Sabtu, 21 Oktober 2017

Daikin : Karena yang Nyaman di hati itu yang hemat energi



"Ngadem dulu yukk!!!"
Ajak teman saya pasca muter-muter nyari kain untuk dibuat rok. Oke, fiks. Hari ini kita cukup dulu jalan-jalan dan panas-panasannya.
Sudah dari jam 8 pagi, saya dan satu teman saya mencari perlengkapan untuk moment “Wisudanya”. 
Ya, tepatnya tanggal 25 November 2017 nanti. Rasanya lelah sekali, keringat tak henti-hentinya mengucur dan tubuh mulai terasa panas. "Pergi ke ATM aja!! Kita ngadem disana sekaligus ngambil uang" kataku sembari mengipaskan tangan. Teman saya mengangguk.

Kami sebagai mahasiswa seringkali mencari tempat-tempat yang bisa digunakan untuk berteduh sementara dari sengatan hawa panas setelah melakukan kegiatan outdoor

Sebenarnya, Kampus juga tak lepas dari tujuan kami untuk ngadem. Setelah keluar dari ATM untuk mengambil uang tunai dan menurunkan suhu tubuh, kami berencana akan menuju ke kampus untuk melakukan legalisir sertifikat Toefl sebagai persyaratan yudisium. LPPMP (Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan) adalah tempat kami melakukan legalisir sertifikat di kampus kami.
Temperatur di gedung itu rasanya sejuk. Sembari menunggu teman saya mengurus legalisir sertifikat, saya duduk santai disebuah kursi di dalam ruang tunggu mahasiswa, menikmati temperatur ruangan yang begitu dingin dan nyaman. Rasanya seperti dipegunungan, sejuk sekali. Saya penasaran, berapa AC yang dipasang untuk bisa menghasilkan temperatur sesejuk itu? Padahal ruangannya besar sekali, cukup untuk menampung 100-an orang. Ruangan Itu merupakan tempat tunggu para mahasiswa yang akan melakukan tes bahasa atau mengantri ketika melakukan legalisir sertifikat.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14.25 WiB. Waktunya untuk pulang. Saya dan teman saya segera menuju parkiran tempat kami memarkir motor. Disana pertanyaan saya terjawab. Berderet bagian penyaring udara terpampang diluar ruangan. Daikin.
Dokumentasi Pribadi

Jika dilihat dari fisiknya, penyaring udara yang tertempel di gedung itu sudah cukup lama dan jumlahnya pun tak hanya satu. Hmmm, pantas saja temperatur di dalam ruangan tadi dingin ala pegunungan. Ternyata inilah rahasianya.

Daikin merupakan merk AC ternama buatan Jepang yang telah dipercaya sejak tahun 1924. Daikin Grup, sebagai perusahaan peralatan dan sistem pendingin udara terkemuka di dunia  telah memproduksi produk pendingin untuk skala residensial, komersial, dan industri, termasuk di Indonesia.

Daikin memiliki keunggulan sebagai produk pendingin yang hemat energi dan nyaman untuk dipakai. Nah, pantas saja kalau Daikin di pasang disalah satu gedung di kampus saya. Selain sebagai bentuk fasilitas pendingin untuk ruang tunggu mahasiswa, AC Daikin merupakan AC Hemat Energi yang serbaguna dan mampu memberikan temperatur yang ideal ala pegunungan pada skala ruangan yang besar.
Untuk lebih meyakinkan konsumen tentang perusahaan, Daikin telah memperoleh sertifikasi berupa ISO 9001 dan sertifikat SNI untuk pengujian, pengawasan dan audit pabrik.


ISO 9001 merupakan standar internasional yang dibuat oleh sebuah lembaga independen untuk mengakui bahwa sebuah perusahaan telah memiliki jaminan mutu (kualitas) dalam produknya. Well, karena Daikin sudah memilikinya, maka Daikin telah diakui memiliki produk yang berkualitas.
Wow, keren banget kan.

Saran aja nih sahabat
memilih produk yang hemat energi dan nyaman adalah sebuah keharusan. Yaps, karena dengan memilihnya berarti kita turut berhemat dan bisa menjaga penggunaan energi secara ideal, tidak terbuang sia-sia. Selain itu, hemat energi berarti kita tak boros dalam penggunaan uang kan??

Oke fiks. Kalau AC ya Daikin. Titik


Tulisan ini diikutsertakan dalam "Daikin Blog Contest"



Postingan ditulis oleh Nurul Mutiara Risqi Amalia  di kota Yogyakarta.

2 komentar:

  1. Wah, jadi inget pas saya ngadem di ATM mbak. Ngadem dulu bentar karena kelelahan belanja di pasar tradisional.
    Wah AC daikin ternyata oke banget ya, hemat listrik lagi. Rekomended banget nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah kak, setidaknya saya merasakan sendiri ketika saya ngadem di kampus saya. BTW seger banget kalau pake AC Daikin hehe

      Hapus