Laman

Jumat, 30 Maret 2018

Hijratunna : Sharing ilmu dan Belajar menjadi Muslimahpreneur

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”
Mempelajari ilmu yang bermanfaat tentunya menjadi sebuah kebutuhan untuk setiap manusia. Melalui ilmu yang kita pelajari, kita jadi memahami sesuatu yang belum pernah kita tahu sama sekali. Bahkan untuk hal yang paling sederhana. Jika ilmu yang kita serap mampu bermanfaat dan mengembangkan kemampuan kita, kenapa tidak?

Beberapa waktu yang lalu, saya di ajak oleh salah satu kakak yang sekaligus teman blogger yang saya kenal untuk menghadiri majelis ilmu bertajuk " Merajut Kisah Bisnis di Kampus Biru". Hmm, dari judulnya saja udah bikin kamu penasaran kan? Sebenarnya acara tersebut lebih seperti assemble class yang simpel. 
Apa aja sih yang dibahas dalam assemble class tersebut dan siapa sih pembicara yang bakalan mengisi acara? Baiklah, sebelumnya saya akan menyebut acara tersebut sebagai kategori kajian bisnis muslimah. Why? Soalnya, materi dan cara penyajiannya hampir sama kayak ketika saya ikut kajian kemuslimahan namun kali ini berbicara mengenai bisnis. Lebih detailnya sih mengenai cerita para pembicara tentang pengalaman membangun bisnis yang dilakoni.

Assemble class ini diadakan di Antologi Collaborate Space di jalan kaliurang. Tempatnya nyaman dan cozy banget untuk nongkrong. Selain itu, desain ruang yang instagramable sangat mendukung sekali untuk saya menikmati Assemble class kali itu. 

Oke, mulai dari materi yang pertama. Kali itu, pembicara yang memperoleh kesempatan untuk membagikan ilmu dan pengalamannya mengenai bisnis adalah mba Medisca Rozha.
Beliau merupakan alumni kedokteran UGM yang juga berprofesi sebagai muslimahpreneur. Kok bisa? Bisalah. Jadi ceritanya nih, setelah menikah dengan sesama rekan dokter, mba Rozha bersama suami ingin membangun usaha sampingan yang membantu menaikan perekonomian. Yah, meskipun mereka berdua adalah seorang dokter, tapi mereka pengen membuat bisnis juga. Alasan yang pertama sih untuk menunjang perekonomian. Namun alasan selanjutnya karena mba Rozha dan suami gak mau kalau profesi dokternya hanya sekedar digunakan untuk mencari uang. Tapi lebih kepada dorongan kemanusiaan. 

Terbesitlah membuat usaha bernama Shoes and Care. Apaan tuh? Shoes and care merupakan jasa pembersihan sepatu. Pada mulanya beliau hanya mengerjakan pembersihan sepatu pada skala kecil tanpa pegawai. Jadi hanya dikerjakan oleh mba Rozha dan suami. Mba Rozha mengatur bagian keuangan sedangkan sang suami sebagai orang yang membersihkan sepatu. 

Setelah ditekuni cukup lama, ternyata usaha tersebut mulai berkembang dan dibutuhkan oleh masyarakat, terutama para mahasiswa. Apalagi saat bencana hujan abu gunung Kelud beberapa waktu yang lalu. Usaha pembersihan sepatu milik mba Rozha dan suami semakin kebanjiran customer.

Berbicara mengenai sebuah usaha nih ya, mba Rozha dan suami juga pernah mengalami pengalaman buruk lho seputar usaha mereka. Misalnya saja kerugian karena customer yang nakal atau kerugian finansial karena ketidakjujuran karyawannya. Semua pengalaman buruk tersebut telah menjadikan mereka berdua untuk lebih waspada terhadap segala hal dan justru telah memberikan hikmah yang begitu besar. 

