PUISI

Puisi-puisi ini memang terlalu sederhana, namun aku menulisnya melalui perpaduan emosi dan imajinasi









Senja

Kupahami sebuah senyuman
Senyuman untuk sebuah ketulusan
Sebuah cerita yang dulu pernah kubuat
Cerita yang mungkin tidak akan pernah kuulang
Dahsyatnya, aku melakukan sebuah kesalahan
kesalahan yang tak termaafkan. Mungkin.
Cerita tentang senja
cerita mengenai bagaimana hatiku bisa menari
menikmati setiap jengkal keabadian ciptaan Tuhan
Tunggu, benarkah itu keabadian?
Aku juga tak memahaminya. 
Hanya saja dalam seluk beluk relung hati
Aku menemukan sebuah keteduhan.
Keteduhan ketika melihatmu. Senja...
Dan itu yang kusebut sebgai keabadiaan. sebab aku menginginkan itu terus ada.
Di suatu sore, di saat senja sudah terlihat.
Kau memberi sebuah keindahan. 
Berkali-kali, Bertubi-tubi. namun kau tak pernah menyadari.
Aku tahu bahwa senja indah itu tak akan pernah kembali.
Namun itulah garis Tuhan.
Cukup sekarang, hanya diam dan mengamati


Post By : Nurul Mutiara Risqi Amalia (Manajemen A 2013 UNY ; at sekretariat UKM Rekayasa teknologi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar