Minggu, 04 November 2018

Seribu HPK untuk Ananda, Seribu Cinta untuk Indonesia

Demikianlah ucapan Asuma Sarutobi kepada anak didiknya Shikamaru Nara. Asuma merupakan salah satu tokoh dalam sebuah komik dan animasi Jepang karangan Masashi Kishimoto, Naruto Shippuden. Bagi pecinta Naruto, tentu ucapan tersebut telah menjadi kutipan tersendiri dan melegenda di dalam hati, tak terkecuali saya. 

Terlepas dari cerita animasi Naruto, sebenarnya ada hal menarik berkaitan dengan ucapan Asuma. Sang pengarang komik, Masashi Kishimoto, berusaha mengungkapkan sebuah amanat bahwa anak-anak merupakan pondasi penting dari sebuah bangsa. Melindungi mereka berarti melindungi masa depan suatu negara. Tepat sekali, sebuah negara bisa dikatakan kuat bukan hanya melalui pendapatan negara yang tinggi, wilayah yang luas ataupun sumber daya alam yang melimpah. Namun juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusianya (SDM).
Nah, berkaitan dengan anak-anak, mereka lah yang nantinya akan menjadi sumber daya manusia untuk menggerakkan perekonomian dan ketahanan Indonesia di masa depan. Dengan adanya hal tersebut, segala upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak demi menjaga kualitas perkembangan dan pertumbuhan anak-anak Indonesia.

Saat ini, permasalahan pelik yang tengah mendera anak-anak adalah Stunting. Stunting merupakan kondisi mal-nutrisi yang disebabkan oleh kurang gizi kronis pada anak-anak. Biasanya ditandai dengan tubuh yang kerdil dengan kondisi psikis yang kurang baik. Di Indonesia sendiri permasalahan stunting masih menjadi hantu menyeramkan yang mengancam generasi penerus bangsa. Pravelensinya dari tahun ke tahun kian mencemaskan. 

Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2016, pravelensi stunting Indonesia mencapai 27,5 persen. Padahal menurut WHO, persentase stunting dikatakan kronis apabila memiliki pravelensi sebesar 20 persen. Artinya apa? Indonesia telah melebihi batas kronis pravelensi stunting. Berikut merupakan data pravelensi Stunting di Indonesia sejak tahun 2013 hingga tahun 2018 berdasarkan informasi via Katadata.co.id
Sejak tahun 2007 hingga 2018, persentase stunting selalu mencapai angka lebih dari 20%, yang mengindikasikan bahwa Indonesia mengalami gawat stunting. Mengapa bisa demikian? Ada banyak faktor yang menyebabkan kondisi stunting di Indonesia. Salah satunya karena pola makan yang tidak sesuai dengan ketentuan. 

Berbicara mengenai pola makan saat hamil, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan menerapkannya secara benar. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai alasan. Kemiskinan atau kebiasaan merokok orangtua, minimnya pengetahuan, hingga mitos yang berkembang selama kehamilan.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Katadata, angka kemiskinan di Indonesia telah mengalami penurunan pada tahun 2018. 
Namun demikian, jika dihitung tiap wilayah, masih ada 16 propinsi yang memiliki persentase kemiskinan diatas 10%. Tingkat kemiskinan ini mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan selain beras seperti telur, susu, daging, ikan dan sayuran. Mereka memilih memprioritaskan pendapatan untuk membeli beras dan rokok. Rokok? Ya. Seperti yang dilansir oleh BPS, beras dan rokok masih menjadi prioritas yang dipilih dengan persentase terbesar.
Melihat prioritas pemenuhan konsumsi masyarakat di atas, kita bisa tahu bahwa kemiskinan telah membatasi pembelian bahan makanan lainnya. Selain itu, kebiasaan merokok para orangtua juga mengurangi jatah pembelian bahan makanan pelengkap yang bisa menutrisi bayi selama kehamilan.
Ketika bibi saya mengandung, nenek saya pernah melarangnya untuk memakan kulit ayam dan makanan dari laut. Alasannya, kulit ayam akan membuat bayi menjadi lengket saat persalinan. Sedangkan makanan laut, akan membuat badan menjadi amis dan anak akan mudah alergi saat lahir. Dulu, mitos semacam itu sempat saya percayai. Namun, setelah membaca banyak referensi, tak ada penelitian yang menyatakan bahwa kulit ayam dan makanan laut menimbulkan masalah selama kehamilan, kecuali bagi mereka yang memang alergi. 

Kulit ayam ataupun makanan laut merupakan makanan penting yang dibutuhkan ibu hamil karena mengandung protein, lemak, mineral dan asam folat. Adanya mitos yang beredar, akan membuat orang enggan membeli bahan makanan tersebut karena takut terjadi sesuatu saat melanggar. Dengar! Ini jelas salah.
Berkaitan dengan pengetahuan para ibu saat hamil. Ternyata masih banyak yang belum paham pentingnya menjaga pola makan yang tepat. Besarnya pengeluaran untuk pembelian beras dan rokok dibanding bahan lain seperti telur, daging, susu, buah-buahan dan sayuran telah menjadi fakta yang cukup membuat miris. Padahal selain karbohidrat, masih ada beberapa zat lain yang dibutuhkan selama hamil, tepatnya ketika masa 1000 Hari Pertama Kelahiran atau 1000 HPK.
Periode 1000 HPK adalah waktu yang menentukan seorang bayi mampu terlahir dengan keadaan sehat atau tidak. Adanya pemenuhan nutrisi melalui pola makan yang baik dan tepat akan menghadirkan kesempatan bagi janin untuk tumbuh secara sempurna. Pada 1000 HPK ini, bayi tengah mengalami periode emas atau waktu terbaik. 

Dalam periode emas, pertumbuhan bayi sangat ditentukan oleh nutrisi dan asupan yang dimakan oleh sang ibu. Jika sang ibu memberi makanan yang cukup nutrisi (4 Sehat 5 sempurna), maka bayi yang dikandungnya akan sehat dan memiliki pertumbuhan yang baik. Sayangnya, tak semua orang memahami pentingnya pengetahuan mengenai 1000 HPK. Bahkan di desa saya di kabupaten Pekalongan, banyak sekali para ibu yang belum tahu arti 1000 HPK. Jika pengetahuan tentangnya saja tidak tahu, bagaimana dengan penerapannya?
Seribu HPK adalah periode yang tak bisa disepelekan oleh para ibu hamil. Ya, karena pada periode tersebut, merupakan masa dimana sel tubuh mulai berkembang, DNA janin mulai terbentuk dan tulang mulai tumbuh. Perlu adanya tindakan nyata yang mampu mendukung keberhasilan pemenuhan pola makan selama 1000 Hari Pertama Kehidupan ini. 
"Bagaimana pola makan yang seharusnya dilakukan ibu hamil selama periode 1000 HPK atau ketika bayi sudah lahir?"
Penuhi makanan yang mengandung karbohidrat, vitamin, mineral, zat bezi, protein dan yang paling penting asam folat. Kandungan makanan ini bisa ditemukan di sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kol, selada. Untuk asam folat, bisa ditemukan pada ikan atau makanan laut.
Nah untuk mempermudah para ibu hamil memenuhi nutrisi, bisa dengan membuat jadwal harian berkenaan makanan yang dibutuhkan. Tentunya yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Seperti rancangan pola makan dibawah ini misalnya.
Yap, demikianlah rancangan pola makan yang harus dipenuhi oleh Ibu hamil dalam periode 1000 HPK. Ananda (anak) bukan hanya anugerah bagi keluarga, tapi juga untuk negeri, sebab kualitas pertumbuhan ananda, mencerminkan kualitas suatu negeri. Maka dari itu tindakan preventif selama 1000 HPK untuk ananda, sama halnya dengan memberikan cinta untuk masa depan negeri ini, Indonesia.


#1000HariTerbaik
#1000HariPertamaAnanda

Sumber Informasi : 

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/04/08/di-mana-provinsi-dengan-stunting-tertinggi-2017

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/03/30/berapa-prevalensi-bayi-stunting-di-indonesia

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/?s=Stunting

Siaran radio KBR.id mengenai "Rokok Harus Mahal"

Badan Pusat Stastik

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/07/17/16-provinsi-angka-kemiskinannya-masih-di-atas-10-persen

28 komentar:

  1. Suka sama kutipan pembuka tulisan ini.. Btw,saya sangat setuju bahwa 1000 HPK adalah waktu emas yang tak akan terulang. Semoga para orang tua semakin menyadari akan arti pentingnya 1000 HPK ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, 1000 HPK itu penting banget untuk menghindari bayi terkena stunting.

      Hapus
  2. Hiks. Miris deh mbak melihat fakta bahwa masyarakat lebih mementingkan rokok ketimbang kebutuhan lainnya. Enggak semuanya sih, tapi kebanyakan seperti itu. Nah, maka dari itu pemahaman tentang stunting memang perlu banget disebarluaskan ya mbak biar banyak yang sadar akan pentingnya 1000 HPK bagi seorang anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba, penting banget untuk menyebarluaskan informasi berkenaan dengan penanganan stunting dan informasi tentang 1000 HPK ini

      Hapus
  3. Dulu pas hamil pertama kali ibuku kasih pesan "hamil itu sangat personal antara pere satu dan lainnya akan beda rasa dan keluhannya. Yakin aja sehat, makan yang baik jangan dengarkan cerita cerita yg nggak baik. Hahaha jadi PD deh

    BalasHapus
  4. Makan kulit ayam dan ikan laut yang bermanfaat malah dianggap bermasalahn karena mitos. Saya setuju kalau pemahaman orang tua perlu lebih disosialisasikan, terutama ibu hamil hingga 100 HPK sangat penting untuk masa depan anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, namanya orang jaman dulu sih mba, kalau apa2 masih tergantung sama kepercayaan. Tinggal kitanya aja yang harus aware dan lebih mengutamakan pola makan.

      Hapus
  5. Rokok yang sulit dihindari nih. Banyak ayah yang biasa saja merokok diantara keluarga nya yang masih ada usia balita sekali pun. Mereka tahu merokok bahaya dan merugikan tapi kok susah banget ditiadakan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, biasanya kalau gak dimulai dari diri sendiri emamg agak susah. Apalagi kalau udah ketagihan merokok.

      Hapus
  6. Bener banget, 1000 hari pertama anak adalah masa2 berharga. Harus dipastikan segala nutrisi yang dibutuhkan tercukupi. Untuk tumbuh kembang anak yang optimal. Gak hanya untuk saat itu saja, tetapi juga untuk seluruh waktu hidupnya. Semoga 1000 HPK ini disadari semua orang tua dan berbagai pihak. Supaya kasus stunting tak terjadi lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip mbak, aku berharap juga demikian. Perlu penyebar luasan informasi mengenai Stunting dan pencegahannya supaya anak2 Indonesia tidak terkena stunting.

      Hapus
  7. Pola hidup yang gemar merokok selaku jadi hal yang menyedihkan karena akibat yang ditimbulkan banyak, salah satunya stunting. Andai yang masih merokok paham dan membaca artikel ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya udah kebiasaan sih mbak, jadinya ya cukup susah menghentikannya. :)

      Hapus
  8. Seputar HPK ini banyakmpara ibu dan calon ibu yang belum paham, mungkinkah pada nasihat perkawinan hal ini diselepin buat disampaikan biar pada ngerti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa bisa bisa. Kayaknya sebelum menikah tuh perlu deh diinformasikan perhal informasi kayak gini. Kan untuk masa deepan juga

      Hapus
  9. Suka gemas sama yang merokok sambil gendong anak, duh pengen keplak kepalanya deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau itu mah namanya udah keterlaluan mbak.

      Hapus
  10. Bagus banget neh informasinya mba. Bener banget anak stunting itu karena kekurangan gizi. Perlu peninjauan kandungan gizi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang utama penjagaan pola makan sih mba. Soalnya kandungan gizi tuh terkait banget dengan makanan yang dimakan.

      Hapus
  11. Ternyata rokok sudah termasuk kelompok makanan di perkotaan, ya. Apalagi Presiden Jokowi sudah tandatangani Perpres terkait pemanfaatan cukai rokok, yang dinilai dapat menutup defisit keuangan BPJS Kesehatan. Rokok seolah dianggap "penyelamat" kesehatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dilema memang kak berkaaitan dengan rokok. Disatu sisi ia menyelamatkan, di sisi yang lain ia mematikan.

      Hapus
  12. Informasi ini penting banget buat ibu yg hamil, ibu yg punya bayi dan balita. Tidak hanya itu saja sih...peran suami juga untuk memberikan semangat...semuanya harus tahu tenyang 1000 hpk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, disini peran suami juga sangat penting. Pemberian nafkah yang cukup serta kasih sayang akan melahirkan kebiasaan baik para istri saat hamil.

      Hapus
  13. ditempatku, Kalbar masih terhitung aman. Mudah mudahan stunting jadi target besar untuk dituntaskan karena generasi bangsa penting banget. jangan sampai ledakan generasi stunting deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap bener. Stunting itu mengancam bonus demografi jeh mas. Makanya sekarang segala upya banyak dilakukan untuk mencegah stunting.

      Hapus
  14. Yup setuju banget menjaga anak2 itu menjaga oeradaban masa depan bangsa... Semoga makin banyak yg meninggalkan rokok...

    BalasHapus
  15. saya jadi khawatir soal stunting ini..karena anak makannya sulit..

    BalasHapus