Kamis, 23 Februari 2017

Kekagumanku pada Jepang dan mimpi-mimpiku dimasa lalu

Seorang anak mendongak keatas, melihat sebuah benda terbang diantara awan-awan putih dan langit yang biru. Benda itu merupakan pesawat yang entah, membawa penumpangnya pergi kemana. Tak tahu. 

Anak itu terus menatap pesawat itu hingga kemudian hilang karena jauh dari jangkauan matanya. Di lubuk hati anak itu dia merasa bahagia. Bersama senyuman penuh harap, doa-doa dan impiannya, ia tersenyum melambaikan tangan. "Pesawat, suatu hari kau akan membawaku ke Jepang dan berkeliling dunia"

Dan, anak itu adalah aku. Kadang aku merasa konyol ketika mengingatnya. Haha, sebuah tindakan yang mengalir begitu saja dari anak SMP kelas 2 yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri. Ke Negeri sakura. Jepang.


***

Jepang. Sebuah negara yang berada di daftar paling atas dalam buku catatanku ketika masih SMP.
Suatu hari di sebuah pagi yang damai, aku pernah menulis cerita tentang Jepang versi anak SMP. Aku bercerita tentang Jepang melalui anime yang aku tonton. Salah satu Anime itu adalah InuYasha---sebuah anime dan komik karangan Takahashi Rumiko. 
Dari Inuyasha itu aku mulai mengenal Jepang dan menjadi tertarik lebih jauh tentangnya. Hal yang paling kuingat mengenai Jepang kala itu adalah bunga sakura dan gerbang berwarna merah yang selalu ada pada setting tempat di anime-anime yang aku tonton, tak terkecuali Inuyasha. 
Sumber : Google

Jujur, dulu aku memiliki keterbatasan untuk mengetahui lebih detail tentang Jepang. 
Yap, karena aku masih anak-anak dan fasilitas untuk searching informasi sangat terbatas di kotaku.

***
Seminggu yang lalu teman satu kosku diberi satu dus komik dari berbagai negara. Salah satunya dari Jepang. Setumpuk komik yang membuatku tertarik adalah komik yang berjudul The Law Of Ueki karangan Fukuchi Tsubasa. Komik tersebut melayangkan kembali pikiranku mengenai hal-hal yang membuatku mengenal Jepang dan ketertarikanku pada nya. The Law Of Ueki adalah salah satu anime yang pernah ku tonton bersamaan dengan Inuyasha kala itu. Ceritanya sama tentang persahabatan dan petualangan. 
Well, komik dan anime menjadi perantara pertama yang membuatku berpikir betapa luar biasa dan menariknya negara Jepang. Terutama mengenai budaya dan pemandangan yang tiada duanya, seperti Fuji-yama yang terkenal itu dan bunga Sakura yang mekar dengan Indahnya setiap kali musim semi.

Mekarnya bunga sakura merupakan hal yang paling ingin kusaksikan bahkan sampai sekarang. Hanami, atau biasa disebut festival menikmati bunga sakura yang mekar. Andai aku bisa merealisasikan keinginan menikmati "hanami" tersebut, bakal menjadi sesuatu yang terlupakan dalam hidupku.

Wait,...
Berapa lama ya aku menyimpan keinginan itu?

Aku sekarang kuliah semester akhir pada program manajemen di salah satu universitas di kota Jogja.
Bayangkan saja deh waktuku untuk mengagumi dan menyimpan keinginanku untuk pergi kesana telah terdiam sejak lama. Rasanya bahagia jika suatu hari aku bisa menginjakkan kakiku disana.

Ketertarikanku pada Jepang membuatku belajar bahasa Jepang secara otodidak melalui buku-buku dan terkadang setiap kosakata baru yang aku temui selalu kucatat sebagai bahan pembelajaranku. Ya, aku memang masih belajar dasar, namun setidaknya aku memahami beberapa kalimat yang biasa digunakan orang Jepang saat pertama bertemu seperti kalimat perkenalan sederhana.
Aku pernah bermimpi melakukan perjalanan ke Jepang setiap kali aku melihat pesawat yang lewat. Entah melalui program pertukaran mahasiswa, liburan atau berkesempatan belajar disana. Sepertinya akan menjadi momen tak terlupakan dan menyenangkan jika itu bisa terjadi.

***
HIS Travel dan HAnavi
Di suatu sore yang ceria di depan laptop, aku searching beberapa informasi penerbangan dan agen travel yang memiliki destinasi ke Internasional, terutama negara-negara asia timur. Dan,
Taraaa...
Aku menemukan HIS Travel Indonesia yang memiliki informasi lengkap seputar traveling ke luar negeri. HIS travel merupakan sebuah agensi yang menyediakan paket wisata dimulai dari jasa travel, hotel, penerbangan dan juga jasa pendukung perjalanan lainnya seperti Visa, penyedia informasi seputar perjalanan, dan persewaan wi-fi serta transportasi pendukung.

Nah, khusus untuk paket perjalanan ke Jepang, HIS travel berkolaborasi dengan Ana (All Nipon Airways) dalam melayani para wisatawan asing yang akan melakukan perjalanan liburan ke negeri sakura tersebut. Kolaborasi tersebut bernama HAnavi. 

Well, Kolaborasi itu bertujuan untuk memudahkan para traveller ketika memilih penerbangan dan hotel sebagai tempat wisatawan menginap. HAnavi menawarkan berbagai macam pelayanan dan informasi mengenai hotel yang bisa di booking oleh para wisatawan.

Why, I Love Jepang?
Okay, sekarang saatnya aku bercerita kenapa aku suka dan bermimpi untuk bisa menginjakkan kaki di negara Jepang?
Bagiku, Jepang merupakan negara yang kental dengan budaya dan pemandangan musim semi yang tak biasa. Lho, mengapa tak biasa?

Karena pada musim semi, Jepang akan berwarna pink. Yes, pink yang diakibatkan oleh bunga sakura yang bermekaran. 
Pemandangan bunga-bunga yang bermekaran itu tak biasa ditemukan di negara-negara lainnya. Mungkin untuk negara yang berdekatan masih bisa ditemukan. Tapi tak semuanya.
Nah pada saat Sakura bermekaran, terdapat sebuah kebiasaan di Jepang yang disebut Hanami.
Hanami merupakan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat Jepang setiap kali pohon sakura bersemi. Mereka akan duduk-duduk dibawah pohon sakura yang sedang mekar dengan indahnya sambil menikmati kebersamaan bersama keluarga, rekan kerja dan teman-teman sekolah.

Keunikan lain yang bisa kulihat dari negara ini adalah budaya disiplin dan kerja keras masyarakatnya, aku juga mengagumi budaya yang berasal dari warisan leluhur yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jepang, bahkan oleh pemuda-pemudinya. Budaya-budaya tersebut diantaranya Ikebana, Hinamatsuri, upacara minum teh, dan termasuk Hanami.

Seperti yang aku ulas pada kalimat pertama paragraf sebelumnya, yakni tentang budaya disiplin masyarakat Jepang. Aku hanya berpikir menggambarkan mereka sesuai ilustrasi yang ada di pikiranku berdasarkan beberapa artikel yang kubaca.

Masyarakat Jepang sangat menjunjung tinggi nilai kedisiplinan dan kepatuhan terhadap lalu lintas. Tidak hanya pengendara kendaraan pribadi, bahkan pejalan kakinya pun melakukan tindakan disiplin dan menempatkan keselamatan pada hal yang utama. Thats it....

Selanjutnya, kebiasaan masyarakat Jepang dalam bertransportasi umum. Menggunakan transportasi umum menjadi bagian dari perjalanan mereka sehari-hari. Seperti yang sering kuamati, kereta api masih menjadi sarana favorit masyarakat Jepang. Jika mereka melalui jarak yang dekat, mereka lebih suka berjalan kaki atau bersepeda, nah bagian inilah yang membuatku merasa kagum pada masyarakat Jepang. Tindakan yang ramah lingkungan dan menyehatkan.
Ketiga, ketertiban sekaligus budaya  yang membuatku kagum adalah mengantri. 
Sumber : Google

Mengantri merupakan cara yang dilakukan oleh orang Jepang ketika berada pada situasi yang ramai. Mengantri sangat membutuhkan kesabaran. Dan mereka bisa belajar untuk mengelola rasa sabar dan menghargai oranglain melalui kegiatan mengantri tersebut. Budaya yang sangat berarti untuk membentuk karakter baik.

Demikian hal-hal mengenai negara Jepang yang membuatku kagum. Mulai dari budaya, media hiburan anak (komik) dan pemandangannya. Aku jatuh cinta. Jika suatu hari aku bisa melakukan wisata ke Jepang sekaligus belajar secara langsung. Aku akan merasa begitu bahagia. Sekali lagi. Itu akan menjadi perjalanan tak terlupakan dan penuh dengan keajaiban.

Teringat untuk Wisata ke Jepang dengan cara cepat dan mudah??
Cek langsung HAnavi :)

(Artikel ini diikutsertakan dalam kontes blog Amazing Sakura oleh HIS Travel)


#HISAmazingSakura

Post by : Nurul Mutiara R.A (Manajemen A 2013 Universitas Negeri Yogyakarta)

Jumat, 10 Februari 2017

Piper

Pernah mendengar tentang Piper??
atau
Pernah melihat film Finding Dorry?

Okay, bagi kamu yang sudah pernah nonton Finding Dorry, sebenarnya bersamaan dengan film tersebut, Pixar Studio juga merilis film pendek dengan judul Piper.
Ya, Piper merupakan film pendek  yang di sutradarai oleh Alan Barillaro---bercerita tentang seekor bayi burung yang baru belajar untuk berburu makanannya.
Source : Google 

Jika menyaksikan film ini, penonton akan di sajikan dengan pemandangan awal, sekelompok burung-burung yang sedang mencari kerang ketika ombak menjauh, namun mereka (kelompok burung) itu akan berlari menghindar ketika ombak datang kembali. So, waktu yang mereka gunakan untuk berburu kerang sangat terbatas. 

***
Seekor induk burung membangunkan bayinya. Menyuruh bayinya untuk melihatnya berburu diantara kelompoknya. Piper, nama bayi burung itu, awalnya mengira ibunya akan memberikannya makan setelah mendapatkan kerang. Namun, ternyata ibunya hanya mencontohkan pada Piper cara mendapatkan kerang. Piper mulai di ajak mandiri untuk berburu kerang didalam pasir.
Source : Google

Ketika Piper sedang asyik belajar mengambil kerang dari dalam pasir, tiba-tiba ibu Piper dan kelompoknya menyuruh Piper untuk berlari menghindar. Yaps, itu karena ombak mulai datang kembali yang berarti mereka akan tenggelam didalamnya jika tak menghindar.
Piper segera menuruti ibunya, namun karena ia asyik memperhatikan gumpalan busa yang muncul di permukaan pasir, ia kemudian tergulung ombak.

Tergulung dan tenggelam di ombak membuat Piper menjadi trauma. Ia mulai takut dengan ombak dan tak mau ikut berburu kerang ketika diajak oleh ibunya.

Suatu ketika dia mulai terdesak karena lapar. Well, akhirnya dia nekat dan mulai belajar berburu kembali. 

Dari kejauhan ia melihat kerang yang muncul ke permukaan pasir. Ia mulai berlari untuk memburu kerang itu. Tetapi ketika  ia hampir sampai ombak mulai datang dan itu membuatnya takut. Piper kemudian berlari menjauh dan sembunyi. 

Persembunyian itu ternyata mempertemukan ia dengan kelomang kecil yang juga baru belajar. Kelomang kecil itu juga mencari kerang-kerang untuk dimakan. Kelomang itu mulai menggali untuk menemukan kerang yang masih berisi. Piper memperhatikannya, dan ketika ombak mulai datang Piper melakukan hal yang sama seperti kelomang kecil itu. Ia menggali pasir kemudian masuk kedalamnya. Ombak mulai merendam tubuhnya. Ketika terendam, Piper melihat bahwa kerang-kerang justru terlihat ketika di dalam air. Dan, kenyataan itu membuatnya belajar untuk berburu kerang dengan benar.
Source : Google

Well, mengulas suatu cerita berarti aku juga harus mengulas apa yang kudapatkan dari cerita itu. Sebuah amanah.

Bagiku, aku mendapati bahwa keberanian itu muncul ketika kita menghadapi ketakutan yang ada dalam diri. Tokoh Piper pada akhirnya bahagia ketika berburu kerang di antara ombak. Dari yang awalnya ia takut, kemudian berburu di antara ombak malah menjadi hal yang menyenangkan. Ia tak seperti yang lainnya yang justru menghindar ketika ombak telah datang. Ia tokoh yang digambarkan anti-mainstream dalam berburu kerang.

Jika dianalogikan dalam kehidupan manusia, aku bisa menyimpulkan mengenai pembelajaran menghadapi rasa takut dan belajar pada pengalaman orang lain.
Memang, setiap orang memiliki rasa takut. Tetapi rasa takut itu seharunya memberi kita pelajaran untuk bertahan dan melawan. That's life...

Selain itu film Piper juga memberi aku sebuah pemahaman bahwa pengalaman itu mencontohkan dan memberi pelajaran berharga bagi oranglain. Baik itu melalui teman atau pengalaman yang di alami oleh diri sendiri. 

Yeass, Piper is a short story which has a valuable message. I like and I love it...

Kalian musti nonton ceritanya, inspiring dan lucu banget tokohnya banget :)


Post by Nurul Mutiara R.A at 17.49 di sekretariat UKM

Rabu, 08 Februari 2017

Ueki dan Nostalgia Masa Lalu

Beberapa waktu yang lalu salah satu mbak kosku diberi oleh temannya 1 kardus komik. Komik yang diberikan bermacam-macam. Ada yang berasal dari Jepang, Indonesia sendiri dan dari Korea Selatan.
Satu hal yang menarik bagi diriku adalah setumpuk komik yang berjudul "The Law Of Ueki" di dasar kardus.
Yap, Ueki adalah tokoh kesukaanku ketika aku masih kelas 2 SMP dulu. Dulu setiap serial anime The Law Of Ueki tayang di televisi, aku tak pernah melewatkan walau hanya sehari. 
The law of Ueki merupakan anime Jepang yang membuatku menghargai sebuah persahabatan. Bahkan keinginanku untuk menolong oranglain itu, terinspirasi dari anime ini.

Kembali ke tumpukkan komik Ueki. Mbak kosku mendapat komik lengkap cerita Ueki. Yaitu seri 1 sampai 16. Senang rasanya aku bisa menemui tokoh itu lagi. Banyak hal yang kudapatkan ketika menonton cerita dalam anime tersebut. Dan sekarang aku bisa membacanya kapan saja karena tersedia dikosan.

Berbicara mengenai komik, dulu aku ingin sekali memiliki serial komik untuk setiap anime Jepang yang aku sukai. Misalnya saja Inuyasha, detektif Conan, Serial The Law of Ueki ini, Naruto dan Doraemon. Namun karena tak ada tempat dan membutuhkan dana untuk membeli semuanya, akhirnya keinginan itu pun belum bisa tersampaikan. Tak terduga aku bisa membaca komik2 itu di sini.
Sumber : Google
Oh iya, dalam blog kali ini aku ingin menceritakan tentangku dan Ueki. Sebuah keinginanku yang muncul menggebu karena tokoh itu. Ueki. Seorang anak super yang memiliki hati emas. Dia seorang sahabat sejati. Seorang anak yang rela mengorbankan hidupnya untuk menolong teman-temannya. Aku suka karakternya. Meskipun dia adalah tokoh yang cukup ceroboh, keras kepala dan cerewet. Namun disisi yang lain dia tokoh yang tak pernah menyerah, rela berkorban dan baik hati.

Membaca kembali komiknya, membuatku kembali pada masa SMP dulu. Dan lagi, aku kembali menerobos waktu untuk kembali bertemu masa lalu. Masa menjadi orang yang tak pernah takut menghadapi apapun. Ya, aku ingin menghidupkan kembali masa lalu ku itu. Setidaknya melalui aku bercerita disini aku menjadi terkenang mengenai sebuah cerita yang membuatku menjadi hidup dan berwarna.

The Law Of Ueki merupakan komik karya Fukuchi Tsubasa. Dulu aku menonton serial TV nya mulai dari pertengahan. Yahh, waktu itu aku baru mengenal judulnya dan iseng menonton. Namun setelah aku memahami setiap alur ceritanya, aku jadi menyukai ceritanya. Adapun tokoh-tokoh utama dalam cerita tersebut yakni Sano, Ueki, Rinko, Tenko, Ai Mori, dan Hideyoshi. Berikut gambar yang sudah disesuaikan dengan urutan nama tokoh.
Sumber : Google
Episodenya berakhir kalau tidak salah pada episode 51. Saat itu pertarungan terakhir antara tim Ueki dengan tokoh antagonis bernama Anon. Anon sendiri baru muncul pada episode-episode hampir terakhir. Dia tokoh yang memiliki karakter buruk karena keinginan untuk balas dendam. Dia adalah tokoh yang diceritakan berasal dari dunia bawah.

Mungkin untuk lebih lanjut, resensi cerita The Law Of Ueki Bisa aku tuliskan pada postingan selanjutnya (gak janji sih). Di postingan ini aku sebenarnya hanya ingin bercerita tentang kesempatanku untuk mengenang kembali cerita Ueki melalui komik.

Di cerita Ueki memang banyak sekali pertarungan dan kekerasan. Bagiku, cerita ini tidak rekomended untuk anak-anak di bawah umur. Jika terpaksa, aku lebih merekomendasikan untuk ditonton bersama orangtua mereka, sehingga tidak terjadi penyimpangan psikologis yang mungkin saja terjadi yang disebabkan oleh pertarungan-pertarungan didalamnya. Tahu kan, anak kecil biasanya suka meniru dan takutku bisa di aplikasikan ke kehidupan nyata. 

Masa ketika aku SMP---Ueki---membuatku semarak dan berwarna. Setiap kali akan tayang, aku selalu stay nomor satu didepan televisi. Hehe, awalnya aku saja yang menyukai Ueki, tapi ternyata adik-adikku ketularan suka anime setelah nonton Ueki. 

Mungkin ini sekilas ceritaku tentang aku dan Ueki. Komik-komik itu benar-benar menyeret pikiranku untuk bernostalgia pada masa lalu. Yeahhh, adakalanya masa lalu ku panggil kembali untuk memberi semangat pada diriku sendiri. Yup, secara tak sadar cerita Ueki membuatku terinpirasi pada sebuah pertemanan yang tulus. Aku suka. Dan aku begitu bahagia bisa kembali melayangkan pikiranku pada masa itu. Seolah masuk mesin waktu, dan ini membuatku harus memiliki semangat dan kebahagiaan seperti saat ini. 


Post by : Nurul Mutiara R.A : at kosan Yogyakarta city