika bocah itu meratapi perasaannya, tak sengaja salah satu komponen besi dari kincirnya menggelinding masuk ke dalam kolong tempat tidur. Ia mulai mendekati, berniat mengambil, namun yang ia dapati justru besi tersebut hilang. Dari sinilah semua kehororan itu dimulai.

Sumber gambar : Youtube screenshoot

Bocah itu mulai diikuti oleh kegelapan dalam bentuk monster-monster yang menakutkan. Monster-monster itu kemudian mulai mendekatinya. Dengan ketakutan luar biasa, bocah itu berlari sekenanya. ia berusaha bersembunyi, menghindar menuju ruangan yang ia anggap aman.

Namun ternyata, tiap ruang memiliki monster. Well, lalu bagaimana nasib si bocah selanjutnya? Aku gak akan spoiler. Coba deh lihat full filmnya di youtube dengan kata kunci "La Noria". Dijamin gak bakal menyesal.

***

Bagiku, La Noria tak sekadar "cerita sekali duduk" yang ketika selesai ditonton tak bermakna apa-apa. Film pendek ini telah membuatku sadar bahwa setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup. Tak dipungkiri, depresi lekat dengan manusia. Ia akan terus mengganas jika tak diobati dengan penerimaan.

“Kita semua pasti memiliki momen dalam hidup ketika apa yang kita lakukan berjalan tidak semestinya. Semuanya akan terlihat seperti pecahan-pecahan masalah yang berserakan. Di sinilah keberanian Anda dibutuhkan. Kemampuan untuk mengubah sesuatu yang gelap menjadi sesuatu yang luar biasa indah. Itulah inti dari La Noria.” (Carlos Baena)

Demikian kalimat yang diungkapkan oleh Baena untuk film La Noria ini. Dia mampu mengemas cerita horor yang berbeda. Bagi yang merasa ngeri dengan poster, tentu saja akan berubah menitikkan air mata saat melihat ending. Aku pun demikian. Apalagi ditambahi musik apik karya Johan Soderqvist, menambah suasan haru berkali lipat.

Beberapa penghargaan untuk La Noria (Sumber : Vimeo.com)

Untuk La Noria, Selamat, film ini telah membuatku menangis tersedu-sedu saking haru dan bagusnya. Dengan demikian, aku mengakui bahwa visual efek, musik, dan ide cerita layak dinikmati setiap orang dan mendapatkan banyak penghargaan.

Gaes, pesan dariku ketika mau menonton la Noria. Segeralah siapkan tisu untuk mengelap air matamu dan rasakan keajaiban ceritanya. Tak lupa, siapkan komentarmu ya! 

15 komentar:

  1. Pertama kali lihat poster filmnya langsung tertarik ingin tau bagaimana ceritanya,eh ternyata film animasi toh. Tapi lihat bentuk animasinya menarik beda dengan animasi lainnya, lebih hidup. Jadi pengen nonton filmnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus kok mbak ini ceritanya, iya emang lebih hidup :)

      Hapus
  2. Hmm..nonton gak ya? Asli aku penakut, tapi review ini bikinku penasaran.. Nonton..nggak..nonton..nggak..non..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya sih emang bikin takut, tapi pas lihat bagian akhir bakal berubah deh wkwk

      Hapus
  3. La Noria, walau hanya film pendek tapi sangat berkesan dan meninggalkan kesan yang kuat yaa..
    Aku juga terpukau niih...jadi penasaran pengen nonton.
    Oh, bisa via youtube yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, aku ngelihat pertama juga di youtube. Soalnya kan film pendek :D

      Hapus
  4. Hahaha...saran siapin tissue bikin aku gundah nih antara adrenalin naik dan baper. Eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayoooo mau pilih nonton atau takut mbakkk wkwkw

      Hapus
  5. pengen kak nonton...kayaknya seru, tapi aku tuh kayaknya tim yang agak gimana2 kalau nonton horor, takut kebayang2 gitu kak. Dulu aja pas SD suka nonton vampir versi China yang loncat2 itu eh kebawa mimpi tiap malam hahaaa.....sampai akhrnya dilarang nonton film vampir dg ortu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampunnn, segitunya ya Mbak wkwkw
      Tapi ini aslinya sih gak horor2 juga, tapi lbh ke haru neg bagiku hehe

      Hapus
  6. Sepertinya seru ya sampai nangis. Tapi ak gak suka horor kak.mohon maaf

    BalasHapus
  7. Jaid lebih ke pesan psikologis ya mbak, katanya film horror itu bisa memancing adrenalin ya mbak. Awalnya saya kira itu seperti fil biasa, ternyata animasi ya.

    BalasHapus
  8. Kalau lihat posternya kelihatan horor, tapi membaca reviewnya nggak semenyeramkan itu juga, apalagi kalau punya banyak amanat positif dalam ceritanya.

    BalasHapus
  9. Ini seperti'y dalam versi kartun 3D ya?
    Baca reviewnya, Aku jadi penasaran meski sebenarnya agak enggan nonton film/drama bergenre horor

    BalasHapus