Oh iya, yang menarik lagi nih dari cerita mba Rozha, salah satu karyawan dari usaha mba Rozha ada yang kurang sempurna. Karyawan beliau hanya memiliki 2 jari di tangannya. Namun ternyata, skill dan kinerja dari karyawan tersebut tak kalah baik dengan karyawan lain yang memiliki fisik yang sempurna. Nah kawan, jadi hikmah untuk kita nih, jangan mudah meremehkan oranglain ya. Bahkan berkenaan dengan pekerjaan dari mereka yang gak sempurna. 

Kini usaha dari mba Rozha sudah berkembang menjadi 30 store di 20 kota. Dan usaha beliau tidak hanya di Shoes and Care saja, namun sudah merambah ke usaha lain seperti memproduksi pewangi khusus untuk sepatu. Wowww, hebatkan? Tentu saja. Semoga kita bisa menjadi seperti beliau. Oke, cerita mengenai usaha lain mba Rozha sekaligus menutup share beliau pada acara ini. 

Pembicara selanjutnya yang tak kalah menarik adalah mba Tria Meriza. Beliau merupakan muslimahpreneur di bidang property. Usaha beliau bernama Simply Group dan Sheba Raining Coat. FYI, Simply group merupakan persewaan perumahan layaknya kita menyewa villa. Kalau Sheba merupakan usaha jass hujan syarii yang dimiliki oleh mba Tria. 
Dalam menjalankan bisnisnya, mba Tria memberikan kiat-kiat nih bagi kita yang kepengen membuka usaha baru atau telah menjalankan usaha. 
Yap, pengusaha itu harus inovatif, seorang problem solver, pengambil risiko, memiliki kepemimpinan yang kuat, berpikir sebagai agen perubahan, dan memiliki visi yang terdepan. 

Menurut mba Tria, sebagai seorang muslimahpreneur, ia harus mampu menjual produk-produk yang halal. Tak hanya itu, sistem dalam bisnis yang dibangun pun harus sesuai dengan syariat islam. Well, itulah yang nantinya akan membedakan antara seorang enterpreneur biasa dengan seorang muslimahpreneur. 

Okey, demikian rangkuman materi yang disampaikan oleh pembicara kece dan berfaedah dari hijratunna. Selanjutnya merupakan acara  praktek simulasi berwirausaha sederhana. Simulasi ini diikuti oleh seluruh peserta assemble class yang masing-masing dibagi menjadi kelompok yang berisi 4 orang.

Masing-masing kelompok ini akan diberi kertas dan modal (seolah-olah). Bagi kelompok yang mampu membuat usahanya berkembang dengan keuntungan yang besar, merekalah pemenangnya. 

Taraaa, pada akhirnya terpilihlah kelompok yang telah berhasil mengumpulkan omzet terbanyak. Mereka adalah.....
Dengan terpilihnya kelompok tersebut, menandai berakhirnya acara Assemble class bersama Hijratunna hari itu. Demikian sharing ilmu mengenai muslimahpreneur dengan pembicara-pembicara yang kece badai. Tak lupa, beberapa patah kata penutup juga diberikan oleh perwakilan Hijratunna, yakni mba Tika Faturrahmi yang pada awal acara juga bertindak sebagai moderator.

Tak lupa, acara di akhiri dengan doa dan foto bersama. Kalau tanpa foto gak afdol kan ya heheh. Apalagi para perempuan.
Demikian pengalaman sharing ilmu bersama Hijratunna kali ini. Siap enggak nih untuk menjadi muslimahpreneur selanjutnya?


Posted by : Nurul Mutiara Risqi Amalia di Yogyakarta (Acara Assemble Class bersama Hijratunna dengan tema Merajut Kisah Bisnis di Kampus Biru).

4 komentar:

  1. Waah seru dan sangat bermanfaat ya assemble class dari Hijratunna ini.. inspiratif banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba,banyak hal-hal baru yang bisa saya pelajari disana.

      Hapus
  2. Kerennnn nih acaranya, jd nambah pengetahuan..

    BalasHapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam