Senin, 18 Januari 2021

Sedekah Tak Harus pada Manusia, ke Hewan Juga Bisa Kok!

Aku jadi teringat perilaku adikku yang sering membawa makanan kucing ketika berangkat sekolah, tentunya sebelum pandemi Korona merebak. Kala itu, adikku masih kelas 5 SD. Setiap hari, setiap pagi, ia pasti meminta plastik kecil ke bapak.

Tiap kali ditanya, jawabannya pasti untuk membawa buku atau pulpen. Masalahnya, masa sih membawa buku harus gonta-ganti plastik saben hari. Kan aneh? Usut punya usut, ternyata---tanpa sepengetahuan kami---adikku memgambil beberapa genggam makanan kucing kering dan memasukkannya ke dalam tas.

Mulanya aku tidak tahu, tetapi setelah tak sengaja menemukan sisa makanan kucing di tas adikku, aku jadi iseng-iseng mencari tahu. Ternyata, setelah kutanya adikku, ia memberi makan kucing-kucing liar di jalan atau di sekolahnya. Dia kasihan dengan si kucing yang terlihat kurus dan tak berdaya itu.

Salah satu kucing yang sering diberi makanan oleh adikku 

Wow, it amazing Sweetheart! Kenapa lho harus disembunyiin dan gak bilang-bilang. Kata adikku, dia takut kalau ibu atau bapakku marah saat menemukan makanan kucing berkurang karena diambil dia. Padahal, kalau aku pribadi ya gapapa lah. Bisa beli lagi lho ya di Pet shop terdekat hehe

Memberi makanan ke tumbuhan atau hewan adalah cara belajar seorang anak mengenal empati. Manusia merupakan sosok yang berada di level teratas rantai makanan. Itu artinya, kita memiliki pengaruh besar dalam kehidupan. Manusia memiliki nalar paling baik, memiliki skill lebih dibanding mahluk lain. Tak heran, kehidupan hewan atau tumbuhan erat kaitannya dengan tindakan manusia.

Bayangkan temans, tumbuhan dan hewan tak bisa pergi berobat sendiri, tak memiliki BPJS, tak bisa bertransaksi untuk membeli makanan kesukaan mereka, tak dilindungi hukum yang ketat dan lain sebagainya. Dengan demikian, kitalah yang berkewajiban menjaga dan memberi kasih sayang pada mereka, sesama mahkluk Tuhan.

***

Berbagi itu tak ada batasan. Ya, aku pernah menulis ulasan ini sebelumnya. Berbagi tak mengenal waktu, usia, gender bahkan kepada mahkluk apapun. Selama masih ada makhluk lain di dunia ini yang membutuhkan bantuan, disitu ada kesempatan bagi kita untuk berbagi.

Mungkin kamu pernah melihat beberapa orang yang membuat sebuah rumah untuk kucing-kucing dan anjing jalanan? Atau kamu pernah melihat orang membagikan makanan pada binatang liar. Kedua tindakan itu merupakan contoh berbagi rezeki kepada makhluk lain.

Iseng-iseng aku pernah overthinking di malam hari. Tuhan menciptakan manusia lebih sempurna dibanding mahkluk lain. Wajar rasanya ketika hewan atau tumbuhan bergantung pada kebaikan hati manusia meski mereka dibekali insting untuk hidup mandiri.

Manusia bisa menghasilkan uang, memiliki kemampuan mencipta, memiliki setiap hal yang diinginkan. Tapi berbeda dengan hewan atau tumbuhan. Mereka tak bisa bekerja layaknya manusia. Bila sakit misalnya, ada pilihan antara mati atau mencoba meminta tolong kepada manusia melalui cara-cara mereka.

Beberapa waktu lalu, salah satu kucingku bernama Belle harus meringis kesakitan akibat penyakit yang dia derita. Awalnya Belle sehat-sehat saja, namun semakin hari, badannya bertambah kurus dan ia seperti mengalami kebutaan.

Jika sudah seperti ini, siapa yang bisa menolong si Belle selain aku dan anggota keluarga lain? Tak mungkin rasanya membiarkan Belle pergi tanpa kita berbuat apapun. Belle pada akhirnya kami bawa ke dokter hewan terdekat. Menurut dokter, ia terkena flu yang cukup parah. Setelah disuntik dan diberi obat, Belle hanya tidur seharian.

Dua hari setelah Belle ke dokter, ia harus pulang ke hadapan Tuhan. Jujur, sedih rasanya hati ini yang terbiasa melihat si Belle berlarian kesana kemari kemudian harus pergi. Tapi, seperti apapun, aku yakin Tuhan Maha Tahu yang terbaik untuk Belle. Minimal, kita sudah berusaha memberi perawatan terbaik untuk kesembuhan Belle.

Seperti yang di awal aku katakan, hewan tak bisa menghasilkan uang atau memiliki BPJS layaknya manusia. Dengan demikian, apapun yang terjadi pada mereka, itu merupakan tanggung jawab kita untuk membantu. Risiko memiliki hewan peliharaan, apalagi, ya harus berani menanggung semua kebutuhan ia mulai dari makanan, obat hingga tempat berteduh.

Respek untuk orang-orang yang juga memikirkan nasib makhluk lain (Sumber foto : Tribun News)

Oke, ini aku membicarakan hewan peliharaan ya yang jelas-jelas kita miliki. Lalu bagaimana dengan hewan liar? Sama. Kita juga patut membantu mereka bila mengalami kesusahan. Misalnya kejadian baru-baru ini, banjir di wilayah Kalimantan Selatan. Korban banjir bukan hanya manusia, tapi juga kucing, anjing, sapi, ayam, kambing dan lain sebagainya.

Pak Nyoman yang dengan kebaikannya merawat anjing-anjing terlantar (sumber : Kitabisa.com)

Sebagai manusia yang memiliki empati, kita juga harus berpikir untuk menolong hewan yang menjadi korban bencana alam. Minimal, kita memberikan mereka makanan agar mereka (para hewan) bisa bertahan hidup. Caranya bagaimana? Dengan memberikannya secara langsung atau berdonasi dengan uangmu melalui platform tertentu.

Kita bisa kok menyisihkan rezeki yang kita punya untuk para hewan yang membutuhkan pertolongan. Sama halnya dengan tumbuhan. Kita mengerti bahwa tumbuhan tak bisa bicara, namun melalui kepedulian kita merawat mereka dengan menyiram dan memberi pupuk, itu bisa jadi sedekah paling mengagumkan.

Ayoklah, gaes. Sedekah itu luar biasa luas pengertiannya. Selagi kita mampu untuk membantu sesama makhluk Tuhan, mengapa tidak? Semoga kita selalu diberi rezeki, empati dan kebaikan sehingga mampu membantu siapapun yang membutuhkan. Ya, semangat berbagi kebaikan! Salam.

18 komentar:

  1. Anion mba, semoga rezekimu juga makin melimpah dengan banyak membantu para kucing2 liar :)

    Aku sendiri penyayang kucing banget, tapi aku ga bisa pliara di rumah, Krn ga ada halaman . Kasian aja kucingnya nanti.

    Cuma ssuami ngizinin kalo aku mau ksh makan utk kucing liar yg sering datang ke rumah. Awalnya cm 1-2 ekor, lama2 jd lumayan hahahah. Tapi gpp, aku seneng tiap ada kucing liar yg mampir, cm sekedar makan dan minum, trus pergi lagi. Aku juga nyediain rumah kucing di depan, dan baru2 ini ada ibu kucing dan anaknya yg srg tidur di situ. Seneng sih pas melihat.

    Buatku alasannya sama kayak mba. Binatang liar ini ga bisa mengobati dirinya sendiri, ga bisa cari makan yg enak. Ga pernah tega liat kucing liar makanin sampah :( . Makanya aku sediain makanan kucing selalu di rumah, buat semua kucing liar yg laper dan pgn istirahat . Rumahku terbuka utk mereka, walo hanya sampe sebatas teras depan doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah, baca cerita mbak Fanny jadi mau nangis. Kita sama mbak, merasa gak tega dengan hewa lain yang kelaparan. Luar biasa sekali mbaknya di lingkungan rumah yang terbatas tetap menyediakan fasilitas buat kucing2.

      Kita sama tengah berniat baik, semoga Mbak Fanny dan keluarga juga diberi kelancaran rezeki, diberi kesehatan dan bahagia dari Gusti Allah. Terima kasih telah mampir ke tulisan ini mbak :)

      Salam hangat,

      Hapus
  2. Nah...sama, aku juga sering melas klo lihat kucing yang terlantar, lapar, atau sakit. Termasuk saat ada bencana, knp aku malah sering kepikiran para hewan. Soalnya mereka kan nggak tau apa2. Nggak bisa sambat ke siapa2. Untungnya sekarang ada ya LSM yang peduli nasib para binatang gitu..jadi ada yang nge-rescue.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, aku juga bersyukur sekarang banyak lembaga yang menaungi dana untuk hewan juga. Paling engga, itu bisa membantu hewan2 yang mengalami kesusahan kayak kena penyakit, dijahati orang dan kecelakaan.

      Alhamdulillah sih, masih banyak orang baik yang mau berbagi kepada makhluk lain :)

      Hapus
  3. Saya punya tetangga sering kasih makanan pada kucing, saking seringnya para kucing kayak tau jadwal. Setiap maghrib ngumpul di depan rumah tetangga.

    BalasHapus
  4. judulnya bikin penasaran mba
    malah aku gak pernah kepikiran untuk sedekah selain kepada manusia, ternyata action nya berbeda ya Mba. Salut banget dengan mereka yang memikirkan sedekah ke tumbuhan ataupun hewan :))

    BalasHapus
  5. masyaAllah bener banget sedekah itu ga terbatas sesama manusia aja ya, dengan hewanpun wajib, kata pepatah bersyukur rumahmu didatangi kucing berarti rejeki mu berlebih diberi oleh Allah masyaAllah...

    BalasHapus
  6. Setuju, Nurul..sedekah itu tak terbatas pada manusia saja. Oya salut utk adikmu yg sejak kecil telah mempunyai jiwa yg peka..pasti ini hasil didikan keluarga yang bagus..

    BalasHapus
  7. Mulianya hati adik mba. Kadang suka kasihan sudah kurus dan mendapatkan prilaku yang tidak manusiawi bikin kucing menjadi sakit

    BalasHapus
  8. sedekah yang paling sederhana yaitu senyum ya kak, bahkan sedekah ke selain manusia juga bisa ke hewan, tumbuhan, bahkan ke alam juga ya kak

    BalasHapus
  9. Saya tersadar Mbak bahwa memberikan yang terbaik itu tidak hanya pada manusia tetapi pada makhluk hidup lainnya seperti hewan dan sebagainya semoga hal ini bisa diikuti banyak orang termasuk saya ya mbak

    BalasHapus
  10. Hati adeknya lembut sekali ya mba. Aku sering merasa iba kalo melihat kucing liar yang kurang makan, tapi baru sebatas iba tanpa action nyata. Kayanya aku harus bawa makanan kucing juga nih kemana-mana huhuuu

    BalasHapus
  11. aku walau ga melihara kucing,tapi stock makanan kucing di kostan.
    Lumayanlah kucingnya dapat makan

    BalasHapus
  12. Berperilaku baik terhadap sesama makhluk hidup tentu akan memberikan dampak baik juga ke kitanya. Karena di setiap perbuatan pasti ada balasannya

    BalasHapus
  13. MashaAllah~
    Iyaya...seringkali manusia judgement sama hewan. Kalau penampilannya kurang menarik, cenderung gak mau kasih makan. Padahal hewan-hewan ini "membalas" setiap perbuatan baik manusia loo..

    BalasHapus
  14. Aku kalau makan, pasti sisain sedikit buat kucing, meskipun gak punya kucing sendiri, tapi kucing tetangga selalu mampir ke rumah buat minta makanan.

    BalasHapus
  15. Sedekahlag selagi hati masih terketuk kepada siapapun ya ka. Agar hidup lebih berati

    BalasHapus
  16. Sebelum membaca keseluruhan artikel ini, sudah langsung makdeg, inget Socki yang menjadi kucing kami sekarang adalah kucing liar yang mampir ke rumah kami. Semoga menjadi amalan kita ya. aamiin.

    BalasHapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena bila memberikan akan langsung dihapus dan ditandai spam