Laman

Sabtu, 28 Desember 2019

Frozen 2 : Petualangan Yang Semakin Kompleks. Worth it untuk Anak-anak?

Bagi penggemar Disney, tentunya tak akan pernah melewatkan beberapa film yang dibuat olehnya. Seperti cerita manis dari Frozen yang berkisah tentang 2 bersaudara yang saling menyayangi.

Ketika kita kembali pada cerita dari Frozen, kita akan tahu bahwa cinta sejati itu bukan hanya terbentuk dari pasangan kekasih layaknya film romantis. Lebih dari itu, justru cinta sejati berasal dari kedekatan antar saudara. Keinginan untuk melindungi satu sama lain.
Yap, setelah beberapa waktu kita sempat dibuat haru dengan  cerita Frozen pertama, pada pertengahan bulan november 2019 lalu akhirnya aku dan adikku diberi kesempatan untuk menyaksikan kelanjutan petualangan Elsa dan Anna. Bukan lagi bercerita tentang menemukan cinta sejati, tetapi lebih pada asal usul kekuatan Elsa dan misteri panggilan yang selalu Elsa dengar setiap waktu.

Tentu, bagi kamu yang sudah menyaksikan trailernya di youtube, akan terhanyut oleh rasa penasaran dari teka-teki kekuatan Elsa. Petualangan macam apa yang akan Disney persembahkan kali ini untuk menghibur para penggemarnya melalui Frozen 2? Worth it gak sih ini film untuk anak-anak dibawah usia 15 tahun?
Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, pada tanggal 25 november 2019 lalu, aku dan adikku yang merupakan penggemar berat Frozen, menyaksikan sequel petualangan Elsa dan kawan-kawannya di salah satu bioskop di Kota Pekalongan. Harusnya tulisan ini kutulis maksimal seminggu setelah menonton di bioskop. Hanya saja, aku baru menemukan mood dan waktu yang tepat justru akhir-akhir ini.
Bagiku, acara menonton Frozen 2 menjadi semacam obat untuk metime sederhana.  Ya, sudah lama sejak kepulanganku dari merantau, aku tak pernah memgarahkan kakiku untuk menonton film di bioskop. Tetapi bagi adikku yang baru pertama ke bioskop, acara menonton ini begitu istimewa. Aku bisa melihat semangatnya yang berapi-api ketika film akan dimulai. 

Berkaitan dengan berkembangnya cerita, awalnya aku cukup risau apakah film ini masih rekomen untuk anak dibawah 15 tahun. Namun setelah menyaksikan tiap detail cerita yang tersaji, aku bisa bernafas lega.

Seperti apa sih cuplikan ceritanya? Mungkin akan ada cukup spoiler disini. So, bagi kamu yang tak mau tahu banyak karena belum nonton. Bisa skip skip kok.

***
Frozen 2, ya cerita dimulai dari setting masa lalu Anna dan Elsa bersama orangtua mereka. Di sebuah ruangan yang merupakan kamar Elsa dan Anna. Saat itu, sang Ayah (Raja Agnarr) dan Ibu (Ratu Iduna) bercerita tentang sebuah hutan ajaib yang penuh dengan keharmonisan antar manusia dan alam. Hutan tersebut dihuni suatu suku bernama Northuldra.

Suatu hari terjadi sebuah malapetaka yang menyebabkan para roh penjaga hutan tersebut marah. Imbasnya, hutan itu secara ajaib hilang tertelan oleh kabut yang pekat. Banyak orang berusaha masuk ke dalamnya untuk menguak misteri yang terjadi. Namun sia-sia. Orang tak bisa seenaknya keluar masuk ke hutan itu.

Nah, pada suatu waktu ketika Elsa, Anna, Sven, Olaf dan Kristoff sedang berkumpul, Elsa mendengar suara yang memanggil dia. Anehnya, suara itu hanya bisa didengar oleh Elsa. Am I crazy? Mungkin itu kali ya kalimat yang ada di benak Elsa ketika mendengar panggilan misterius itu. Soalnya si Anna, Kristoff dan lainnya gak denger.

Awalnya, Elsa tak menganggap suara itu sebagai hal serius. Kan bisa jadi tuh, suara itu cuma halusinasi Elsa aja karena kelelahan. Tapi, semakin diabaikan, suara-suara tersebut justru seperti menarik sesuatu dalam diri Elsa agar mendekat. Seakan ada sesuatu yang ingin diberitahukan padanya.

Penasaran dengan itu, Elsa kemudian mulai menjawab suara-suara yang ia dengar hingga secara tak sadar, Elsa telah membangunkan roh alam yang sempat tertidur melalui nyanyiannya. Dampak yang terjadi? Ternyata cukup parah bagi Arendelle. Terjadi gonjang-ganjing yang membuat rakyat Arendelle harus mengungsi ke gunung.

Yuhuuu, dari sinilah petualangan Elsa, Anna dan ketiga tokoh lainnya bermula. Atas informasi dari troll gunung, Elsa dkk harus masuk ke negeri  berkabut yang pernah di ceritakan Raja Agnarr dan Ratu Iduna. Sebuah tempat  dimana semuanya bermula, termasuk kisah tentang asal usul kekuatan Elsa yang sebenarnya.
Saat kamu menonton Frozen 2, kamu akan menemukan cerita yang lebih seru dan kompleks. Maksudnya? Ya, akan banyak hal-hal baru yang menantang masing-masing tokoh. Termasuk tantangan percintaan antara Anna dan Kristoff.

Sebagai karakter pemalu, Kristoff cukup membuatku kesal karena tak kunjung gamblang mengungkapkan keinginannya untuk melamar Anna. Namun pada akhirnya?? Its amazing to say, bahwa Kristoff menemukan waktu yang tepat. 

Begitu pula dengan karakter Elsa. Dia yang over penasaran dengan asal usul kekuatannya kemudian berusaha mencari jawaban melalui suara-suara yang memanggilnya. Beneran, saat Elsa berhasil ke sebuah tempat dimana ia melihat kumpulan memori, aku menitikkan air mata. Pasalnya, secara tak kasat mata, Elsa merasa bahwa dirinya penyebab kematian orangtuanya.

Sebuah rasa bersalah yang logis dialami oleh mereka yang mengalami perjalanan penuh tanda tanya. Elsa memiliki bayak pertanyaan mengenai dirinya. Mengapa ia begitu berbeda. Ia bingung apakah kekuatan yang dimilikinya merupakan kutukan atau anugerah. Namun lagi-lagi. Cinta Anna sebagai saudaranya telah menguatkan Elsa.

Apakah sampai disitu saja? Off course notElsa pada akhirnya harus menaklukan roh-roh alam dan memenuhi panggilan misterius yang mengarahkannya pada tempat bernama Ahtohallan. Bukan hanya itu saja, rahasia dari kematian Raja Agnarr dan istrinya juga terkuak pada salah satu adegan di film ini. 

Well, dulu pernah ada yang nebak-nebak kalau Raja Agnarr dan istrinya meninggal dibunuh oleh macan di film Tarzan ketika kapalnya karam di utara. I do make sure that all of it are wrong, gaes! Emang gimana kronologi mereka bisa meninggal? Kamu lihat sendiri di filmnya aja ya hehe

Dalam Frozen 2, sepanjang perjalanan para tokohnya masih tersisipi lagu-lagu yang indah. Kita tahu bukan bahwa di Frozen pertama pun, lagu menjadi pemanis dan pengental suasana. Di Frozen 2 ini, kita akan menemukan sekitar 7 lagu yang semuanya bagus banget.

Baiklah, apa Frozen 2 hanya bercerita tentang Elsa dkk? Dan jawabannta, tentu saja engga gaes. Frozen bukan hanya bercerita tentang kelima tokoh utama saja. Kerennya, Disney juga memperkenalkan karakter baru yang tentu saja membuat cerita semakin hidup dan berwarna.

Beneran, petualangan Elsa dkk dalam Frozen 2 mampu menyuntikkan semangat keberanian dan kebersamaan untuk para penontonnya. Aku dan adikku saja merasa terhanyut selama 1 jam lebih. Seperti gak kerasa aja, tiba-tiba udah dibagian ending.
Nah,Kalau soal pertanyaan worth it apa engga untuk anak kecil dibawah 15 tahun, aku rasa masih worth it kok. Hanya saja, orangtua masih menjadi poin penting untuk mendampingi dan mengarahkan. Ada beberapa adegan yang maknanya memang cukup kompleks untuk dimengerti anak-anak kecil. Misalnya, adegan romance antara Anna dan Kristoff.

Tambahan dariku mengenai Disney dan Frozen 2 :


Bagiku, Disney telah membuat banyak perubahan terhadap karakter di film-filmnya. Jika di masa lalu, kita lebih banyak dijejali cerita mengenai pertemuan seorang perempuan dengan pangeran tampan yang menjadi jadi pelindung. Seakan pengeran tampan itu harus selalu ada sebagai 'hero'. Padahal, tak harus selalu demikian. Disney sekarang lebih memperlihatkan kekuatan sesungguhnya dari seorang tokoh. Bahkan jika ia seorang perempuan sekalipun. Ini menjadi semacam pengakuan bahwa perempuan juga bisa menjadi subyek bukan hanya obyek.

Kita lihat karakter Elsa dan Anna yang begitu keren. Elsa sosok yang mandiri, pemberani, pintar dan dewasa. Begitu pun Anna yang memiliki karakter khasnya yang cerewet, peduli dan pemberani. Disney berhasil menguak karakter masing-masing tokoh menjadi kelebihan yang luar biasa. Terutama pada mereka dengan gender perempuan. Eh, tapi bukannya disini aku menganggap bahwa laki-laki gak boleh jadi 'hero' ya. Aku hanya berpandangan bahwa tak semua hal selalu dipusatkan pada laki-laki sebagai leader dari penokohan. Perempuan juga bisa. Yes, every person can be a leader, woman or man.

Okay gaes, itu dia secuil ceritaku metime nonton Frozen 2 bersama adik dan beberapa uneg-uneg mengenai Disney sekarang ini. Apakah kamu sudah menonton film ini? Kalau sudah,  bagaimana menurutmu mengenai ceritanya? Masih layak gak sih Frozen 2 disebut untuk "Semua umur"? Untuk skor, aku beri 4 bintang dari 5.

10 komentar:

  1. Ya ampun, aku baca ini gak related. Hehehe karena bukan penggemar film genre ini kayake. Jadi gak ngeh siapa saja tokohnya dan gimana jalinan kisahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha gapapa mbak Agustina, aslinya ini memang genre untuk nak anak sih. Soalnya memang adekku masih anak-anak jadi aku ikutan nonton ini. Dan ternyata bagus juga :D

      Hapus
  2. Aha sekuel dari frozen yang let it go ya. Ga sempet nonton di bioskop je yang pertama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu nonton mbak, soalnya lumayan bagus kok hehehe

      Hapus
  3. My favourite disney movie nihhhh cinttt, aku juga udah nonton. Frozen 2 emang mengungkapkan mengenai kejujuran dan kebenaran yaa i like it

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bagus banget. Aku suka mbak lihat ini. Apalagi adekku :D

      Hapus
  4. aku belom nonton film ini, kayaknya bagus ya pengambilan angel gambar sama visualnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, selain Malevicent aku suka filmnya Disney yang Frozen ini. Eh ada lagi ding sama Mulan :D

      Hapus
  5. Menarik mb...aku suka ulasan yang ada spoiller2nya gitu..biar ga zonk pas nonton..hihi..tfs ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk, terkadang aku juga nonton yang spoiler-spoiler mbak kalau ketinggalan tayangan di bioskop :D

      Hapus

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam