Laman

Rabu, 26 Juli 2023

Pengalaman ke Bali via Bandara Adi Sumarmo, Solo. Yuk Traveling!

Bagian depan Bandara Adi Sumarmo, Solo (dok.Pri)
Beberapa waktu lalu, saya mendapat undangan ke Bali dan akomodasi seperti pesawat hingga transportasi dari kota tujuan disediakan oleh panitia acara. Well, panitia meminta saya dan lainnya untuk setor rencana pembelian tiket.

Mulanya, saya berkeinginan menggunakan pesawat melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang. Hanya saja, waktu dan alur pesawat yang harus transit dulu ke Jakarta mengharuskan saya mencari pesawat yang bisa langsung terbang ke Jakarta. 

Kemudian, saya memutuskan mengambil jadwal penerbangan melalui Solo, yakni melalui bandara Adi Sucipto yang bisa langsung terbang ke Bali dengan harga lebih murah.


Namun demikian, karena kesalahan teknis dari panitia membuat saya mendapatkan tiket yang kurang sesuai dengan rencana. Akhirnya, saya harus melalui tahap yang cukup uwow untuk bisa ke Bali. 

Nah, melalui artikel ini, saya berkeinginan membagikan pengalaman berangkat dari Pekalongan ke Bali via Bandara Adi Sumarmo yang berada di perbatasan Solo-Boyolali. 

Pertama, saya menggunakan kereta Joglosemarkerto yang berangkat pukul 19.59-00.07 ke Stasiun Solo Balapan dengan harga Rp 165.000 ini kereta jenis eksekutif. Kamu bisa memilih yang lebih murah dengan harga Rp 115.000

Kedua, saya menginap di hotel kecil bernama Mulya Baru dengan biaya Rp 150.000. Saya memilih menginap karena di stasiun tak boleh stay. Apalagi saya seorang perempuan. Takut berbahaya mending nginep aja. 

Ketiga, sekitar pukul 11 siang, saya langsung pergi ke Stasiun Solo Balapan lagi untuk naik kereta bandara bernama BIAS seharga Rp 7000. Bagi kamu yang berkeinginan naik kereta BIAS, pastikan bahwa jadwalnya tepat ya.

Saat itu, saya memilih jadwal Kereta BIAS jam  11.12 dan sampai pada 11.31. Gak terlalu lama kok, sekitar 19 menit. Kalau jadwal kereta gak cocok, kami bisa pilih naik ojol atau bus.

Btw, dibanding naik kereta bandara, kalau kamu menggunakan ojol, biaya sekali jalan bisa mencapai Rp 30.000. So, kalau mau lebih hemat pakai kereta BIAS aja.
Kereta Bandara Adi Sumarmo
Kereta Bandara Adi Sumarmo
Saya sampai di Bandara sekitar pukul 12 siang. Well, karena tiket pesawat pukul 16 sore, jadi masih harus menunggu di depan bandara sebelum melakukan check in maskapai.

Perlu diketahui bahwa masing-masing bandara punya waktu check in yang berbeda-beda. Ada yang 90 menit, ada yang 2 jam sebelum keberangkatan. Kita hanya perlu memperhatikan tiket online yang kita beli.
Check in di bandara Adi Sumarmo
Pastikan kamu check ini sesuai dengan maskapai di tiketmu ya

Lanjut. Setelah melakukan check in, saya kemudian menuju ruang tunggu pesawat. Bagi kamu solo traveler dan belum tahu mengenai letak-letak apapun di bandara,

1. Pastikan kamu baca-baca tiap petunjuk yang disediakan di tiap sudut bandara.

2. Pelajari alur dan letak ruang melalui ulasan atau video dari youtube tentang pemula yang baru naik pesawat. Ada banyak kok ulasannya kalau kita mau nyari.

3. Jangan pernah malu untuk bertanya pada petugas atau orang yang tahu.

Nah, bicara soal ruang tunggu pesawat. Di dalamnya ada minimarket untuk membeli minuman atau jajanan. Tapi, harga bakal lebih mahal dari minimarket di luar bandara. Kamu kudu siapin uang lebih atau mending bawa minuman dari luar aja.

Sekitar jam 16.20, semua penumpang sudah dipanggil untuk masuk ke dalam pesawat. Setiap orang mulai berbaris di depan gate/gerbang yang tertulis di boarding pass. Waktu itu aku di gate 3.
Gate 3 bandara Adi Sumarmo (Dok.Pri)
Untuk kamu yang melakukan perjalanan dengan pesawat dan masih pemula, pastikan saat berada di ruang tunggu, kamu berada di gate yang sesuai dengan boarding pass-mu yang Gaes agar lebih mudah.

Perjalanan ke Bali, aku menggunakan pesawat milik Air Asia dan bisa terbang langsung menuju ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Sekitar pukul 19.00 saya sampai dan dijemput oleh panitia acara.

Sebenarnya saya bisa memilih ke Bandara Ahmad Yani, Semarang yang lebih dekat. Hanya saja, saya harus melalui proses transit dimana waktu sampai ke Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar jam 22.00. Tentu itu sudah cukup malam.


Selain itu, saya pengen berpengalaman melalui dua Bandara yang berbeda biar bisa tahu rasanya. Soalnya sebelumnya, saya pernah ke Riau via Bandara Ahmad Yani. Buat nambah pengalaman lah kalau sewaktu-waktu terbang lagi ke tempat lain.

Nah itu dia pengalaman saya ketika pergi ke Bali melalui Bandara Adi Sumarmo, Solo. Sebenarnya kalau tak lihat, lebih murah harga pesawat via Adi Sumarmo. Hanya saja, kendaraan menuju ke sana berupa kereta sangat terbatas.
Ruang tunggu Bandara Adi Sumarmo, Solo
Satu kereta ke Solo melalui Joglosemarkerto hanya ada di jam-jam tertentu sehingga harus mempersiapkan jadwal secara matang. Nah Temans, semoga ulasan singkat ini bermanfaat untuk kamu, pemula yang baru naik pesawat dan akan menuju ke Bali via Bandara Adi Sumarmo. 

25 komentar:

  1. Aaah Bali. Salah satu tujuan liburan impianku. Semoga suatu saat dikasih kesempatan tuk bisa liburan ke Bali. 🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga next time bisa ke Bali kak. Saya juga bisa kesana karena keajaiban sih. Sebelumnya blm pernah hehe

      Hapus
  2. jadi kangen Bali baca post mba nurul
    Aku belum pernah coba naik pesawat dari bandara solo, cuman aku penasaran sama kereta bandaranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Kereta bandara di Solo lumayan sepi. Gak kayak kereta bandara lainnya. Kapan2 naik aja mba heheh

      Hapus
  3. Bedanya jauh banget naik ojol sama naik kereta bandaranya, ngomong-ngomong kalau cuma mencoba kereta bandaranya boleh ngga ya, saya tertarik sama kereta bandaranya.. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, asal bayar ya boleh-boleh aja sih Kak hehehe
      Iya, lumayan jauh bandingannya antara naik ojol sama naik kereta bandara.

      Hapus
  4. Jadi kangen Bali deh 😄. Btw, aku beneran penasaran mau coba kereta bandaranya. Ntr kalo mudik lagi, harus cobain deh. Masa sebagai orang solo, malah ga pernah naik itu 😅.

    Kereta bandara Jakarta aku juga ga pernah coba sih mba, soalnya jauuuuh hrs dr Manggarai 🤣. Sementara Deket rumahku kluar dikit udah tol bandara. Makanya selama ini lebih suka naik taxi.

    BalasHapus
  5. Wah ke Bali bisa via solo juga ya mbak
    Aku uda lama g ke bali
    Semoga bisa kapan kapan bisa jalan jalan ke bali

    BalasHapus
  6. Serius deeeh, aku suka konten kayak gini. Membantu banget buat pemula, apalagi introvert.

    BalasHapus
  7. thank kak informasinya. lebih hemat ya jika naik kereta BIAS..penampakan keretanya lucu dengan warna hijau :)

    BalasHapus
  8. Wahhhh memang ada pengalaman yang berbeda dan bagi yang rumahnya lebih dekat Bandara Adi Sumarmo bakalan happy ya. Tapi yang paling penting kudu ramah ama orang tua, anak dan teman teman disabilitas supaya pengalaman liburannya makin menyenangkan

    BalasHapus
  9. Saya mungkin agak berbeda dengan orang lain, kalau soal perjalanan, saya suka yang muter-muter. Hehehe, bagi saya, perjalanan itu sudah masyk traveling. Sepertinya kalau saya ada uang, ke Bali via Bandara Adi Sumarmo bisa jadi pilihan nih. Kalau pas mau traveling Surabaya-Jawa Tengah-Bali.

    BalasHapus
  10. Saya malah fokus pada kereta Joglosemarkerto, Mbak. Saya dulu sering naik kereta itu dari Gombong ke Yogya atau solo. Dulu tiketnya 50 ribu hehehe.
    Mungkin alternatif lain, karena jadwal kereta terbatas dan di jam tertentu, mungkin bisa naik bus dari Pekalongan ke Solo.

    BalasHapus
  11. Kalau penerbangan transit jadinya bisa merasakan pengalaman di dua bandara sekaligus memang. Cuma palingan waktunya ya jadi lebih lama

    BalasHapus
  12. Saya pernah ke Bandara Adi Sumarno, bandaranya cukup bagus. Oya, welcome to Bali, Mbak.

    BalasHapus
  13. Perjalanan yang penuh dengan pengalaman ya mba, semuanya memang ga bisa kita kontrol ada hal-hal yang terjadi di luar kendali kita selama traveling itu. tapi akhirnya sampai Bali juga ya pastinya happy banget lah menikmati liburan di sana

    BalasHapus
  14. Kereta BIAS bagus yaa, sayang ga ada foto di bagian dalamnya. Apa ga boleh foto2 di dalam kereta?

    Bandaranya juga cakep, bersih. Lebih enak gini ya, walau pakai acara nginap dulu tapi lebih cepat sampai Bali.

    BalasHapus
  15. Walau awalnya diwarnai dengan cukup keribetan, dan perjalanan yg panjang, tapi akhirnya punya pengalaman yg bisa diceritain yah, Mbak.

    Btw, next boleh info dong Mbak, biar bisa meet up di Bali kita, hehe..

    BalasHapus
  16. Perjuangan banget ya kak utk bs ke Bali ini. Emg nasib tinggal di wilayah yg jauh dari bandara. Jd emg hrs siapkan waktu khusus biar ga telat naik pesawat.

    Btw emg bknnya dkt ke Solo ya dari Pekalongan? Apa emg hrs ke Semarang sih? Kenapa ga ke Jakarta aja tuh sekalian jalan2 hehehe.

    BalasHapus
  17. kangen ke bali untuk liburan. dua kali ke bali dalam setahun ini cuma kerjaa molooo... dan selalu perjalanan darat plus ngga sama anak2 juga

    BalasHapus
  18. berapa seh tarif kereta bandaranya, kepo ingin nyobain juga suatu saat nanti..perjalanan panjang yang sangat berkesan yaa mbak

    BalasHapus
  19. Ulasannya bagus nih, Kak. Jadi bisa memudahkan orang-orang yang belum pernah naik pesawat atau pemula. Saya ke Bali baru pakai jalur darat plus laut aja. wkwkw

    BalasHapus
  20. Sudah lamaa sekali aku belum melihat bandaranya kota solo, terakhir ketika hamil anak pertama brarti sdh 13th. Membaca postingan ini bandaranya sudah kereen yaa sekarang sudah ada kereta bandara juga.

    BalasHapus
  21. Soloooo...
    Ada Kereta Bandara-nya euuii~
    Semoga Bandung juga segera ada ya.. Dan alhamdulillahnya semua lancar tanpa ada pakipuk yang bikin daregdeg selama perjalanan.

    Whaattzzuupp Baliii..??

    BalasHapus
  22. Review keren nih, semoga nanti saya kesampaian nanti pesawat belum pernah coba :)

    BalasHapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam