Rabu, 05 Februari 2020

Menikmati Lampion-lampion Merah di Festival Budaya dan Seni Tionghoa Kota Pekalongan

Malam minggu asyiknya tuh gak hanya rebahan atau ngendon di rumah nunggu hujan (doa khas para zomblotani). Kalau pengen gerak dan beraktivitas, ada baiknya luangkan waktu untuk berjalan kaki, dan bercengkrama dengan dunia luar. Seperti yang aku dan adikku lakukan pada malam minggu 1 Februari 2020 lalu. Malam itu, kami berniat menilik sejenak kemeriahan Festival budaya dan seni sebagai rangkaian perayaan Imlek masyarakat di sekitar Jalan Belimbing, Kota Pekalongan.

Sebagai sosok yang suka keramaian, acara semacam ini jadi bagian yang paling aku cari. Alasannya, selain banyak spot-spot menarik untuk diabadikan, aku juga merasakan atmosfer suka cita dari mereka yang tengah beribadah. Aku dan adikku jadi belajar untuk menghargai keberagaman. Yap, karena Indonesia ini memang luar biasa kaya akan budaya. Termasuk di kota Pekalongan.
Nah kembali ke acara Festival, emang ada apa aja sih disana? Seperti yang kita tahu bahwa imlek sangat lekat dengan Barongsai dan Lampion-lampion cantik berwarna merah. Ya, semua itu nampak instagramable lewat mata kamera smartphoneku. 
Beberapa spot yang kurasakan bagus sempat kuabadikan sebagai bagian dari ulasan. Di acara festival sebenarnya banyak sekali kegiatan seperti lomba menyanyi mandarin, pertunjukkan Barongsai, hingga festival kuliner. Hanya saja, aku tak berkeliling terlalu jauh sebab waktu sudah terlalu malam.
Lha gimana ya, aku dan adikku berjalan dari rumah ke lokasi sekitar 20 menit. Jadi kami pun memastikan untuk pulang tak larut malam karena jalanan pasti bakalan sepi. Nah, berkenaan dengan Festival Budaya dan Seni Tionghoa seperti ini, biasanya dirayakan secara berangkai. Kalau tidak salah, tanggal 7 nanti juga akan ada perayaan ritual dan budaya yang startnya dimulai dari Klentheng Po An Thian Pekalongan.
Bagi kamu yang ingin melihat pertunjukkannya, datang saja di sekitar klentheng pukul 12.30, karena yang kubaca acaranya bakal dimulai sekira pukul 13.00 WIB. Ngomongin soal festival, Kota Pekalongan memang rutin punya gawe semacam ini. Setiap perayaan hari-hari besar, pasti ada saja kegiatan yang diselenggarakan. Yap, ini sebagai bagian dari penawaran wisata juga sih. Soalnya kita kan tahu bahwa wisata menjadi ujung tombak sebuah tempat untuk dikenal.

Perayaan imlek berbalut dekorasi lampion-lampion merah, aku yakin tiap kota bakal kreatif saat membuatnya. Aku suka ketika lampion-lampion tersebut berpendar di malam hari. Terlihat cantik, shimmering dan instagramable. Kalau kotamu, festival apa yang diselenggarakan menjelang atau setelah imlek? Lalu, seperti apa dekorasi hingga persiapannya?

2 komentar:

  1. Perayaan Imlek semarak banget ya hampir di seluruh kota di Indonesia. Seneng banget dengan akulturasi budaya dan kerukunan umat beragama seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang, dan happynya itu kalau kita merasakan semaraknya.

      Hapus