Laman

Sabtu, 14 Oktober 2023

Bernostalgia pada 3 Lagu Masa Lampau. Kamu pernah Mendengar yang Mana?

Mengenang Lagu masa Kecil (Pixabay/Van3ssa_)

Nostalgia 3 lagu masa kecilku - Pernah gak sih ketika masa kecil, orang tuamu menyanyikan lagu-lagu yang nostalgic. Lagu itu selalu melekat dalam ingatan. Aku mempunyai, mungkin ada banyak lagu anak-anak yang terngiang begitu dalam. Lagu-lagu itu selalu aku dengar dari ibuku dan guru TK-ku.

Saat sekolah TK, guru-guru mengajarkan banyak lagu mulai dari lagu dolanan, lagu nasional hingga tepuk-tepuk yang  menghidupkan kegembiraan. 

Nah, berbicara soal lagu, aku punya 3 lagu yang selalu membuatku rindu masa kecil. Entah, apakah kamu pernah mendengarnya atau tidak. Karena ini lagu juga jarang dilantunkan lagi sehingga generasi sekarang belum tentu paham. 

Judul : Lagu Pak Tani

Nasi putih terhidang di meja, kita santap tiap hari

Beranekaragam hasil bumi, darimanakah datangnya

Dari sawah dan ladang disana, petani lah penanamnya

Panas terik tak dirasa, hujan rintik tak mengapa

Masyarakat butuh bahan pangan

Terimakasih bapak tani, terimakasih ibu tani

Tugas anda sungguh mulia

Lagu berjudul "Pak Tani" di atas merupakan konon sering diputar di TVRI di era 90-an. Dulu aku mengenal lagu ini karena ibuku sering menyanyikannya. Tiap menidurkan adikku, ibuku pasti tak pernah lupa lagu ini.

Lagu ini membuatku menghargai nasi-nasi yang ada di piring. Dulu, ketika nasi yang aku makan tidak habis, pasti aku diperingati untuk menghabiskan karena ada jasa petani di dalamnya.

Baca jugaPermainan Anak Generasi 90-an, Kamu Kangen Main yang Mana?

Para petani, dengan segenap kemampuannya menanam benih-benih padi, memberi pupuk, memanen padi, memproses padi menjadi beras dan mendistribusikan ke kita, masyarakat melalui toko beras atau warung-warung.

Judul Lagu : Burung Kecil (Gito Rolies)

Hai, burung kecil, silakan pergi

Terbanglah tinggi sesuka hati

Langit yang biru memang milikmu

Mungkin di sana damai hidupmu

Rentangkanlah sayapmu

Nikmatilah kebebasanmu

Walau hidup masih tak tentu

Biarkan manusia dengan tingkahnya

Biarkanlah dunia dan masalahnya

Rentangkanlah sayapmu (rentangkanlah)

Rentangkanlah sayapmu

Biarkan manusia dengan tingkahnya

Biarkanlah dunia dan masalahnya

Rentangkanlah sayapmu (rentangkanlah)

Rentangkanlah sayapmu (rentangkanlah)

Bentangkanlah sayapmu (bentangkanlah)

Nyanyikanlah lagumu (nyanyikanlah)

Damaikanlah hidupmu (damaikanlah)

Lagu ini juga sering kali dinyanyikan oleh ibuku saat aku kecil. Waktu itu aku selalu membayangkan tentang perjuangan burung-burung kecil yang terbang di langit.

Burung pipit kecil di atas tanaman padi 

Setiap kali ada suara burung berkicau atau melihat sekumpulan burung Pipit terbang di atas langit, aku selalu membayangkan bagaimana burung-burung tersebut hidup. 

Terlebih, membayangkan saat manusia menangkap mereka, menjadikan burung-burung kecil itu santapan di atas piring atau diletakkan di kandang-kandang untuk dipeihara. Terkadang, aku membayangkan kehidupan mereka yang bebas, bisa terbang kemana saja.

Judul lagu : Ibu Kulo Nyuwun Arto 

Ibu kulo nyuwun arto

Ing njawi wonten kere

Kere lumpuh lan wuto

Sambat ngelak lan luwe

Iki angger wenehno

Sega iwak lan banyu

Kerene kandanono

Saben minggu kon teko

Lagu tersebut aku dengar dari guruku semasa sekolah TK. Bercerita tentang seorang anak yang melihat pengemis dan meminta uang kepada ibunya untuk diberikan kepada pengemis tersebut. 

Pengemis tersebut mengatakan pada si anak bahwa perutnya lapar dan haus. Kemudian, ibu menyiapkan nasi beserta lauk ikan untuk diberikan kepada pengemis itu dan meminta si anak untuk bicara pada pengemis agar datang setiap minggu.

Lagu ini menyiratkan pembelajaran mengenai rasa empati yang tinggi terhadap orang yang membutuhkan. Memang, zaman telah berubah. Pengemis zaman sekarang tidak bisa dibandingkan dengan zaman dulu. Namun, amanat lagu ini begitu luar biasa bukan?

Anak kecil diminta oleh ibunya untuk mengantar makanan pada pengemis. Niat sang ibu sungguh mulia, beliau ingin mengajarkan semangat berbagi meski dengan lauk sederhana. 

Btw, kalau pengemis zaman sekarang, Kira-kira kalau hanya diberi makan dan minuman mau menerima gak ya? Sebab, banyak di luaran sana yang mengemis tapi ternyata lebih kaya dari yang memberi. Ah, ada-ada saja memang. 

Baca jugaPetualangan Sherina, Permen-permen Coklat dan Sebuah Keinginan Masa Lampau

Nah, itu dia 3 lagu di masa lampau yang cukup nostalgic bagiku. Memang, sebenarnya masih banyak lagu yang membuatku ingin berselancar ke masa lalu melalui pikiran. Termasuk lagu-lagu pada film musikal Petualangan Sherina. Btw, lagu-lagu apa yang selalu membuatmu mengingat masa kecil?

2 komentar:

  1. Ini kenapa 3 lagu di atas akh blm pernah denger yaaa 😅. Kayaknya aku jarang banget dengerin lagu deh mba zaman kecil. Mungkin saking mama LBH suka muterin lagu ABBA drpd lagu anak kecil hahahaha. Aku taunya malah lagu2 ABBA sih 😁.

    Tapi jadi penasaran nih, mau cari di YT deh 3 lagu di atas kayak apa 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu lagu jadul banget sih mbak wkwkkw
      Aku aja dengernya dari ibu karena memang sering diajari lagu itu sama mbahnya hehe

      Hapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam