
"Nduk, mau ikut simbah panen ubi ungu di ladang sana ndak? Nanti sekalian mbah masakin sayur daun ubi kesukaan kamu"

"Nduk, mau ikut simbah panen ubi ungu di ladang sana ndak? Nanti sekalian mbah masakin sayur daun ubi kesukaan kamu"
| Alfira Oktaviani pendiri Semilir Ecoprint (dok.instagram semilir Ecoprint) |
“Seni bukan hanya tentang membuat karya, tetapi juga merawat dan siap mewariskan ke anak cucu melalui cara-cara yang berkelanjutan”

Memutuskan memakai baju lusuh dalam keseharian ternyata sebentuk tindakan bijak untuk menjaga bumi. Lho, kok bisa?
![]() |
| Sampah makanan berupa buah apel (Sumber : Pixabay/Filmbetrachter) |
Setiap orang bisa menjadi pahlawan. Tak perlu menjadi Superman yang punya kulit sekuat baja atau Batman yang punya senjata modern untuk menumpas kejahatan. Melalui aktivitas ramah lingkungan pun, kita bisa menjadi pahlawan. Ya, pahlawan bagi bumi.
![]() |
| Melindungi gajah yang kian punah (Sumber gambar : Pixabay) |
Cerita tentang gajah-gajah sumatra - Beberapa waktu lalu, BTN Tessonilo memposting foto mengenai kelahiran gajah Sumatra betina dari indukan bernama Lisa. Gajah yang lahir pada 1 September 2023 lalu itu mempunyai bobot 90 kg dan belum diberi nama oleh petugas.
![]() |
| Bersama bergerak berdaya untuk pemulihan lingkungan (Dok.pri) |
***
Di depan sebuah apotek di sudut kota batik, tampak beberapa anak muda serta para bapak mengenakan baju merah berbaris dengan teratur. Sembari membawa jaring, garu dan perkakas kebersihan lainnya, mereka terlihat antusias dan bersemangat.
"Apa sih hubungan antara Keadilan Iklim dan Perubahan Iklim?"
Perubahan iklim bukan hanya isapan jempol. Saat ini, sudah banyak bencana-bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim seperti banjir bandang, angin ribut, longsor, kekeringan, dan rob.

Tahukah kalian bahwa tanggal 9 Agustus 2022 lalu di peringati sebagai Hari Adat Sedunia? Itu artinya, dunia sangat mengakui bahwa masyarakat adat memiliki peran penting bagi kehidupan. Namun begitu, sudah kenalkah kalian apa itu masyarakat adat?
***

![]() |
| Ilustrasi langit biru membuat segalanya menjadi indah (oleh: Pixabay/Timhill) |
Saat di perjalanan menuju Kota Jakarta, aku begitu menikmati langit biru sepanjang kereta berjalanan. Hamparan langit yang terang beserta kapas-kapasnya, bersanding manis dengan hijaunya persawahan dan hutan jati di kanan kiri rel kereta api.
Sekaya apa keanekaragaman hayati Indonesia sampai kita harus bangga menjadi bagian darinya?
***
Waktu itu aku masih berusia sekitar 12 tahun dan hidup di lingkungan pedesaan yang notabene memiliki kondisi alam yang masih asri. Berbagai tumbuhan liar hingga tanaman peliharaan sangat mudah ditemukan di lingkunganku. Suasana hijau menjadi pemandangan sehari-hari yang meneduhkan.
“Memangnya hanya dengan tindakan sepele yang kita lakukan, itu bisa mengendalikan perubahan iklim?”
Beberapa waktu lalu, ketika aku share tulisan di Facebook bertema lingkungan, seorang kawan mengomentari postingan tersebut. Dia memberi pendapat bahwa hal kecil yang sudah saya tulis tak akan berpengaruh banyak.