Kamis, 21 April 2022

Menjaga Keanekaragaman Hayati, Menghidupkan Masa Depan Negeri

Sekaya apa keanekaragaman hayati Indonesia sampai kita harus bangga menjadi bagian darinya? 

*** 

Waktu itu aku masih berusia sekitar 12 tahun dan hidup di lingkungan pedesaan yang notabene memiliki kondisi alam yang masih asri. Berbagai tumbuhan liar hingga tanaman peliharaan sangat mudah ditemukan di lingkunganku. Suasana hijau menjadi pemandangan sehari-hari yang meneduhkan.

Diantara nyaman dan hijaunya kampungku kala itu, ada sebentuk kisah pencari tanaman liar bernama Mbah Siti. Beliau merupakan salah satu sesepuh di lingkunganku yang suka meracik obat tradisional dari tanaman liar. 

Tiap sore, biasanya Mbah Siti menuju kebun terbengkalai dekat rumahku untuk mencari tumbuhan liar seperti meniran, anting-anting, ilalang, putri malu hingga sirih cina.

Mulanya aku tak paham mengapa Mbah Siti mau mengambil tanaman-tanaman liar itu. Tetapi setelah beberapa waktu, beliau mengatakan bahwa tanaman tersebut bisa dijadikan berbagai macam obat. 

Sejak saat itulah aku menyadari bahwa apapun yang kuanggap rumput ternyata punya rahasia dahsyat bagi dunia pengobatan. Orang tua zaman dulu biasanya memahami itu. Luar biasa ya Indonesia itu.

Sebagai negara tropis, negeri ini memang menyimpan berjuta sumber daya alam yang menakjubkan. Indonesia memiliki biodiversitas yang maha besar kedua setelah negara Brazil. 

Cerita Mbah Siti tadi hanya mewakili secuil jumlah keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar rumah. Coba andai aku berada di tempat lain, lahan gambut misalnya, pasti ada banyak keanekaragaman hayati yang berbeda dari lingkungan di pedesaan. Apalagi Indonesia termasuk negara pemilik lahan gambut yang cukup luas.

Relate : Gambut sebagai Rumah Bagi Keragaman Fauna Indonesia

Pada 14 April lalu, aku kembali mengikuti gathering #EcoBloggerSquad yang membahas mengenai Keanekaragaman Hayati secara lebih intensif. Gathering tersebut menghadirkan Ibu Rika Anggraini selaku Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Kehati.

Ibu Rika menjelaskan bahwa keanekaragaman hayati Indonesia itu begitu kaya dan kita patut bangga memilikinya. Keanekaragaman hayati sendiri merupakan berbagai bentuk kehidupan di semua tingkat sistem biologis termasuk molekul, organisme, populasi, spesies dan ekosistem.

Nah, sebelum aku memberi gambaran seperti apa sebenarnya keanekaragaman Hayati yang kita miliki, baiknya kita memahami dulu tingkatan Keanekaragaman Hayati. Hayooo, ada yang masih ingat pelajaran IPA gak nih?

Ekosistem

Keanekaan bentuk dan susunan bentang alam, daratan maupun perairan dimana makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan fisiknya. Contoh : padang rumput, hutan hujan tropis, gambut, magrove, terbumbu karang dan lainnya.

Spesies

Keanekaragaman jenis organisme yang menempati suatu ekosistem yang memiliki ciri berbeda antara satu dengan yang lain. Contoh Felidae seperti: kucing, cheetah, singa, macan, harimau dan lainnya.

Genetik

Keanekaragamam individu dalam suatu jenis yang disebabkan oleh perbedaan genetis antar individu, contohnya : aneka varietas padi (Rojo lele, Menthik dan Cianjur) atau Mangga (Golek, harum manis, manalagi dsb). 

Manusia yang satu dengan yang lainnya juga bisa dinilai secara genetis. Meskipun kita sama-sama manusia, tapi memiliki perbedaan secara fisik. Misal ada orang berkulit cerah, berrambut keriting atau lurus dan lain sebagainya.

Tadi di awal aku sudah membuka cerita mengenai Mbah Siti yang suka mencari tanaman liar untuk obat. Keanekaragaman hayati telah berjasa memberi manfaat bagi Mbah Siti untuk kesehatan. Yang perlu kita ketahui, ternyata jasa-jasa keanekaragaman hayati itu banyak lho!

Bisa dilihat kan betapa keanekaragaman hayati memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan. Air yang kita minum, makanan yang kita konsumsi hingga tempat tinggal nyaman yang bisa kita naungi, semuanya bagian dari keanekaragaman hayati.

Para ilmuan sepakat bahwa keanekaragaman hayati perlu diperhatikan dan dilindungi karena ia mulai hilang akibat proses perjalanan zaman. Apalagi saat ini kita juga menghadapi isu perubahan iklim yang mengancam keanekaragaman hayati.

Perubahan iklim, ancaman Nyata Keanekaragaman Hayati

Perubahan iklim masih menjadi isu yang krusial dibahas bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Ya, perubahan iklim telah memunculkan beberapa problematika seperti bencana-bencana klimatologis hingga kenaikan suhu udara.

Adanya perubahan iklim ini secara langsung atau tidak mengancam kelestarian keanekaragaman hayati. Bagaimana tidak? Perubahan cuaca dan bencana klimatologi mampu merusak ekosistem. Misal, curah hujan yang tak bisa diprediksi menyebabkan pertanian gagal panen.

Baca juga : “Biodiversity” mendukung Tumbuh Berkembangnya UMKM berbasis Pangan di Indonesia

Contoh lain, di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, curah hujan rendah bersinergi dengan suhu udara yang panas rentan menyebabkan kebakaran hutan. Bila kebakaran sudah terjadi, otomatis ada tumbuhan, hewan, lumut bahkan makhluk hidup lainnya mati.

Kondisi ini jelas mengganggu keanekaragaman hayati di Indonesia. Kebakaran hutan hingga kerusakan lingkungan karena perubahan iklim rentan mematikan kehidupan. Gambar dibawah ini merupakan jumlah spesies yang dimiliki Indonesia. Luar biasa bukan?

Bayangkan, apabila kerusakan akibat perubahan iklim tak dihentikan ada berapa spesies, genetik, hingga ekosistem yang hilang karenanya. Sungguh, aku sendiri yang melihatnya merasa sangat menyayangkan bila kita kehilangan harta alam tersebut.


Pada tahun 2019 lalu, ketika terjadi kebakaran hutan parah di Indonesia. Aku melihat di layar televisi para satwa seperti orang utan, burung-burung hingga reptil yang mati hangus karena terbakar.

Melihat kondisi mereka sangat menguras air mata. Aku sampai sesenggukan membayangkan mereka saat terjebak api. Itu sangat menyedihkan Temans. Jujur, aku termasuk orang yang mudah menangis saat melihat hewan terluka. Rasa nyesek aja. Apakah kamu sama?

Problematika akibat perubahan iklim harus dikendalikan agar keanekaragaman hayati bisa tetap terjaga. Bukankah keanekaragaman hayati merupakan wujud harta yang bisa diwariskan ke anak cucu nanti?

Selain sinergi dari pemerintah, swasta, hingga para pemangku kepentingan, kita sebagai masyarakat juga bisa turut membantu mengendalikan perubahan iklim melalui aktivitas-aktivitas sederhana dari rumah.

Aku bersyukur bisa bergabung dengan Eco Blogger Squad (EBS). Melaluinya, aku jadi lebih aware terhadap bumi dengan mencoba melaksanakan kegiatan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui EBS, aku juga mendapatkan pemikiran hingga pengetahuan baru yang tak sembarangan orang bisa dapatkan. Proud of EBS!

Kesimpulan

Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam berupa keanekaragaman Hayati. Setiap kehati yang ada mampu memberikan sumbangsih luar biasa seperti sumber pangan, pakaian, industri, bahan bakar, penelitian, pendidikan bahkan wisata. 

Bila semua itu bisa dikelola dan dijaga dengan baik, maka masa depan negeri ini bisa terjamin. Anak cucu di masa depan akan menikmati keindahan Indonesia melalui flora, fauna hingga alam yang masih lestari. Ya, jika bukan dari sekarang kita menjaganya, kapan lagi?

Sumber tulisan : 

  • Gathering EBS dan Yayasan Kehati
  • Gambar milik pribadi dan screen shoot dari gathering EBS

22 komentar:

  1. Di lingkungan sekitar rumah, orang-oorang masih menggunakan tanaman liar untuk kebutuhan obat. Namanya mungkin berbeda antar satu daerah dan daerah lainnya, tapi bentuk dan khasiatnya sama.

    Sunggu beruntung bisa hidup di negara beriklim tropis dengan keanekaragaman hayatinya

    BalasHapus
  2. Wah kece... Aku suka dengan bahasannya. Banyak sekali flora terutama fauna yang sudah susah ditemui. Mungkin karena ekosistem yang sudah tak seimbang. Perlu adanya gerakan bersama Untuk menyeimbangkan kembali semuanya supaya keanekaragaman hayati bisa tetep terjaga. Ku setuju jika ada penanaman pohon dan penelitian mendalam ttg penangkaran, mana yg boleh dan tidak

    BalasHapus
  3. Setuju, jika keanekaragaman hayati yang dimiliki negeri dikelola dan dijaga dengan baik, maka masa depan negeri ini bisa terjamin.

    BalasHapus
  4. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Contoh paling sederhana adalah tidak menebang pohon secara liar, insyaallah bumi tetap aman

    BalasHapus
  5. Sediiih, teringat satwa yang jadi korban kebakaran hutan :( Ngerasa zalim banget gak sih jadi manusia :(

    Omong-omong, Mb Nurul tinggal di daerah manakah? Foto 2, kolase kiri bawah...di tempat Mb namanya pacar cina ya? Di tempatku namanya daun suruhan (meskipun nggak ada yang nyuruh, hihi...) atau sirih cina. Kalau pacar cina itu makanan yang bentuknya bulet-bulet keciiiil kayak mutiara warna pink, biasanya ada di es campur dan sejenisnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya bener mbak. Suruh Cina mbak itu maksudnya. Gegara saya juga baca ttg Pacar Cina malah nulisnya yang kedua hehe
      Makasih koreksinya mbak Retno 😁

      Hapus
  6. Yang paling saya ingat itu tanaman kumis kucing. Dulu banyak banget dekat rumah. Kata tetangga memang bagus untuk obat

    BalasHapus
  7. Iya, banyak tanaman disekitar kita bisa jadi obat. Sy dulu ingat waktu kecil kalau sariawan tinggal cabut tangkai daun (lupa nama daunnya) lalu dioleh diarea sariawan. dan manjur loh

    BalasHapus
  8. setujuh nih, menjaga lingkungan bukan hanya tugas individu melainkan kerjasama bersama seluruh orang. Apalagi dengan adanya EBS yang punya visi misi sangat jelas, berharapnya bisa untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Sukses selalu untuk komunitas EBS,

    BalasHapus
  9. Enak nih kalau punya halaman dan nanam sesuatu. Bisa digunakan kalau di butuhkan. Mpo beli di pasar aja rempah-rempah. Semangat terus untuk menanam

    BalasHapus
  10. Wahhh keren nih komunitasnya rajin banget ada event-event terbaru yang aktif mengembangkan wawasan dan pengetahuan anggotanya seperti ini. Jadi pengen bergabung juga, apakah ada syarat tertentu hhi?

    BalasHapus
  11. true banget, kadang aku juga nganggep rumput ya rumput, ternyata kayak putri malu gitu ada khasiatnya kalau dikonsumsi dengan cara tertentu. Bener-bener harus dijaga memang setiap tumbuhan dan hewan yang ada di lingkungan, soalnya ada manfaatnya tersendiri ya.

    BalasHapus
  12. Negara Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman hayati yaa. Perubahan iklim apalagi yang ekstrem bisa merusak sikulus kehidupan tanaman2 itu, khawatirnya emang kyk tanaman pangan jd gak panen pd waktunya, tanamanobat jd langka, dll pokoknya banyak yg gk seperti sblmnya. Memang udah sewajarnya kita bertindak supaya lingkungan jd lbh baik dan tanaman tetep awet tumbuh.

    BalasHapus
  13. Baru tahu komunitas ini dan jadi pengeeeen banget ikut gabung.
    Sebagai orang yang tinggal di desa, dan suka gardening, saya tahu kalau tanaman-tanaman liar di sekeliling rumah adalah obat, tapi sediik yang tahu nama dan khasiatnya. Kadang pengen gabung ke komunitas yang memang saling sharing info tanaman.

    BalasHapus
  14. Bener bnget Indonesia negeri yang kaya akan sumber daya alam berupa keanekaragaman Hayat Dan itu harus bnget dijaga dn dilestarikan.. agar anak2 nanti masih bisa menikmati y mba

    BalasHapus
  15. paling suka menanam putri malu :D

    BalasHapus
  16. Menjaga berbagai macam keanekaragaman hayati yang ada di bumi ini adalah tanggungjawa kita bersama.
    Mari bergerak bersama untuk menjaga keseimbangan alam yang lebih baik.

    BalasHapus
  17. Kita memiliki keanekaragaman hayati yang begitu indah, sudah saatnya untuk terus kita jaga agar dapat terus lestari

    BalasHapus
  18. Jaga keanekaragaman hayati ini harus konsisten diterapkan, dan semua pihak memang harus berkontribusi karena sebagai tanda menjaga sumber pangan kita juga kan

    BalasHapus
  19. Kelestarian keragaman hayati memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Dan salah satu langkah menjaganya yakni dengan menerapkan kehidupan yang didasarkan pada aspek keberlanjutan.

    BalasHapus
  20. Iya memang menjaga keanekaragaman hayati itu kudu diawali dr diri kita sendiri yaa.. Semakin banyak yang sadar semakin mudah terjaganya.

    BalasHapus
  21. Jadi inget kebun belakang rumah mbak, ada mungkin lebih dari 50 jenis tanaman.. Apalagi kalau perjalanan ke semarang dari purbalingga via kaloran-sumowono beuuh sangat amat kaya dengan keanekaragaman hayati nyaaa..

    BalasHapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam