Jumat, 25 Mei 2018

Menemukan Surga di kabupaten Jember

Siang itu hawa begitu panas. Terlihat banyak orang berjejal memadati stasiun kereta api Lempuyangan. Mataku tajam bagai elang, melihat kesegala penjuru, berharap menemukan sosok yang sejak setengah jam yang lalu kutunggu. Dialah Vera, sahabatku yang berasal dari Jember. Kebetulan hari itu dia libur dari pekerjaannya, sehingga menyempatkan diri untuk mampir ke kota Yogyakarta. 

Vera adalah sahabat dekatku semenjak aku kuliah semester pertama. Selama enam bulan ini kami berpisah lantaran dia telah menyelesaikan studinya pada bulan november 2017 lalu. Sedangkan aku, aku masih berkutat dengan aktivitasku sebagai pejuang skripsi.

Kami sering berbagi cerita mengenai banyak hal. Termasuk bercerita tentang daerah masing-masing, seperti tempat wisata, kebudayaan masyarakat maupun kekhasan Jember. Dan melalui dirinya pula aku tahu kalau Jember memiliki motif khas untuk batiknya yakni daun tembakau. 

Aku pernah bercerita pada Vera, kalau setelah wisuda nanti, aku ingin melakukan perjalanan ke beberapa wilayah di Indonesia. Syukur-syukur bisa ke luar negeri hehe
Mendengar ceritaku, Vera mengajak dan memberiku rekomendasi untuk berkunjung ke tempat kelahirannya, Jember. Kata dia, aku wajib mengenal dan menemukan keindahan surga yang ada disana. 

Baiklah, destinasi wisata Jember telah berada dalam daftar perjalananku suatu hari nanti. Meskipun aku belum pernah kesana, tapi gak ada salahnya kan kalau aku menuliskan keindahan alamnya sesuai apa yang Vera ceritakan?
Berapa sih jarak antara kota Yogyakarta dengan Jember Sob? Hmm, bisa kita lihat melalui google map. Jika kita naik kendaraan darat, kita memerlukan waktu sekitar 11 jam lebih. Well, perlu banyak persiapan tentunya supaya tidak bosan sepanjang perjalanan ya. Membawa camilan misalnya hehe
Jember merupakan sebuah kabupaten yang terletak di provinsi jawa timur. Meski wilayahnya tidak terlalu luas, namun Jember makin rame dengan kehadiran para wisatawan domestik maupun asing. 

Jember dikenal tidak hanya melalui tempat wisatanya yang cantik tetapi juga melalui potensi pertaniannya berupa daun tembakau. Tembakau? Yap, bagi Jember, tembakau adalah identitas yang begitu berharga. Melalui tembakau inilah Jember diakui dan dikenal oleh dunia internasional. 
Sumber foto : Google
Jika kamu berkunjung ke tempat penjualan batik, kamu pun akan menemukan motif daun tembakau. Berikut merupakan motif batik khas Jember. Kamu bisa bandingkan deh dengan motif batik dari daerah kamu. Cukup memiliki kekhasan melalui tembakau lebar yang tergambar diatasnya.
Sumber foto : Google 
For your information, ketika kamu amati logo kabupaten Jember, kamu akan menemukan daun tembakau didalamnya. Wooow, begitu berharganya tembakau ya bagi kabupaten ini sehingga menjadi bagian dari identitasnya. 

Btw, ketika kita berbicara mengenai daun Tembakau, jangan selalu memandang ke arah negatif ya Sob. Emang sih kalau daun tembakau merupakan bahan pembuat rokok. Namun demikian, tembakau juga dibutuhkan untuk membuat  bahan obat-obatan dan pestisida.
Nah, kalau pengen tahu lebih lanjut tentang sejarah tembakau dan varian tembakau yang membuat Jember menjadi dikenal dunia, kamu bisa lho berkunjung ke museum tembakau Jember yang berlokasi di Jalan Kalimantan No.1, Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68121. Catet ya!!!!
Kamu juga mungkin akan menemukan pengetahuan mengenai Jember sebagai penghasil cerutu terbaik setelah Kuba jika berkunjung ke museum tembakau ini. 

Wokay, demikianlah perkenalan singkat mengenai kabupaten Jember sesuai dengan apa yang diceritakan oleh Vera sahabatku. Aku jadi gak sabar untuk bisa berkunjung ke sana. Semoga setelah wisuda, ada rezeki untuk bisa kesana.
Nusantara memiliki banyak cerita mengenai keindahan alamnya. Keindahan itu tidak hanya dinikmati oleh wisatawan domestik namun juga dinikmati oleh wisatawan asing. Keindahan alam nusantara bahkan telah menjadi cerita manis di dunia Internasional. 

Aku jadi ingat cerita Vera sebelum ia kembali ke Jember. Dia mengatakan padaku bahwa di Jember terdapat banyak wisata air yang begitu mempesona. Hmm, kebetulan aku adalah pecinta wisata air seperti pantai atau air terjun. So, ceritanya begitu membuatku tertarik untuk mengenal lebih jauh mengenai Jember. Aku ingin menemukan surga yang ada didalamnya.

Bagaimana Jember membuatku jatuh cinta bahkan hanya melalui cerita dari Vera? Ini dia alasannya. Ada beberapa pantai dan air terjun yang memiliki eksotisme alam yang begitu luar biasa.
Sumber foto : Tabloidwisata.com
Papuma merupakan wisata pantai pasir putih yang terletak di desa Lojejer kecamatan Wuluhan. Untuk menuju ke pantai ini, kamu butuh waktu sekitar 45 menit dari Jember kota Sob. Tenang, gak terlalu lama kok untuk ukuran mencari pantai yang bener-bener bisa membuatmu puas menikmati pemandangannya. 

Apalagi, akses jalannya juga udah bagus, jadi gak perlu khawatir jika kalian mau berlibur ke pantai ini. Pantai Papuma sendiri merupakan singkatan dari Pantai Putih Malihan. 
Sumber foto : Barry Kusuma (Travel.kompas.com)
Pantai Papuma dikelilingi oleh perbukitan dan batu-batuan yang membuatnya nampak asri dan alami. Tentunya, pemandangan tersebut cukup instagramable dengan spot-spot berfoto yang menarik.

Harga tiket untuk memasuki wisata pantai Papuma adalah Rp 7000,- (hari biasa) dan Rp 15.000,- (hari libur). Sangat murah untuk kamu pecinta traveling.
Kok namanya pantai Watu ulo (Ular) ya? Sekilas saya bertanya-tanya ketika mendengar nama tersebut. Apakah karena di pantai ini banyak ularnya sehingga memiliki nama tersebut. Wahhh, bisa bahaya donk kalau gitu, aku kan takut sama ular. hehe

Tetapi ternyata, bukan karena banyak ularnya lho Sob alasan pantai tersebut bernama Watu Ulo. Kalau kamu mengunjunginya, kamu akan menemukan karang memanjang yang memiliki bentuk guratan seperti sisik ular. 
Sumber foto : www.jejakpiknik.com
Selain itu, ada mitos masyarakat mengenai asal muasal terbentuknya pantai Watu Ulo ini. Konon katanya, pantai ini terbentuk dari ular naga yang bertapa Saking lamanya ia bertapa, pepohonan dan lumut mulai menutupi tubuhnya. Wahh, gak kebayang ya ularnya segede apa?

Ular tersebut kemudian tidak sengaja mati karena tertebas parang seorang manusia yang sedang mencari kayu bakar. Hmm, legenda yang cukup menarik. Benar atau enggaknya sih aku gak tahu. Namun melalui legenda tersebut, justru menambah daya tarik sendiri bagiku mengenai pantai Watu Ulo ini. Jadi penasaran untuk menginjakkan kaki di atasnya.

Lokasi pantai ini berada di desa Sumberejo kecamatan Ambulu. Pantai ini juga masih bertetangga dengan pantai Papuma. Jadi untuk menuju kesini tidak membutuhkan waktu yang lama. Sekitar 7 menit kalau kamu pakai kendaraan bermotor.
Pantai Bandealit merupakan obyek wisata yang terletak di desa Andongrejo kecamatan Temporejo kabupaten Jember. Nah, kalau kamu berkunjung ke pantai ini, kamu akan disajikan dengan hijaunya pepohonan dan romantisnya keindahan alam. Tak kalah seperti dua pantai sebelumnya, yakni Watu Ulo dan Papuma. 
Biaya tiket masuknya pun terbilang sangat terjangkau. Hanya Rp 5000,- per orang. Wah, kamu bisa ajak banyak orang nih kalau gitu. Bisa ajak satu kampung biar ramai hehe

Jika diperhatikan di foto, pantai ini memang tidak seriuh Watu Ulo dan Papuma. Namun justru karena itulah kamu bisa menikmati ketenangan didalamnya. Tetapi jika kamu membutuhkan keramaian, kamu bisa ajak sahabat-sahabatmu untuk berlibur disini.
Berbeda dengan aksesibilitas pantai Watu Ulo atau Papuma. Kalau kamu ke pantai ini, kamu memerlukan kendaraan khusus Sob. Soalnya, jalannya memang sedikit menantang, ya bisa dilihat melalui peta. Telihat warna hijau disekitaran pantai ini. Itu terjadi karena lebatnya pepohonan yang mengitari. Bisa ditebak, jalannya akan sedikit terjal dibandingkan pantai Papuma dan Watu Ulo. 
Di Jember, pantai Puger dikenal sebagai obyek wisata pantai terkecil. Jika kamu berkunjung kesini, tak ada salahnya membeli ikan segar ya Sob. Soalnya, di Pantai Puger ini terdapat tempat pelelangan ikan yang sangat terkenal di Jember. Kamu bisa mencoba merasakan serunya melelang ikan. 

Namun, ketika kamu takut ikan yang kamu beli gak bisa bertahan lama, kamu bisa kok membeli ikan asin atau terasi. Sebab, penduduk setempat sebagian besar menggantungkan hidup mereka pada hasil laut dan produksi ikan asin atau terasi. 
Sumber foto : www.tempat.me
Aksesibilitas pantai Puger ini juga cukup mudah. Tidak melalui jalan yang menantang. Berikut merupakan mapnya jika kamu mau mampir dengan step awal dari pantai Papuma.
Kamu hanya akan menghabiskan waktu 1 jam lebih dengan rute paling dekat.

Baiklah, demikian wisata pantai yang ingin kuulas berdasarkan apa yang Vera sahabatku ceritakan. Sebenarnya masih banyak surga lain berupa pantai di Jember, namun aku hanya akan mengulasnya beberapa. 
Horaaa, saatnya aku mau mengulas air terjun yang ada di Jember. Penasaran? Wokay, check it out Sob!!!
Air terjun Tancak merupakan salah satu surga tersembunyi yang ada di kabupaten Jember. Berjarak kurang lebih 24 km, kamu membutuhkan waktu sekitar 59 menit hingga 1 jam jika berangkat dari Jember kota. 
Lokasi air terjun Tancak berada di bawah kaki Gunung Pasang sehingga wisata ini memiliki udara khas pegunungan yang sejuk. Saat kamu berkunjung ke sini, siapkan pakaian dan semangat perenangmu ya Sob. Soalnya, banyak pengunjung yang tak melewatkan momen mandi dan berenang di wisata ini.

Air Terjun Tancak memiliki ketinggian kurang lebih 82 meter, airnya sangat jernih dan cukup dingin, dibawah air terjun terdapat sebuah kolam yang bisa digunakan untuk berenang atau sekedar bermain air.
Sumber foto : Sportourism.id
Katanya nih, bagi kita yang ingin berkunjung ke Air Terjun Tancak ini harus tahu akses jalan menuju tempat wisata tersebut lho. Soalnya, kalau kita belum tahu tapi nekat untuk pergi kesana, bisa-bisa tersesat karena lokasinya yang cukup terpencil. Ntar yang ada, niat mau liburan malah jadi panik karena tersesat. Aku gak mau Sob, beneran itu berat.

Gimana Sob, keren kan? 

Saranku sih yang penting membawa obat-obatan dan bekal secukupnya supaya tidak lapar atau haus saat menikmati jalanan terjal menuju wisata ini. 
Lokasi wisata air terjun ini berada di Desa Manggisan, Kec Tanggul. Kamu bisa sampai ke tempat ini dengan menempuh waktu sekitar 1 jam dari kota Jember. Tapi itu belum perjalanan secara keseluruhan ya Sob, soalnya, jalurnya ada yang gak bisa dilewati mobil. Jadi kamu harus jalan kaki untuk bisa sampai ke sana. 
Meski lokasinya berada di pelosok dan membutuhkan perjuangan untuk bisa  mencapai kesana, namun kawasan ini tetap ramai dikunjungi dan memiliki fasilitas penunjang yang cukup baik jika dibandingkan dengan tempat rekreasi lainnya. Fasilitas-fasilitas tersebut bertujuan agar para wisatawan yang ingin berkunjung ke sini merasa nyaman.
Sumber foto : www.tempat.me
Air Terjun Antrokan merupakan salah satu wisata yang masih alami. Air terjun ini diisuguhi dengan pemandangan yang sangat cantik. Hijau, asri, dan masih alami. Benar-benar surga Jember yang tersembunyi. 

Aku rasa banyak sekali spot-spot tempat yang instagramable di wisata air terjun Antrokan ini. Pokoknya mah kalau ke tempat wisata, jangan sampai lupa bawa kamera. Bakalan nyesel nanti jadinya hehe
Air Terjun Sumber Salak  ini menjadi salah satu tempat rekreasi yang harus anda pertimbangkan, sebab objek wisata ini memiliki panorama alam dan lingkungan yang masih terjaga keasriannya. 

Keindahan air terjun ini berpadu dengan pemandangan pesona hijau pepohonan dan hamparan sawah yang terlihat elok dan memanjakan mata. Derasnya debit air terjun yang mengalir teratur hingga membuat dentuman-dentuman kecil yang berirama menambah nuansa alam yang menenangkan pikiran.

Katanya nih, air terjun ini disebut sebagai Niagara mininya Indonesia lho karena bentuknya yang serupa dengan air terjun Niagara. Menurut kamu, mirip gak?
Sumber foto : ledokombo.desa.id
Jarak yang bisa kamu tempuh untuk menuju ke air terjun ini cukup dekat dari Jember kota yakni 28 menit. Bisa kamu lihat di map, kamu hanya akan menghabiskan waktu sekitar 54 menit.
Rimbunya pepohonan di kawasan ini membuat matahari hanya mampu menelisik disela sela dedaunan. Airnya terasa begitu segar karena masih belum terjamah oleh tangan manusia. Kolam penampungan air milik Air Sumber Salak ini memiliki kedalaman 5 hingga 7 meter. 
Meski membutuhkan perjuangan untuk sampai dikawasan ini namun hal itu tak menyurutkan minat wisatawan yang berkunjung. Namanya wisatawan, sejauh dan sesulit apapun medan tempat yang ingin dikunjungi, tetep aja bakal memiliki usaha untuk mencapainya.
Demikian destinasi wisata Jember berbalut air yang ingin kubahas dalam blog ini. Sebenarnya, masih banyak surga-surga tersembunyi yang dimiliki oleh Jember. Namun karena terlalu banyak, maka aku gak akan mengulas semuanya. 

Nah, karena yang kusuka adalah wisata yang berhubungan dengan air, maka yang menjadi ulasanku hanya wisata seputar pantai dan juga air terjun. 

Hmmm, aku memang belum pernah travelling ke kabupaten Jember. Namun, cerita-cerita dan perkenalan wisata ini melalui Vera, ternyata betul-betul manjur. Aku jadi penasaran dan ingin berkunjung kesana. Aku ingin mencari dan menemukan surga yang ada di kabupaten Jember. Apakah kamu juga tertarik untuk traveling kesana?

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger

8 komentar:

  1. wah mantep banget spot-spotnya sist, jadi pengen nyobain satu2 hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cobain aja bang, emang seru kayaknya. :D
      Pokoknya Jember masuk list destinasi wisata saya hehehe

      Hapus
  2. Lepaskan dirimu dari pejuan skripsi kakak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehhhh, tenang tenang. Skripsi sudah mulai bisa terlepaskan kok hehehe

      Hapus
  3. Ditunggu #mainsebentar di Jember-nya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap mbak, doakan saja punya rezeki uang dan waktu untuk bisa travelling kesana :)

      Hapus
  4. warbiyasak nih spot2 yg juga diceritain temennya, mbak. Belum coba satu2, wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. next time saya pengen mbak mencoba satu per satu tempat wisata di Jember. Semoga ada rezeki lebih dan kesempatan :)

      Hapus