![]() |
| Gambaran indah Banda Neira di Maluku (Sumber : laut sehat.id) |
Kapan aku ke Banda Neira? - Setiap kali ingat air berwarna biru, pikiranku selalu mengarah pada wisata yang ada di wilayah timur seperti Raja Ampat di Papua atau Banda Neira, Maluku.
***
Beberapa waktu lalu, aku melihat sebuah video yang diupload melalui reels instagram. Video tersebut berisi seorang laki-laki naik perahu sembari melintasi lautan berwarna biru cantik. Nampaknya, ia mengambil gambar melalui drone.
Memperlihatkan pemandangan cantik, jelas menarik perhatian banyak orang. Beberapa warganet bertanya lokasi reels tersebut. Ia kemudian menjawab "Itu merupakan negeri dinosaurus bernama Banda Neira".
"Benarkah Banda Neira layak disebut negeri para dinosaurus?"
Kalau menurutku layak. Lal itu bisa dilihat dari eksotisme hutan hingga pegunungannya. Seolah berada di film Jurasic Park. Apakah kalian pernah menontonnya?
Banda Neira merupakan kepulauan bersejarah yang memiliki surga bawah laut sangat menawan. Ada beberapa daya tarik wisata utama:
- Wisata Sejarah: Jelajahi Benteng Belgica berdesain pentagon, Benteng Nassau, serta kunjungi Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir.
- Keindahan Bawah Laut: Perairan Banda Neira adalah jantung segitiga terumbu karang dunia. Anda bisa menyelam, snorkeling, dan melihat lumba-lumba di spot terbaik seperti Pulau Hatta, Pulau Nailaka, dan Lava Flow.
- Pendakian Gunung Api: Bagi pencinta alam, pendakian ke puncak Gunung Api Banda menawarkan pemandangan spektakuler gugusan pulau dari ketinggian.
Sebelumnya, aku melihat Banda Neira dari seorang teman kuliah. Saat itu ia melakukan perjalanan ke sana karena menjadi panitia acara di tempat ia bekerja.
Kepingan demi kepingan cerita ia upload di stori dan feed instagramnya. Ia juga menambahkan kaption cukup romantis yang membuat Banda Neira nampak lebih puitis.
Dari sisi sejarah, sebenarnya banyak hal pula yang bisa dibahas. Misalnya, dulu Banda Neira menjadi tempat pembuangan para tokoh perjuangan Indonesia seperti Mohammad Hatta, Sutan Syahrir dan Dr Ciptomangunkusumo.
Jangan dibayangkan saat itu ketiga tokoh bisa merasakan keindahan ala anak muda zaman sekarang. Saat itu dalam suasana penjajahan, rasa takut dan kesepian tentu saja menghantui tiap orang yang diasingkan ke sana.
Meski begitu, Banda Neira adalah saksi sejarah bahwa keringat dan pengorbanan para pahlawan yang memperjuangkan negeri ini juga terpatri di sana.
Kembali ke Banda Neira sebagai lokasi wisata. Selain Labuan Bajo, Banda Neira dan Raja Ampat merupakan tempat yang ingin aku kunjungi. Mengapa?
Aku yakin pulau-pulau di bagian timur Indonesia memiliki cerita menarik yang belum banyak diulas. Negeri ini terlalu luas. Harus dijelajahi satu per satu dan ditulis dalam catatan panjang agar abadi.
Aku berdoa, semoga di tahun 2026 ini atau tahun ke depan, aku bisa traveling ke bagian timur Indonesia. Memotret tiap keindahannya dan menuliskannya melalui blog ini. Affirmasi positif dulu, siapa tahu dikabulkan oleh Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam