Rabu, 28 April 2021

Etika-Etika Tak Tertulis yang Perlu Kita Pahami Dalam Kehidupan

Beberapa waktu lalu, saya membuka Quora dan membaca berbagai macam pertanyaan yang diajukan oleh warga jagat maya. Rata-rata pertanyaan di Quora memang sangat bagus begitu pula dengan variasi jawaban yang diberikan.

Sekadar informasi saja, Quora merupakan platform media sosial yang disajikan dalam bentuk tanya jawab. Di dalamnya, user bisa menanyakan sesuatu maupun menjawab pertanyaan dari pengguna lain. Well then, back to ulasan.

Nah, ketika scroll banyak pertanyaan yang diajukan user lain, saya cukup tertarik dengan satu pertanyaan berupa "Etika (tak tertulis) apa saja yang perlu kita ketahui dalam kehidupan?".

Kita tahu, tak semua etika akan ditulis secara gamblang agar bisa dipahami dan mengikat bagi pembacanya. Semisal etika yang kita pelajari melalui bangku sekolah atau keluarga layaknya menghormati yang lebih tua, berani meminta maaf ketika salah, mengucapkan terima kasih dan sebagainya.

Ada etika-etika tak tertulis yang bisa kita temui secara tak terduga dan wajib kita pahami saat bersosialisasi dengan banyak orang. Terkadang, dibutuhkan intuisi dan inisiatif agar bisa memahaminya. 

Baiklah, karena saya akan mengutip beberapa pendapat dari salah satu quorawati/quorawan mengenai etika tidak tertulis yang harus dipahami banyak orang, 

  • Jangan berbicara terlalu banyak di depan makanan. 
  • Jangan bersin di depan makanan atau orang yang tengah makan. 
  • Jangan meludah sembarangan
  • Jangan bertamu tanpa memberitahu tuan rumah terlebih dahulu
  • Jangan memotong pembicaraan orang lain dan mendominasi nya. 
  • Jangan sembarangan mengambil makanan milik teman kecuali bila dipersilahkan. 
  • Membereskan makanan yang kita makan saat bertamu di rumah orang lain. 
  • Se-usaha mungkin memberikan barang ke orang lain yang layak dan masih bagus. 
  • Ucapkan Terima kasih, setiap kali diberi bantuan oleh orang lain.
  • Jangan pernah mengawali sebuah chat atau komunikasi tanpa perkenalan diri atau kata-kata pendek seperti "P". Beneran, ini sangat mengesalkan. 
  • Bila ditraktir oleh teman, jangan meminta makanan yang mahal, usahakan harga sesuai dengan apa yang penraktir makan atau bahkan dibawahnya. 
  • Saat ditraktir, jangan membawa serta orang lain apalagi keluarga bila yang ditraktir adalah kamu pribadi. 
  • Jangan membuka hape milik orang lain tanpa izin. 
  • Tidak masuk ke rumah orang lain tanpa izin. Bila sekiranya si tuan rumah tak ada, lebih baik pergi. 
  • Jangan memberikan janji kehadiran bila sekiranya kamu tak bisa datang atau melakukan cancel acara secara mendadak. 
  • Tidak melanjutkan lelucon bila orang yang mendengarnya tak nyaman. 
  • Hindari meminta oleh-oleh pada orang yang bepergian kecuali ia menawarkan atau kamu memberikan uang untuk pembeliannya.
  • Tidak berbisik-bisik di depan orang lain, itu akan membuat orang tersebut merasa kurang nyaman. (Takut dikomentari). 
  • Usahakan membalas pemberian teman ketika mereka memberi hadiah pada kita entah saat ultah, wisuda, pernikahan dan sebagainya.
  • Ketika bertamu, jangan biarkan anak-anak berkeliaran di tempat yang tak seharusnya mereka berada. 
  • Saat menginap di kosan teman, usahakan selalu rapi dan tidak lupa ikut membersihkan ruangan.
  • Ketika berkeinginan menginap ke kosan atau rumah teman karena bepergian, usahakan membawa oleh-oleh untuk tuan rumah. 
  • Ketika di jalan dan hendak bertanya arah pada orang lain, turunlah dari motor, buka helm atau kaca mobil supaya menghargai si pemberi informasi. 
  • Bila chat tidak langsung dibalas, jangan kebiasaan menelpon karena siapa tahu temanmu sedang sibuk.
  • Bila berhutang, usahakan memberi waktu pembayaran yang jelas dan lunasi segera bila ada dananya.
Pada beberapa kondisi, kita kerap abai terhadap perilaku-perilaku yang kita perbuat. Padahal, bisa jadi karena perilaku tersebut, orang lain terganggu dan merasa marah. Imbasnya, persahabatan kita dengan orang lain menjadi bermasalah. 

Melalui pemahaman etika-etika sederhana semacam ini, selain berguna untuk menjalin pertemanan agar awet, itu juga berguna bagi kita sendiri agar lebih menjaga empati dan martabat.

Wellmeski tak semua etika itu tertulis, tapi setidaknya kita bisa belajar melalui bacaan-bacaan atau sikap orang lain pada kita. Semakin kuat kepekaan kita terhadap orang lain, maka semakin terasah pula kesadaran akan pentingnya menjaga etika. 

Baiklah Temans, berkenaan kumpulan etika tak tertulis ini, sebenarnya masih banyak lagi yang belum aku tambahkan di dalamnya. Mungkin bila perlu, bisa aku update berkala sesuai pemikiran pembaca atau aku sendiri. Salam hangat :)

23 komentar:

  1. Nah, itu. Ternyata buaaanyak hal yang kita lakukan tanpa etika ya hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, dan pengetahuan kayak gini bener2 membuka diri lah pokoknya supaya lebih paham etika :)

      Hapus
  2. Setujuuuuu, ada lagi nih. Jangan menginjak sandal orang sembarangaaaaannnnn. Padahal Rasul aja gak pernah melakukannya, knp masih banyak org yg suka nginjek sandalllll :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kotor ya mas jadinya. Kadang memang kesel sih kalau kitanya udah bersih dan diinjek dengan sengaja. Kan gak tahu ya sepatunya kena najis atau engga

      Hapus
  3. Naahhh ini nih yang udah mulai dilupakan sebagian besar orang. Makanya sekarang banyak terjadi bully, melecehkan, nyinyir di sosial media. Karena memang etika ini udah nggak diajarkan pada anak-anak sedari kecil. Atau mereka kadang tertular dengan sikap teman pergaulannya. Sedih ya. Terima kasih udah diingatkan, jadi ingin share artikel ini ke grup WA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak, kalau memungkinkan bisa kok di share. Saya sebagai penulis disini juga sana-sama belajar ☺

      Hapus
  4. Kalo berbicara etika macem2 sih mba. Tiap negara beda-beda. Kalo di sini gak sopan nyeruput mie dengan suara gede, tapi di negara jepang its okay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, setiap tempat dan lingkungan sosial saya yakin memiliki etikanya masing2. Tinggal kitanya yang peka untuk mengikutinya 😊

      Hapus
  5. Kebanyakan etika yg di atas udh kulakukan smua sih tp teman2 gw yg msh melanggar etika di atas. Urusan traktir, utang, oleh2 dsb udh biasa buat gw. Yg pasti, kl gw pny uang lbh ya org2 terdekat/org kntr pasti gw bawain meski kdg merogoh kocek pribadi.

    Gw jd ingat pesen nyokap, kl kmu msh bs bantu org lain ya bantulah. Krn kita tdk tahu kpn susah. Mgkn mereka ga akan bantu kita tp Tuhan akan bantu kita dr tangan2 org lain. Itu sih etika yg selalu ortu tanamkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Good Bang, keren!
      Gak banyak orang sih masalahnya yang ngelakuin itu Bang. Kadang perlu ada penekanan dan pengalaman supaya bisa melaksanakan etika2 semacam itu.

      Terima kasih sudah berkomentar 😊

      Hapus
  6. Etika tidak tertulis ini kadang banyak diabaikan ya. Misalnya jangan bertamu tanpa memberitahu tuan rumah terlebih dahulu, siapa tau tuan rumah lagi sibuk ya, tapi kadang malah kitanya dianggap sombong hihihi. Pelajaran juga buat aku soal etika2 tak tertulis ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, pengalaman juga pas ada tamu kita blm siap2 apa karena gak ada informasi sebelumnya. Pada akhirnya menjamu tamunya pun gak maksimal. Kan gak enak juga sih

      Hapus
  7. Saya setuju mba. Semoga generasi muda kita tidak abai dengan etika-etika tersebut, termasuk saat berada di media sosial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, apalagi akhir2 ini kita telah disorot dengan aktivitas di media sosial sebagai netizen tak sopan. Ya, gak enak banget sih ini

      Hapus
  8. Etika ga tertulis ini yg kadang kita lupa, makanya harus dibiasakan di keseharian

    BalasHapus
  9. Quora termasuk salah satu platform favoritku, sering banget ke sana buat baca-baca pertanyaan dan jawaban-jawaban menarik. Hahah

    Rasanya tanpa sadar aku udah coba nerapin etika-etika yang disebutkan di atas, dan ada yang dilakuin atas dasar gak enak juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 pembaca Quora ya ternyata, tossss mbak!
      Nambah pengetahuan sih baca2 pertanyaan variasi dari tiap orang

      Hapus
  10. Bagian motong pembicaraan itu memang sangat mengesalkan. Ya kan kitanya lagi asik ngobrol ya, terus tiba-tiba ada yang nyeletuk gitu kan bikin ilfil. Bawaannya jadi pengen makan, haha

    BalasHapus
  11. biar pede bicara didepan umum gimana mbk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Latihan bicara berulang depzn kaca, dan mencoba diaplikasikan bicara dengan banyak orang kak 👍

      Hapus
  12. Kalo ada orang yg motong pembicaraan ditengah2 emang kesel banget

    BalasHapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam