Selasa, 28 November 2017

Temu Blogger kesehatan bersama Kemenkes : Cermat Gunakan Obat

Gelar mahasiswa adalah sesuatu yang menjadi bagian dari hidupku saat ini. Sebagai mahasiswa rantauan, menjadi sangat penting bagiku untuk bisa mandiri dalam berbagai hal. Termasuk dalam pengaturan hidup supaya tetap sehat. Wajarlah, namanya aja jauh dari orangtua, pastilah apa-apa harus dipikirkan dan dilakukan sendiri. Hal utama yang terus aku lakukan supaya tidak membuat orangtua khawatir adalah selalu berusaha hidup sehat dan menyiapkan cadangan obat-obatan agar sakit bisa kuatasi.
Berbicara mengenai obat dan hidup sehat, beberapa waktu lalu aku mengikuti sebuah acara temu blogger bersama kementrian kesehatan. Temu blogger itu memiliki tema “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat: cermat menggunakan obat”. 
Bertempat di ballroom lotus 3 hotel Grand Aston Yogyakarta. Ada sekitar 50 tamu undangan yang hadir, sebagian besar berasal dari blogger kota Jogja dan beberapa berasal dari kota Semarang. Sesuai temanya, pengisi acara merupakan pakar kesehatan dari kementrian maupun dari dinas kesehatan kota Yogyakarta. Acara temu blogger itu dibagi menjadi 2 sesi dimana sesi pertama diisi oleh 4 pembicara dan sesi kedua diisi oleh seorang pembicara.

Cermat menggunakan obat, sudahkah kita memahami makna dan melakukannya? Sebagian mungkin sudah, namun sebagian yang lain, mungkin belum. Baiklah. Setiap orang pernah mengalami sakit tentunya. Sederhana saja, misalnya sakit pilek, batuk dan demam, apalagi dimusim hujan seperti saat ini. Ketika kamu sakit, obat seperti apa yang kamu beli dan bagaimana cara penyimpanan obat tersebut setelah digunakan? Pertanyaan tersebut merupakan bagian dari pembahasan acara temu blogger kali itu.

Sebelum memulai acara, kami para peserta temu blogger diarahkan untuk melakukan cek kesehatan. Dimulai dari pemeriksaan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar pinggang dan dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, kadar gula darah serta pemberian saran oleh dokter. Aku memiliki catatan kesehatan yang cukup baik. Normal. 
Pada pukul 8.30 acara pun dimulai,
Di kesempatan pertama, Bapak Indra Rizon selaku Kabag Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI menyampaikan beberapa hal mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan pegetahuan mengenai pentingnya kecermatan konsumen dalam menggunakan obat. Germas adalah bentuk kepedulian pemerintah untuk mengajak masyarakat agar memiliki gaya hidup yang baik dan sehat. 
Hal tersebut dicanangkan sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 1 tahun 2017. Tujuannnya:

  • Terbentuklah pola hidup sehat di masyarakat Indonesia
  • Lingkungan menjadi bersih karena kepeduliaan masyarakat dalam penjagaannya
  • Masyarakat menjadi semakin produktif. 
  • Mengurangi penggunaan obat, sehingga biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk membeli menjadi berkurang.

Nah untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah mengfokuskan kegiatan pada sesuatu yang mendasar yakni melalui konsumsi makanan sehat (diantaranya memperbanyak konsumsi sayur dan buah), peningkatan aktivitas fisik (senam, bersepeda, jogging), dan pemeriksaan secara berkala untuk mengidentifikasi jenis gangguan kesehatan yang dimiliki. Kamu udah melakukan yang mana?
Selanjutnya, Bapak Indra juga menjelaskan mengenai penggunaan obat dan permasalahan-permasalahan yang disebabkan olehnya karena pemakaian yang tidak sesuai. Apa aja sih permasalahannya? Check it out ya,

Berdasarkan data Rakernas 2013, permasalahan utama di masyarakat tentang penggunaan obat lebih mengenai tata cara penyimpanan dan kekurangan informasi mengenai fungsi-fungsi dari masing-masing obat. Terutama antibiotik. Dengan adanya hal tersebut, pemerintah melalui kementrian kesehatan berupaya untuk memberi informasi sedalam mungkin mengenai cara penggunaan obat yang tepat melalui GEMA CERMAT (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). 

Oh iya, ngomong-ngomong, mengapa memilih blogger? Yap. Blogger merupakan orang-orang yang memiliki andil dalam penyebarluasan informasi bagi masyarakat. Apalagi sebagin besar blogger sangat dekat dengan media sosial. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan zaman dimana masyarakat telah menggunakan media sosial dan internet untuk mencari dan mendapatkan informasi.

Ada 5 hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan obat. 

Memilih obat yang sesuai dengan permasalahan kesehatan yang kamu alami sangatlah perlu. Yang utama, kamu harus benar-benar tahu gejala penyakitmu. 


Dimana kamu membeli obat tersebut, kamu membeli di warung biasa atau memilih di apotek? Membeli obat di tempat yang dipercaya (Apotek) setidaknya memberikanmu informasi lebih mengenai obat yang kamu gunakan. Sebab, ada apoteker yang bertugas melayani dan menjelaskan fungsi obat ke konsumen.

Kalau kamu pergi ke apotek atau dokter, tentu obat yang diberikan akan memiliki aturan pakai. Nah, sudah sesuaikah penggunaannya ketika kamu minum obat? Pengalamanku ketika mengkonsumsi obat, selalu terdapat aturan pemakaian. Misal, 3x1 yang berarti tiap obat dikonsumsi 3 kali dalam sehari. Meskipun sederhana, kita harus benar-benar memahaminya ya kawan.

Aturan lima O juga harus diperhatikan.

Poin penting selanjutnya yang harus diperhatikan supaya obatmu tidak mudah rusak adalah tidak menyimpan obat pada sembarangan tempat, jauhkan dari jangkauan anak-anak kecil, dan tentunya tempat harus disesuaikan temperatur yang dibutuhkan obat agar tidak cepat rusak. Soalnya masing-masing obat memiliki suhu tertentu dalam penyimpannya. 

Obat yang telah digunakan tak lantas bisa dibuang sembarangan. Ada tata cara sendiri yang musti kamu pahami.
  • Pastikan setiap label yang ada didalam kemasan obat hilang. Hal ini supaya tidak disalahgunakan.
  • Obat jenis kapsul atau tablet bisa kamu musnahkan dengan mencampurkan bahan yang membuat orang lain tak tertarik untuk memungutnya kembali. Misal tanah atau air, kemudian buang.
  • Obat jenis sirup bisa dibuang disaluran air biasa. Dipisahkan dari dalam botolnya.
  • Untuk antibiotik, jangan dibuang begiru saja. Campurkan dengan tanah dalam wadahnya langsung. Jangan dibuang langsung ke saluran air, hal itu untuk mencegah terjadinya resistensi antara bakteri dengan lingkungan.

Demikian inti materi yang dibahas oleh pembicara pertama. Selanjutnya adalah pembicara kedua yakni Ibu Hardiah Juliani, M.Kes  yang merupakan perwakilan dari dinas kesehatan provinsi DIY. Beliau memaparkan materi yang hampir sama seperti pemateri pertama, hanya saja lebih ke tindakan aplikatifnya untuk masyarakat di DIY. Dalam pengaplikasian Gema Cermat, dinas kesehatan DIY melakukan berbagai tahapan yakni melalui tindakan advokasi, sosialisasi ke masyarakat, melakukan edukasi dan pemberdayaan serta meningkatkan kualitas SDM terutama untuk seorang apoteker.

Pembicara ketiga adalah ibu Dra Arrosianti Zahrul Falah, Apt sebagai pakar yang menginformasikan mengenai CBIA (Cara Belajar insan aktif) untuk masyarakat Jogjakarta. 

Pembicara keempat merupakan seorang pakar antibiotik yang berasal dari Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba kementrian kesehatan RI, Ibu Mariyatul Qibtiyah Ssi, SpFRS, Apt. Beliau memaparkan mengenai pengetahuan penggunaan antibiotik. Why, ada apa dengan antibiotik? 

Oke kawan. Ternyata, menggunakan antibiotik itu memerlukan aturan lho. Gak sembarangan. Mungkin kalau kamu berpikir antibiotik bisa menambah kekebalan, kamu salah? Antibiotik hanya mengendalikan berkembangnya bakteri penyebab infeksi ditubuh kita. 

Aku jadi ingat, jaman ketika SMA dulu. Karena adek sering sakit pilek, demam dan batuk, ibu membelikan antibiotik berupa Penisillin. Nah, itu ternyata salah banget. Kalau pilek, batuk disebabkan oleh virus, sedangkan virus tidak mempan saat diberi antibiotik. Soalnya antibiotik merupakan zat yang berfungsi mencegah perkembanganbiakan bakteri, jadi bukan virus.

Penggunaan antibiotik yang salah, bisa menyebabkan resistensi bakteri terhadap tubuh. Inginnya kita mendapatkan kekebalan tubuh dari penyakit, eh malah bakteri dalam tubuh kita menjadi kebal. Kita harus berhati-hati. Kita juga kudu paham efek samping penggunaan antibiotik yang salah.
Acara terakhir disesi pertama ini adalah tanya jawab dan diskusi. Ada beberapa peserta dari blogger yang menanyakan pengalaman-pengalaman mereka seputar kesehatan dan penggunaan obat terutama antibiotik.
Dilanjutkan dengan foto bersama antara blogger dan para pembicara dalam temu blogger bersama kemenkes.
Pada sesi kedua, acara lebih santai. Pemateri di sesi ini adalah seorang mantan jurnalis yang telah memiliki pengalaman seputar kepenulisan, termasuk blogging. Beliau merupakan founder dari Kompasiana dan Pepnews. Beliau adalah Pepih Nugraha AKA kang Pepih.
Inti materi kang Pepi kali ini membahas mengenai “Netiket”, etika penulisan dan menjadi netizen yang baik. Penting loh bagi kita para blogger untuk memahami lebih mendalam mengenai penulisan dan konten yang bisa kita bagikan kepada netizen sehingga berdampak baik bahkan menginspirasi.
Ada beberapa poin penting yang perlu kita pahami sebagai seorang blogger atau penulis ala kang Pepih.

1. Think before you post
2. Remember People
3. Lark before leap
4. Do not break the law
5. Do not shit where you eat
6. Share your expertise
7. Stop the fighting
8. Do not misuse the power
9. Forgive

Selanjutnya mengenai konten. Tentunya konten yang bermanfaat. Beberapa bahkan sudah kang Pepih rangkum. Kamu sering menulis konten yang mana kawan?
Baiklah kawan,
Demikian temu blogger bersama kementrian kesehatan mengenai “Cermat Gunakan Obat”. Banyak pengalaman dan ilmu yang kudapatkan selama mengikutinya. Oh iya. Hari itu juga hastagh #CermatGunakanObat menjadi TTI (Trending Topic Indonesia). Begitu luar biasa bukan peran blogger dalam meningkatkan penyebaran informasi mengenai cermat gunakan obat. Yes.

Nah, sebagai orang yang sudah memahami penggunaan obat. Yukk mulai hari ini kita bisa lebih pandai dan cermat untuk menggunakan obat. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?


Postingan ditulis oleh : Nurul Mutiara Risqi Amalia pada tanggal 28 November 2017 di Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar