Laman

Sabtu, 14 Maret 2015

AKU CINTA INDONESIA


Negara dengan keindahan luar biasa dan memiliki kekayaan yang berlimpah ruah. Itulah Indonesia. Setiap orang sadar akan hal itu bahkan mengakui bahwa Indonesia sangatlah pantas jika disebut sebagai zamrud khatulistiwa.

Hijau indah dan begitu mahal layaknya batu zamrud. Tapi apakah pengakuan itu hanya sebatas pengakuan? apakah itu hanya sebuah pujian yang tak bermakna? Coba kita resapi negara indah kita ini sekarang seperti apa?

Kawan2 ku tercinta,..

Ayo bersama-sama kita ingat kembali perjuangan para pahlawan kita, saat mereka tak bisa tidur nyenyak karena ketakutan dan juga ancaman antara hidup dan mati.

Saat mereka harus meninggalkan keluarga untuk membela negara ini, saat mereka harus merelakan jiwa yang mereka miliki dimana sewaktu-waktu bisa terambil dengan sangat mudah.

Saya membayangkan suasana saat itu begitu mencekam akibat suara tembakan dan meriam. Anak-anak tak bisa sekolah, para wanita tak berani keluar rumah, para bapak juga harus siap tak siap merelakan diri mereka untuk berperang.

Bagaimana jika suasana perang masih terjadi sampai sekarang ini. Masihkah kalian memikirkaan kepentingan dalam diri, atau masihkah egoisme menguasai diri?

Saya begitu sedih melihat berita politik yang akhir-akhir ini kian memanas,Yang lebih buruk lagi, semua bidang ikut terkena dampaknya. Terutama bidang ekonomi dan sosial. Mungkin ada dari teman-teman yang acuh atau tak peduli. 

Tapi justru inilah yang seharusnya membangkitkan semangat kita sebagai seorang yang disebut sebagai "Agent of Change". sebutan itu sangat indah jika bisa diresapi dan dipahami artinya dengan hati.
Kawan,.

Sekali lagi kita tidak berperang seperti pahawan kita terdahulu. Kita sekarang sedang berperang pada diri sendiri. Pada kawan kita sendiri, pada saudara kita sendiri.

Dan itu sebenarnya perang tersulit yang tidak bisa di tumpas dengan senjata secanggih apapun. karena saat ini yang kita lawan adalah mental bukan fisik. 

Catatan ini bukan sekedar catatan. Saya menulis ini sebagai pembelajaran untuk diri saya sendiri. Masih banyak yang harus saya lawan dalam diri saya. Dan setidaknya saya punya catatan tertulis yang bisa saya jadikan reminder  suatu hari nanti saat saya terlupa. 
Kawan,

kembali lagi ke zamrud khatulistiwa. Mari kita bersama jadikan negara ini benar-benar berharga dan bermakna layaknya batu zamrud tersebut. Saya yakin ini akan cukup sulit. Tapi mari mulai ubah diri sendiri.

Niatkan diri untuk untuk lebih baik, dan ayo mulai perpikir bukan untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Semoga di setiap jejak langkah kita, dengan niat tulus kita, Allah memberikan kebahagiaan dan juga keajaiban-keajaiban-NYA. InsyaAllah   :)

Salam dari saya Nurul Mutiara Risqi Amalia, Manajemen UNY 2013.

13 Maret 2015, Jumat   11.02 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam