Minggu, 30 September 2018

Best Moment 2018 : Good Bye Masa Skripsiku, Hello Wisuda dan Smartphone Impianku

Setiap orang pasti memiliki momen terbaik dalam hidup mereka. Ya, sebuah cerita berbalut perjalanan waktu yang penuh dengan kejutan dan warna-warni kehidupan. Momen terbaik akan membuat pikiran di otak ini terus tergelincir untuk mengarungi waktu. Tetap mengingatnya dan menyimpan erat dalam catatan-catatan kecil di diary atau blog pribadi.

Mengenai momen terbaik, aku pun memilikinya. Dari tahun ke tahun, momen itu bertumpuk dan terpisah pada folder-folder berbeda di otakku. Dan tahun 2018 ini pun folder itu masih terbuka lebar untuk menerima cerita-cerita baru yang nantinya akan kubentuk sebuah kaleidoskop. Baiklah, kali ini aku akan membuka secuil catatanku pada bulan agustus lalu. Tepatnya saat aku berhasil menyelesaikan tugas akhir skripsiku. Yup, cerita ini merupakan satu best moment bagi hidupku.
Tahun 2018 ini aku anggap sebagai masa yang cukup menantang sekaligus melegakan. Ya, pada tanggal 18 agustus 2018 lalu, aku telah berhasil menggenapi janji pada diri sendiri dan orangtua untuk lulus dari kampus. Yeay, aku telah wisuda. Alhamdulillah.
Dalam catatan ini, aku ingin bercerita mengenai alasan wisuda menjadi best moment dalam hidupku. Aku ingin sedikit curhat mengenai perjuanganku untuk bisa lulus dari kampus. Tepatnya menghilangkan gelar “Mahasiswa semester tua” melalui skripsi yang kukerjakan.
Bercerita sedikit, aku termasuk mahasiswi yang terlambat lulus karena menunda mengerjakan skripsi. Harusnya sih 4 tahun udah kelar, eh aku jadi 5 tahun. Nambah 2 semester hehe. Aku mengerjakan skripsi selama 10 bulan 13 hari, tepatnya sejak bulan mei tahun 2017. Seharusnya memang tak membutuhkan waktu sebanyak itu. Hanya saja, mencari tempat penelitian yang cocok itu memerlukan kesabaran maksimal. Pasalnya, aku sudah di tolak 3 kali untuk meneliti di perusahaan yang sesuai dengan kuesionerku. 
Sedih memang. Saat itu rasanya sudah hampir menyerah untuk mengerjakan skripsi. Tapi, kawan dekatku menyarankanku untuk mencari tempat penelitian lain dan tidak menyerah. Aku juga berpikir, kalau aku menyerah, itu artinya aku gak bakal ngerjain skripsi dan aku gak akan bisa wisuda.

Masa-masa mengerjakan skripsi merupakan waktu paling membutuhkan kekuatan dari dalam diri, membutuhkan sebuah dorongan untuk selalu semangat dan tidak malas. Setuju gak sih kalau pengerjaan skripsi merupakan masa-masa tersensitif bagi mahasiswa tingkat akhir? Sebagian besar mahasiswa akhir pasti cukup merasa horor jika ditanya mengenainya. Misalnya ditanya kalimat 
"Skripsi sampai bab berapa dan Kapan rencana wisuda?"
Ya, aku pun demikian. Rasanya sebel bukan main kalau ada orang yang menanyakan hal tersebut. Dan parahnya, kalimat tersebut selalu terngiang di pikiran sampai aku gak bisa tidur. Setiap malam, aku jadi terbayang-bayang skripsi sampai ia serasa berputar di atas ubun-ubun.
Ibarat kayak di film Tom and Jerry pas pusing, yang keluar bukan lagi burung lucu yang berputar-putar, tapi malah keluarnya bayangan skripsi dimana-mana. Belum lagi bayangan dosen pembimbing nanya progres skripsi yang kukerjakan. Ya ampunn, segitu banget sih Ra? Iya, skripsi udah kayak lem aja yah. Nempel terus dalam pikiran gak ilang-ilang hahaha

Aku biasanya mengerjakan skripsi di waktu malam. Malam hari kupilih karena suasananya tenang yang membuat moodku untuk mengerjakannya menjadi naik. Sering kali aku tidak tidur demi mendapatkan analisis kalimat yang pas dan sesuai dengan data yang kudapatkan. Me time ku bersama skripsi benar-benar menantangku untuk berpikir dan sedikit menguras tenaga. 

Aku gak mau saat ketemu dosen pembimbing, hasil analisisku dicoret dan mendapatkan revisi yang cukup banyak. Percayalah, menemui dosen itu juga membutuhkan perjuangan. Apalagi dosen pembimbingku merupakan Kepala Prodi sekaligus Kepala Jurusan di Fakultas Ekonomi. So, beliau cukup sibuk dengan berbagai tanggungjawab dan urusan di kampus. 

Selain sibuk berkutat dengan kegiatan menulis skripsi dan bimbingan, aku masih harus bolak-balik untuk mengambil foto sebagai bagian dari dokumentasi skripsiku. By the way, aku sebenarnya cukup merasa kerepotan dengan itu. Ya, itu karena hape yang kupakai hanya memiliki kapasitas memori sebesar 8 GB. Sedangkan gambar-gambar yang harus kuambil cukup banyak. Aku benar-benar merasa kesulitan dengan itu.
Belum lagi dengan baterainya yang hanya bertahan selama 4 jam. So, Aku hanya bisa menggunakan seperlunya saja. Jika beruntung, aku bisa meminjam power bank teman kosku. Maklum, hapeku memang sudah lama, sehingga sering mengalami beberapa gangguan. Pernah aku terpikir untuk membeli hape baru yang memiliki kapasitas penyimpanan yang besar dan memiliki daya baterai yang tahan lama. Namun aku belum memiliki rezeki untuk membelinya.
Cerita perjuanganku dan kebersamaanku dengan skripsi akhirnya berakhir sudah. Pada tanggal 12 April 2018 lalu, aku akhirnya bisa ujian. Ada perasaan bercampur di dalam hatiku ini. Antara lega, bahagia juga dag dig dug karena harus melakukan revisi skripsi yang begitu banyak.

Perjuanganku setelah revisi masih berlanjut. Aku masih harus melaksanakan yudisium untuk keperluan wisudaku nanti. Sebenarnya, ada hal yang cukup mengganjal selama aku melakukan proses menuju wisudaku. Aku tak memiliki banyak dokumentasi berupa foto karena hapeku yang sudah overload storage. Alhasil, aku hanya punya beberapa foto yang kuminta dari temanku yang juga yudisium hari itu.
Sedih ya. Ketika semua orang sibuk berfoto sana-sini, aku hanya mengambil beberapa foto karena storage yang penuh. Tak hanya itu, baterai smartphoneku juga cepat drop.
Momen wisuda dan proses mengerjakan skripsi memiliki sebuah nilai tersendiri bagiku. Kadang, aku bisa dengan bahagia tersenyum hanya dengan melihat catatan masa lalu atau menengok foto-foto yang kusimpan. Hanya saja, pengalamanku terhadap smartphone yang aku miliki membuatku tak bisa mendokumentasikan best momentku secara optimal.
Ya, seperti yang aku katakan sebelumnya, smartphoneku tak bisa untuk menyimpan banyak foto dan telah mengalami gangguan pada baterainya. Percayalah, aku juga cukup menyesal karena hanya bisa memotret beberapa foto saja. Beruntung, aku masih dikaruniai sahabat-sahabat baik yang mau mengambil beberapa jepretan fotoku dengan smartphone mereka.

Aku membutuhkan smartphone baru. Akhir-akhir ini, selain menggenapi kebutuhanku dalam kegiatan blogging, aku juga membutuhkannya untuk kegiatan penyimpanan data pribadiku. Yap, data-data untuk melamar pekerjaan dan CPNS.

Aku sempat searching internet untuk mencari info mengenai smartphone yang kuimpikan. Dan ternyata, Huawei Nova 3i mampu membuatku jatuh cinta dalam sekali pandang. Coba lihat. Warna biru yang dihadirkan begitu elegan dan mempesona.
Baiklah. Karena aku telah terlanjur jatuh cinta padanya, maka aku juga ingin share informasi mengenai smartphone cantik ini. Terutama mengenai fitur-fitur andalannya.
Huawei Nova 3i mengedepankan desain warna yang cantik dengan tampilan yang menawan. Desain casing belakangnya dipadu dengan campuran 2 warna yang dibuat gradien. Tentu saja, itu makin menambah tampilannya supaya terlihat premium dan berkelas. Ada 2 pilihan warna yang bisa kamu pilih dari Huawei Nova 3i yakni warna hitam dan Irish Blue. Aku sendiri lebih suka yang berwarna Irish blue.

Nah berkenaan dengan storage dan juga baterai, Huawei Nova 3i ini memiliki kapasitas baterai sebesar 3340 mAH dan storage hingga 128 GB. Ini artinya apa? Kamu bisa on terus tanpa takut kehabisan daya atau kehabisan kapasitas storage yang kamu punya. Main game? Bisa. Dengerin musik? Bisa. Download banyak aplikasi? Bisa. Jepret foto sana-sini? Bisa. Nonton drama Korea berjam-jam? Bisa. Pokoknya serba bisa deh.
Huawei Nova 3i memiliki layar seluas 6,3 Inch dengan teknologi wide screen dan tentu saja, ia memiliki resolusi layar Full HD. Mengagumkan! Memilikinya, kamu bisa puas menikmati tontonanmu. Cocok saat kamu mau nobar bola bareng kawan-kawan, main game atau termehek-mehek dengan drama korea favoritmu.
"Bagaimana, apakah Huawei Nova 3i telah menjadi juara di hati kamu?"
Well, spesifikasi unggulan dari Huawei Nova 3i sudah aku berikan. Kini saatnya aku bagikan spesifikasi detail mengenai si Smartphone cantik nan unik ini. 

Huawei Nova 3i adalah smartphone istimewa. Tentunya, ia juga akan menjadikan tiap momen yang didapatkan menjadi istimewa. Jangan sampai kamu kehilangan best momenmu hanya karena smartphone yang kamu pakai tidak bisa mendokumentasikan saat-saat istimewamu.

Masa-masa mencari tempat penelitian, begadang skripsi, bimbingan, ujian, revisi, yudisium hingga wisuda merupakan masa-masa istimewaku di tahun 2018. Ya, mereka merupakan aktivitas yang menantangku untuk terus bangkit dan tak pernah menyerah. Dan wisuda merupakan puncaknya. Tentu, aku menjadikan wisuda sebagai best momenku karena ia mungkin sekali seumur hidup.

Tahun 2018 ini, aku memiliki impian untuk mempunyai smartphone istimewaku sendiri. Ya, smartphone yang akan membuat momen-momen yang kulewati semakin hidup dengan kecanggihan spesifikasi yang dimiliki. Smartphone dengan desain keren, RAM yang mumpuni, storage yang besar 128 GB, memiliki kamera pintar (AI) dan tidak nge-lag saat memainkan game atau nonton film. Dan, Huawei Nova 3i memiliki itu semua.
Oke, itulah catatanku mengenai best moment wisuda dan impianku untuk memiliki smartphone keren di tahun 2018 ini. Semoga bisa terwujud. 
Well, kalau kamu, Apa best momentmu dan bagaimana kriteria smartphone impianmu?

4 komentar:

  1. Best momenku sederhana mbak, hhee
    bisa pakai baju sarimbitan bareng nyak terwujud setelah sekian hari raya hheee
    Kriteria smartphone impianku, resolusi kamera kece, tampilan gawainya beda dari yang lain, bisa buat main game dn bisa buat multitasking, plus gawai yang RAM nya serta memori besar hheee
    Semoga impian untuk dapat smartphone terbaru terwujud yah mbak
    Smungudtt
    Good Luck ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiim..
      Makasih mba,
      Best momen memang terkadang sederhana y mba. Tapi mengena banget.

      Hapus
  2. best momen saya itu ketika tugas kerja balik ke homebase mbak, hahah,,, seneng ngumpul sama keluarga balik.

    Niva 3i ini warna cantik banget, tp purple yaa.. kalau dipakai cowo agak gimana gitu, wheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang warna hitam juga ada kok mas. Kalau saya sendiri sih emang suka yg biru hehe

      Hapus