Sabtu, 17 Juni 2017

Cerpen dan keinginanku yang menjulang

Source : Google Picture
Pernahkah kau meminta, lantas Tuhan mengabulkan keinginanmu itu dalam waktu yang dekat?


Kamu tahu sobat, itu terjadi pada diriku beberapa hari yang lalu. Dalam sebuah malam yang hening aku meminta kepada-Nya. Aku ingin juara, aku ingin dapat piala tingkat Nasional. Aku ingin dapat penghargaan prestasi mahasiswa dari UNY. Dan itu telah terjadi. Alhamdulillah. Yah, sebenarnya permintaan itu bukan tanpa alasan sih. Aku sedikit iri dengan prestasi dari salah satu mbak kosku. Jadi pengen aja hehe



Nah, ceritanya gini, pada awal januari lalu aku mendapati sebuah lomba cerpen yang diadakan oleh universitasku sendiri. UNY. Lomba tersebut diadakan oleh UKM tingkat fakultas dibidang penalaran. Namanya UKMF Realiti. 

Awalnya aku ragu akan membuat cerpen atau tidak. Namun karena saat itu pikiranku sedang menggebu dan beberapa hal menginspirasiku, akhirnya aku berhasil membuatnya. Komandan Istimewa---adalah judul cerpen yang aku buat dan memenangkan lomba tersebut. 

Komandan istimewa bercerita tentang seorang anak muda yang memiliki semangat dengan tekad leadership-nya. Meskipun dia berasal dari keluarga yang tidak mampu dan ia memiliki kekurangan, tapi semangatnya untuk menjadi seorang pemimpin begitu besar. Yap, singkatnya kayak gitu.

Berbicara mengenai menulis, aku sebenarnya memulai belajar melalui Blog pribadi yang aku buat tahun 2011 lalu. Aku membuat tulisan ketika banyak hal yang aku pikirkan dan hal-hal tersebut akan lenyap ketika aku tak menulisnya. Setelah aku rasa aku meiliki ide yang menggebu. Awalnya sih iseng-iseng kopas artikel. Tapi lama-lama gak asyik kalau isinya cuma kopas-kopas artikel. Akhirnya ketika kuliah, sekitar tahun 2013, blog ini kuahidupkan kembali, dan kali ini aku mencoba meramu tulisanku sendiri.

Aku masih butuh belajar yang amat banyak dari banyak orang. Berkenaan dengan konten, tujuan penulisan, gaya bahasa, dan juga desain untuk mempercantik tulisan. 


Kembali ke menulis cerpen. Saat itu hatiku rasanya dag dig dug. Menang atau enggaknya cerpenku. dan ternyata 
Aku mendapat juara pertama, dan itu pengalaman pertama aku menulis. Aku merasa bahagia sekali. Alhamdulillah. Setidaknya ini menjadi titik tumpuku sehingga aku bisa lebih bersemangat lagi.

Pada acara malam puncak, aku datang dibersamai seorang LO bernama Karimah. Dia anak yang baik dan kalem. Aku merasa nyaman bersamanya. Dia yang bertanggungjawab terhadap penjemputan dan menemaniku selama lomba. Dia sudah kuanggap seperti adekku sendiri. Berikut merupakan dokumentasi saat acara puncak di ruang Abdullah Sigit di Fakultas Ilmu Pendidikan.
Foto diatas adalah ketika pemulaan acara. Terlihat piala-piala yanag menggiurkan :)


Foto di atas adalah acara hiburan dari kesenian anak-anak FIP

Dan acara yang paling kutunggu adalah saat penerimaan hadiah. Secara resmi aku diundang untuk maju sebagai juara 1. Aku bahagia sekali saat itu.
Foto di atas merupakan gambar yang diambil oleh Karimah LO ku. 

Setelah acara foto-foto tersebut aku mendapat sedikit shock time. Pialaku tertendang anak dari UNS dan "Pyakkk" pecah bagian atasnya. Aku langsung tak bisa berkata apa-apa. Antara shock, jengkel tapi kasihan sama mbaknya karena udah minta maaf berkali-kali. Yaudah deh akhirnya aku berusaha tenang.

Tak berapa lama kemudian panitia berkata padaku untuk memperbaiki pialanya dan alhamdulillah sekarang tuh piala udah nongkrong di kosan.

Hari Ke 2  (Filtrip ke Borobudur)

Beberapa hari sebelum aku melakukan filtrip, aku pernah membuat status di BBM Messenger. Berbunyi seperti ini " Ingin jalan-jalan ke Borobudur, tapi kapan ya?

Seminggu setelahnya aku memenangkan lomba cerpen tingkat nasional dan memiliki acara lanjutan berupa filtrip ke Borobudur. Waoooow, amazing. Tuhan mengabulkan doaku yang hanya berjarak seminggu kurang.

Kembali ke filtrip. Aku melakukannya bersama para finalis cerpen dan karya Tulis. Perjalanan dimulai dari pukul 8 dengan start awal di hotel UNY. Sebelum melakukan filtrip, aku dan semua peserta diminta untuk sarapan terlebih dahulu. Ditemani masing-masing LO kami bertemu dan saling menyapa sebelum akhirnya makan bersama-sama.

Sekitar pukul 08.00 kami berangkat ke Borobudur. Taraaaa,...
Gengs tahukah kalian, saat aku dan kawan-kawan datang kesana, penuhnya minta ampun. Mungkin karena saat itu week end jadi banyak wisatawan yang berdatangan.
Nahloh, banyak banget kan orang-orangnya. Dari jauh aja udah kelihatan banget. Waktu itu kepalaku sampai pusing karena berdesak-desakan dan hawanya sangat panas.
Tapi alhamdulillahnya, perasaanku saat itu senang sekali, jadi agak tertutup rasa panas dan gerahnya.

Demikian pengalamanku terhadap keinginanku yang berhasil aku dapatkan. Mungkin ini singkat cerita, namun bagiku itu begitu berkesan dan terngiang. Alhamdulillah.

Post By : Nurul Mutiara R A. Manajemen UNY 2013. Yogyakarta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar