Sabtu, 01 April 2017

My Dream, My spirit (Cerita dikala gerimis)

Suatu sore di tahun 2018
"Bunga-bunga berwarna pink itu jatuh tepat disekitarku. Mereka melayang berbaur bersama angin. Aku menutup mataku. Merasakan sebuah kesyahduan akan rasa syukur dalam hatiku. Aku ada di negeri sakura."
Sebuah mimpi malam itu. Sungguh sesuatu yang ingin kurasakan suatu hari nanti. Realita yang hampir sama. Sudah sejak lama rasanya aku tak memiliki mimpi yang sama. Bermain bersama hembusan angin di sebuah kota kecil bernama Sakai. Pada saat itu musim semi. Semua ranting yang semula kosong berubah menjadi pink dengan semerbak khas dan segar. Musim sakura.

Di sebuah kursi aku duduk. Menuliskan perjalananku selama aku melakukan traveling di negeri ini. Laptop kecil di tanganku sudah mulai bekerja, jari jemariku mulai mengetik perlahan menyentuh keyboard mungil itu. 
Aku mulai menulis kalimat pembuka dalam blogku. "Apakah aku benar-benar berada di Jepang?"


***
Sore ini, 1 April 2017
Saat ini aku sedang duduk di sebuah tempat dimana aku melakukan kerja parttime. Suasana kala ini mendung dengan sedikit angin. Rasanya dingin. Namun suara Gita Gutawa dalam lagunya yang berjudul Remember sedikit membuatku merasa hangat. Hangat dalam batin. Di kota Yogyakarta. Masih melalui waktu-waktu yang sama seperti sebelumnya, hanya saja saat ini waktuku tidak kuhabiskan untuk kuliah atau organisasi. Aku menggunakan waktu produktifku untuk bekerja dan mengerjakan Tugas Akhirku.

Saat ini yang aku pikirkan adalah mengenai hal-hal yang ingin dan akan kulakukan kedepannya. Aku akan menabung. Mengumpulkan uang dan mencari hal-hal yang bermanfaat untuk perkembangan pemikiran dan karakterku. Bagiku, mimpi-mimpi untuk traveling masih kusimpan rapat dalam sebuah tempat khusus dalam diary dan otakku. Suatu hari. Ya, suatu hari aku akan berada pada tanah dan langit yang berbeda. Aku percaya itu, bagaimanapun jalannya. Selagi aku percaya pada-Nya.

Aku mempunyai banyak keinginan di masa depan. Untuk jangka pendek ada penyeleseian Tugas Akhir dan wisuda. Mencari pekerjaan yang sesuai dengan basic pendidikan dan skill ku.
Untuk jangka panjang, aku berniat membuka usaha kuliner di kota kelahiranku, Pekalonganku.
Aku ingin menikah di waktu yang Allah berikan. Bagiku lebih cepat lebih baik. Suatu hari bersama suamiku, aku ingin mengembangkan usaha kulinerku tadi. Sebenarnya tergantung suamiku sih, dia bekerja di bidang apa. Intinya kami ingin saling mendukung dalam berbagai hal.
Aku ingin punya rumah yang memiliki jendela yang luas, dua tingkat dengan bagian atap rumah datar, sehingga bisa difungsikan untuk melihat langit. BTW aku pecinta langit dan dunia luar. Aku merasa sangat rileks ketika melihat alam, termasuk langit, hijaunya pohon dan hujan.

Oh iya, seperti mimpi dalam kalimat pembuka dalam tulisan ini. Aku masih ingin membahas traveling. Traveling yang kulakukan suatu hari nanti adalah bersama suami dan keluargaku tercinta. Aamiin ya Robal Alamin. I hope so....

Saat ini aku merasa belum menjadi apa-apa, karena semua hal yang aku inginkan belum terwujud. Suatu hari, aku akan tersenyum melihat tulisan ini. Aku akan berkata dengan lantang "Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini selama diri percaya pada keajaiban Allah"

Bismillah. Aku harus sukses. Aku harus menjadi panutan yang baik untuk adik-adikku bahkan orang lain. Aku akan membahagiakan orang-orang disekitarku. Aku akan menjadi orang yang baik dan berguna untuk setiap hal. Agama, diri sendiri, negara dan lingkungan.

Bismillah. Aku akan belajar bersama. Menjadi istri dan ibu yang baik. Menjadi anak dan saudara perempuan yang hebat.

Bismillah. Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Aku yakin itu. 

Post by : Nurul Mutiara R.A (Manajemen 2013 UNY, Yogyakarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar