Kamis, 29 Desember 2016

Kepengurusan Terakhir

Pada tanggal 17-18 desember 2016 lalu, organisasiku melaksanakan musyawarah Anggota (Musyang). Musyang merupakan kegiatan tertinggi dalam suatu organisasi. Di kegiatan tersebut terdiri dari demisioner pengurus lama, pembahasan Ad Art dan GBHK serta pemilihan ketua baru.

Musyang berlangsung dari pukul 8 pagi hingga pukul 23.00 malam. Banyak hal yg dibahas dari kami. Pengurus lama perbidangnya melakukan laporan pertanggungjawaban masing-masing proker selama setahun. Aku di UKM Rekayasa Teknologi diberi amanah sebagai wakil Ketua Umum. Di Restek--- aku biasa menyebutnya, aku mendapat bagian mengelola internal organisasi.
Di Restek sendiri ada 5 bidang. Pada tulisan sebelumnya aku sudah mengulas tentang mereka semua. 

Di kepengurusan, aku bertugas  untuk menyolidkan semua bidang tersebut. Namun seperti apapun, banyak tantangan yang aku hadapi bersama teman-temanku. Dan rata-rata berhubungan dengan anggota pengurus yang tidak aktif dan menghilang dari tanggungjawab organisasi.
Aku di Restek sudah 3 tahun. Dari menjadi staf hingga menjadi wakil ketua umum.
Menjadi seorang organisastor itu memiliki beragam cerita dan pengalaman rasa. Rasa kecewa, takut, bahagia, tertekan dan yang paling kusukai adalah rasa kebersamaan ketika berkumpul.



Sampai hari ini, aku masih belum percaya kalau sudah demisioner. Sekarang aku hanya bertugas mengawasi teman-teman yang menjalani kepengurusan untuk periode 2017.
Semoga UKM Restek menjadi UKM yang berprestasi baik di kancah nasional maupun internasional.

Minggu, 04 Desember 2016

Ride safely Love your Family Learn with Yamaha Riding Academy


Selama saya melakukan perjalanan, saya sering menemui slogan-slogan dipinggir jalan yang sengaja dipasang oleh pihak kepolisian lalu lintas.
Slogan tersebut dibuat untuk membangun kesadaran para pengendara bahwa keselamatan merupakan hal yang penting. Keselamatan pribadi berpengaruh terhadap banyak orang, termasuk keluarga yang menunggu di rumah.

Berbicara mengenai keselamatan, saya pernah mendapat berita buruk mengenai teman saya yang meninggal karena kecelakaan. Tepatnya tahun 2015. Eko teman saya ketika smp meninggal karena motornya tertabrak truk. Menurut keterangan dari teman-teman saya, dia berniat mendahului truk didepannya. Namun karena kurang ancang-ancang, bagian belakang motornya menyenggol truk. Akibatnya motor yang dikendarai oleng dan masuk kebawah truk. 
Berita kematian teman saya itu tentu membuat pilu banyak orang dan saya yakin keluarga yang ditinggalkan pun merasa sangat kehilangan. Oleh karena itu keselamatan merupakan poin penting bagi pengendara ketika berada di jalanan.

Berdasarkan informasi dari SuaraSurabaya.net jumlah kecelakaan selama 6 bulan terakhir mengalami kenaikan di tahun 2016. Dan yang mendominasi kecelakaan itu adalah sepeda motor. Dalam media online tersebut, AKP Warih Hutomo selaku satlantas Polrestabes Surabaya menyatakan sejumlah 806 motor, 153 mobil, 74 mobil dan 3 bus mengalami kecelakaan. 

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa kendaraan roda 2 menyumbang angka yang cukup besar dalam kecelakaan lalu lintas. Itu masih diwilayah Surabaya. Di wilayah lain memungkinkan angka yang hampir sama karena kenaikan jumlah motor di jalanan bertambah secara nasional.

Berikut merupakan data pembelian motor di 10 propinsi 



Kenaikan jumlah pembelian sepeda motor yang ada di Indonesia saat ini juga berpengaruh pada padatnya aktivitas jalanan. Padatnya aktivitas di jalan tentu akan berpengaruh terhadap keselamatan setiap pengguna jalan. Apalagi masih banyak pengguna jalan yang belum taat aturan dan melakukan pelanggaran seperti menerobos lampu merah, tidak memakai helm dan alat keselamatan penunjang, mengendarai diatas batas normal dan masih banyak lagi.
Para pengendara perlu memahami safety riding yang tepat. Bahkan saya sendiripun belum memahami pentingnya berkendara agar bisa safety. Seperti apa sih berkendara yang safety itu?

Minggu, 27 November 2016

Hari jumat tanggal 25 November 2016, saya dihubungi salah satu blogger Jogja yakni Mas Wawan untuk ikut dalam salah satu acara blogger dan vlogger Jogja yang diadakan oleh Yamaha. Acara tersebut dilaksanakan di Stadion Meguwoharjo Sleman, bertempat di homebase YRA (Yamaha Riding Academy). 
Saya dan yang lainnya mengikuti kegiatan tersebut dengan rundown acara sebagai berikut :

  1. Registrasi peserta
  2. Pembukaan
  3. Teori Safety Riding
  4. Praktik Safety Riding
  5. Ishoma
  6. Praktik Safety Riding
  7. Pembagian Sertifikat dan penutupan.

Pukul 6.30 di hari minggiu saya dan rekan-rekan blogger lainnya berangkat ke Stadion Maguwoharjo. Sesampai disana ternyata acara masih belum mulai sehingga saya dan 2 peserta lain berjalan-jalan dulu mengelilingi stadion.

Sekitar pukul 7.30 lebih semua orang sudah mulai berkumpul memadati halaman homebase YRA. Saya dan yang lainnya segera merapat untuk melakukan registrasi.


Setelah itu segera dilanjut dengan pembukaan dan juga materi secara teoritis mengenai keselamatan berkendara oleh para instruktur dari Yamaha.

Materi berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Banyak hal yang di ulas oleh pak Instruktur.
salah satunya adalah penjelasan mengenai faktor-faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan saat diperjalanan 

1. Manusia

Manusia merupakan bagian sentral dari semuanya. Meskipun satu sama lain faktor tak bisa dipisahkan. Manusia yang mengendalikan kendaraan yang digunakannya. Manusia yang menentukan akan menggunakan keselamatan dan juga cara berkendara seperti apa. meskipun setiap kematian merupakan takdir Tuhan, namun manusia juga punya peranan mengendalikan karakter mereka ketika berada di jalan. Faktor manusia juga menentukan safetymind ketika berkendara, yakni pola-pola yang pikiran bangun untuk berkendara dengan baik dan aman.

2. Lingkungan

Lingkungan yang dimaksud disini adalah kondisi jalan. Ketika jalan yang dilalui berkelok-kelok, maka itu akan mempengaruhi pengendara dalam menentukan kecepatan. Cuaca dan kondisi dari jalan juga berpengaruh terhadap keselamatan pengendara. jalan yang banyak lubangnya juga bisa membahayakan pengendara.

3. Kendaraan

Performa kendaraan juga perlu diperhitungkan. Ban masih baik atau tidak, oli, bensin dan juga  rem masih layak atau harus diganti. Swemuanya harus diperiksa sebelum melakukan perjalanan.

Oh iya berbicara mengenai Safety Riding, standar keselamatan berkendara yang baik ditentukan oleh setiap hal yang harus dipersiapkan para pengendara. Helm yang sesuai standar, jaket yang tebal, pelindung siku dan kaki, sepatu dan juga pakaian yang memudahkan pengendara dalam bergerak.
Selain itu kesadaran untuk menghargai pengguna jalan lain juga penting. Misalnya saja anak-anak, orangtua, dan orang-orang penyandang difabilitas.


Pengendara yang cerdas adalah pengendara yang bisa menghargai pengguna jalan lain. Itu merupakan kata-kata yang saya dapatkan dari dosen saya. Dan kata-kata tersebut juga selalu saya pegang ketika saya berkendara di jalanan. 

Pengalaman berkesan saat ikut kegiatan di YRA

Oh iya selama saya mengikuti kegiatan tersebut, saya mempunyai pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan. Khususnya untuk saya sendiri. Yang pertama, sebenarnya  saya baru belajar mengendarai motor ketika di Jogja ini. Jadi bisa disimpulkan kalau saya belum terlalu ahli dalam berkendara. Latihan minggu lalu sebenarnya membuat perasaan saya dag dig dug dear. Bisa gak?? Bisa gak?? Kata-kata itu yang berputar-putar dikepala saya. Haha

Kedua, saya juga jadi bisa coba-coba mengendarai motor kopling. Sekalian latihan beranilah. Yang bisa mengendarai motor kopling rata-rata laki-laki. Saya tidak mau kalah dan menyerah untuk mencoba mengendarainya.
Dan dari semua pengalaman, yang paling berharga adalah saya jadi bisa memahami ilmu safety riding dari ahlinya langsung. Saya juga bahagia bertemu dengan sahabat-sahabat blogger dan vlogger yang kece badai.
Gambar diatas merupakan praktik riding yang dilakukan peserta pelatihan.

Dari pengalaman dan juga ulasan-ulasan yang diberikan oleh para instruktur, saya jadi cukup memahami pentingnya berkendara dengan safety.

Pengalaman bersama kalian merupakan pengalaman yang sangat berarti dan menyenangkan. Hehe


Seperti apapun keselamatan pengendara adalah hal terpenting yang harus ditanamkan dalam pikiran (Safetymind) sebab keluarga menunggu dirumah, sebab setiap orang tak akan rela jika orang tersayang celaka ketika diperjalanan.

Ride safely, love your family :)

Post by Nurul Mutiara Risqi A 

Rabu, 17 Agustus 2016

Ditanah ini aku memahami dan belajar (Dobangsan)

Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel karya Bapak Yusran Darmawan. Dalam artikel tersebut, bercerita tentang kondisi para pemuda dan orangtua saat ini yang memiliki mindset tentang pekerjaan sebagai seorang petani bagi lulusan perguruan tinggi.

"Dilematika antara lulusan perguruan tinggi yang semakin jauh dari nilai-nilai budaya pertanian"
Begitu kesimpulan dari artikel beliau.

Bahkan, para orangtua kadang rela menjual sawahnya supaya anak mereka bisa berpendidikan tinggi. Tak salah memang, justru bagus. Hanya saja ada mindset yang menurut saya sedikit keliru. Mindset bahwa pekerjaan sebagai petani itu rendahan, dekat dengan kemiskinan. Mindset itulah yang membuat para sarjana tidak pernah mau tahu dengan urusan sawah, ladang atau kebun.

Yah, mindset itu bahkan pernah tertanam dalam pikiran ini. 
Dulu, saat saya masih labil, saya hanya melihat sesuatu tak utuh. Menerima opini-opini secara mentah tanpa menelisik lebih lanjut mengenai makna dalam sebuah hal. Petani dan kemiskinan???
Ya, bisa saja benar namun memiliki peluang juga untuk jawaban salah.

By the way, yang ingin saya ulas kali ini adalah pengalaman saya hari ini bersama mbah Rukiyem. Pengalaman panen kangkung dan juga bertemu dengan petani-petani di Dobangsan. Bertemu mereka, banyak hal yang bisa kami bicarakan. Termasuk mengenai kalimat-kalimat yang menbuat saya merasa ironis. 

Oke saya mulai ya,hehe
Sore itu langit Dobangsan cukup mendung. Gak terlalu panas dan menyengat. Membuat suasana syahdu dan penuh dengan keindahan untuk dinikmati. Mbah kakung, biasa saya panggil merupakan suami mbah Rukiyem. Beliau setiap sore akan mengasah pisau dan sabit untuk kegiatan beliau membersihkan ladang, menanam bibit dan memanen. Sore itu beliau membawa seplastik bubuk berbentuk gula di punggung beliau. Saat saya tanya, beliau berkata kalau itu untuk ditaburkan pada tanaman bawang merah milik beliau.

Aku mengangguk mengernyitkan dahi, berusaha memahami setiap detail kata-kata yang beliau ucapkan.

Selepas beliau berkata dan mengambil sabit, beliau segera membalikkan badan menuju ke kebun/sawah kembali.
Saya mengikuti beliau dari belakang. Penasaran.

Semenjak tanggal 1 agustus lalu, saya dan teman-teman KKN bahkan belum pernah membantu beliau bertani, dikarenakan kami harus menjalankan proker dan juga mempersiapkan beberapa kegiatan yang diadakan oleh warga. Maka dari itu aku kali itu mengikuti mbah kakung untuk bisa berinteraksi dengan dunia persawahan.

Berikut suasana rumah mbah Rukiyem tempat saya tinggal selama KKN


Rumah beliau berada diantara tanaman kacang yang bernama "Benguk".
Kacang benguk adalah bahan yang bisa digunakan untuk membuat tempe benguk. Berikut ini adalah tempe benguk yang sudah dimasak bersama santan.


Tempe benguk di atas akan berwarna hitam keunguan. Sesuai dengan warna kacang benguk.

Kembali ke cerita,
Saat saya berjalan mengikuti mbah kakung, ditengah sawah saya bertemu dengan mbah Rukiyem yang sedang memanen kangkung.
Saya segera menuju ke beliau, mengambil beberapa gambar untuk dokumentasi dan membantu beliau memanen kangkung-kangkung itu.




Memanen kangkung itu susah-susah gampang ternyata, gampangnya itu dilihat dari proses kerja. Saya tinggal memotong bagian batang yg paling dekat dengan tanah. Susahnya itu karena saya harus membungkuk sambil berjalan yang membuat kaki dan punggung saya pegal.

Saat memanen saya berpikir. "Di tukang sayur, saya selalu membeli sayuran tanpa tahu bahwa utk memanen beberapa meter saja sudah sepegal itu".

Intinya dari kegiatan memanen tersebut memang butuh kesabaran dan juga keuletan. 
Tidak mudah memang, tapi saya bahagia kemaren bisa belajar untuk berkotor-kotor dan juga berpanas-panasan di sawah.

Oh iya, saya iseng-iseng bertanya pada seorang bapak yang juga seorang petani. Beliau bernama bapak Supri. Saya bertanya pada beliau kenapa rata2 petani disini jarang yang muda. Beliau menjawab bahwa rata-rata anak muda di Dobangsan banyak merantau dan menjalankan pendidikan tinggi (kuliah). Lalu saya bertanya lagi, mengapa mereka tidak mau membantu orangtua mereka di sawah. Beliau juga menjawab kalau beliau tidak mau jika anak beliau menjadi petani, sebab menjadi petani itu susah. Beliau lebih menyukai anak2 nya menjadi pegawai.

Pak Supri menjelaskan lagi, bahwa putrinya juga seorang sarjana pertanian, dan sekarang sudah memiliki suami. 
Saya masih tetap kepo, 

Kepo apakah ilmu yang didapat putrinya tersebut aplikatif atau tidak. Dan ternyata tidak. Putri pak Supri memilih untuk Menikah dan tinggal dirumah.

Pak Supri berkata pada saya, mengenai kondisi sarjana yang saat ini susah mencari pekerjaan. Saya lantas berpikir dan merenung, bertanya pada diri sendiri.
"Benarkah susah mencari pekerjaan atau hanya kita lah yg terlalu melihat ke atas, mencari pekerjaan yg terlihat bagus dan memiliki prestis dimasyarakat.

Jika menjadi petani itu tak pernah menjadi cita-cita. Lalu siapa kelak yang akan menggantikan mereka. Apakah generasi muda tidak atau enggan menjadi petani?

Saya seolah merasakan dengan mata kepala sendiri bagaimana, mindset orang-orang, dalam arti disini adalah orangtua dan para pemuda mengenai pertanian.

Padahal ketika saya lihat, mereka memiliki asset yg berharga yakni tanah. Namun tak jarang yang memilih menjual tanah tersebut supaya bisa membiayai anak mereka kuliah, masuk kepolisian dan juga tentara. 

Tak salah memang. Hanya saja terkadang saya cukup menyayangkan jika asset yang dimiliki tidak dimanfaatkan secara optimal
Setiap saya berada di sawah itu rasanya seperti saya melihat kehidupan yang terdiri dari kebersamaan dan juga silaturrahim yang erat. 
Setiap orang saling menyapa dan tersenyum. Saya begitu kagum dengan itu.



Petani itu orang-orang hebat. Tanpa mereka kita tak akan bisa merasakan enaknya makan sayur, buah, nasi, ketela goreng, dan hasil-hasil pertanian.

Jika suatu hari kau mau menjadi seorang sarjana yang bekerja di bidang apapun, setidaknya jangan sampai melupakan bahwa pertanian, bidang agraris itu penting.



Jangan sampai ada mindset muncul bahwa pertanian itu miskin dan jangan sampai para generasi muda enggan untuk memodifikasi dan meninggalkan ciri khas bangsa ini. Negara agraris.

Post by : Nurul Mutiara Risqi A (Manajemen 2013 UNY) dibuat dari tanggal 16, selesai hari ini tgl 17 pukul 14.35 di Dapur Posko KKN Dobangsan)

Senin, 15 Agustus 2016

Next Story at KKN 67 ND

Masih di Dobangsan, KKN 67 ND.

Hari ini adalah hari ke-15 aku melaksanakan KKN. Kuhitung setiap harinya, kucoret setiap kalender dalam catatanku. Hari demi hari aku bisa mengenali teman2ku bahkan mengenali diri sendiri.
Aku disini hidup bersama teman-teman yang memiliki perbedaan karakter. Ada yg berkarakter keras, lembut, ceplas-ceplos, cerewet, dan ada juga manja.

Oh iya, aku mau bercerita tentang aku dan partner piketku. Dia berasal dari Bengkulu. Namanya mas Faruqi. Mas Faruqi adalah tipikal orang yang keras dan berbicara keras. Dia tidak pandang bulu berbicara dengan laki-laki atau perempuan. Bagi dia omongan ceplas-ceplos itu sudah menjadi sesuatu yang biasa.

Pertama kali aku bertemu dengan dia aku memang sudah melihat kalau karakternya seperti itu, sehingga aku sudah bisa menebak dan mempersiapkan diri untuk berpartner dengannya.
Pertama kali aku berpartner dengannya dalam memasak, aku sih enjoy, setidaknya dia bisa memasak membantuku. 

Oh iya, selain mas Faruqi, ada 8 patnerku yang lain yakni Moza Gandhi Prakoso dari Matematika (he is the leader of our team), Fani Zakiati dari fisika, Novi Locita Syahputri dari Biologi, Fajar Rohman Hidayat dari Sejarah, May Jafarudin dan Dwi Prasetyo Ananto dari FIK, Devi Anisa Jekti dari sastra inggris, serta Lailatul Mardiyah dari Administrasi Negara.

Setiap orang punya watak dan karakter yang berbeda-beda, dan itu juga membuat kami bisa saling melengkapi dan belajar.
Bercerita tentang semuanya, sejauh ini rasanya aku sudah mengalami beberapa hal dari rasa malas, rasa takut, dan rasa bahagia.

Tak terasa sudah seminggu lebih aku meninggalkan Jogja kota, tepatnya kabupaten Sleman.
Sepertinya aku merindukan Jogja, merindukan setiap indahnya suasana, keramaian dan kebersamaan bersama sahabat-sahabat tercinta.

Kulon Progo dan Jogja, dua tempat yang mungkin suatu hari akan memiliki kenangan.
Kenangan utk dirindukan dan diceritakan.
#KKN67ND
Next.....


Post by : Nurul Mutiara Risqi A (Manajemen A 2013 UNY) 10.09 at Posko KKN


Jumat, 12 Agustus 2016

My story in Dobangsan, KKN 67 ND

Mahasiswa memiliki beberapa kewajiban ketika menjalankan pendidikan. Yang pertama mengenai pembelajaran di kampus dan selanjutnya adalah pengabdian dimasyarakat.

Nah, pada saat ini saya sedang melakukan kegiatan yang kedua, yakni pengabdian di masyarakat dengan melakukan KKN.

Saya melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di salah satu kabupaten di Jogja. Kulon Progo.

Kulon Progo merupakan nama salah satu kabupaten di Jogja yg terkenal dengan semboyan "Bela, beli Kulon Progo" yang berarti masyarakat disana dianjurkan utk membeli produk-produk asli Kulon Progo. Hal tersebut dicanangkan oleh pemerintah setempat guna mengembangkan produk dan wilayah Kulon Progo.

Disana juga terkenal dengan corak batiknya yang bernama "Geblek Renteng".  Corak tersebut berupa angka 8 yang di campur dengan corak batik yang lain.

Berbicara mengenai KKN, saya ingin berbagi cerita mengenai lokasi KKN milik kelompok saya. Yakni didusun bernama Dobangsan kecamatan Giripeni.


Gambar diatas merupakan gerbang dari dusun Dobangsan. Terkesan bernuansa desa, bukan?

Sebagian besar masyarakat disini bermatapencaharian sebagai petani. Seperti petani bawang, petani padi, petani sayuran, dan petani buah-buahan.

Untuk bisa menuju ke posko KKN kami, maka harus melewati tugu yang diatasnya terdapat patung kuda.


Tugu patung kuda diatas merupakan tanda jika ada orang yang mau berkunjung ke tempat KKN kami, KKN 67 ND.
Sudah 12 hari saya berada di tempat ini. Berusaha seoptimal mungkin untuk beradaptasi dan belajar bersama masyarakat. 
Hidup di masyarakat itu tak mudah. Perlu pendekatan dan kehati-hatian dalam bertingkah laku. Karena setiap hal yang kami lakukan akan dinilai oleh mereka.

Di Dobangsan ini, saya juga cukup puas karena bisa menikmati indahnya matahari terbenam setiap sore dan segarnya embun pagi. Aroma pedesaan begitu kental dan indah.


Di atas merupakan pemandangan senja yang bisa saya nikmati setiap sore. Saya bersyukur mendapatkan tempat yang sejuk dan bernuansa alam.
Saya terbiasa hidup dilingkungan kampus yg memiliki pemandangan jalan-jalan, kendaraan dan juga gedung-gedung.

Berikut merupakan pemandangan di dusun Dobangsan dan beberapa dokumentasikegiatan saya bersama teman-teman.


Gambar diatas merupakan aktivitas yang dilakukan oleh kelompok kami, yakni mendampingi anak-anak SD Dobangsan melakukan lomba makan krupuk dan lomba-lomba lainnya. Suasana panas saat itu tidak membuat kebersamaan dan semangat kami surut.

Demikian cerita awal saya KKN di Kulon Progo. Cerita selanjutnya akan saya ulas setelah ini. Inshaallah...

Post by : Nurul Mutiara R.A (Manajemen A 2013 UNY) di Dobangsan Kulon Progo 16.48 WIB.




Kamis, 21 Juli 2016

Cerita tentang lebaranku

Lebaran tahun ini memberi berkah bagi hidupku. Aku memang tidak melakukan mudik ke kampung halaman. Namun aku tetap bisa merasakan keberkahan dan juga atmosfer hari kemenangan seperti takbiran dan juga haru setelah sungkeman kepada orangtua melalui handphone.

Berbicara mengenai berkah lebaran, beberapa waktu yang lalu aku mengikuti satu Giveaway yang diadakan oleh salah seorang blogger bernama Mbak Nunu Halimi . Hadiah yang diberikan yakni 2 tas cantik,  beberapa sprei dan juga hijab berupa pasmina.  Dalam mini Giveaway tersebut, para peserta atau pembaca di arahkan untuk membuat komentar semenarik mungkin yang berisi tentang orang-orang yang ingin dikunjungi saat lebaran selain keluarga. Dan didalamnya, aku bercerita mengenai guru SD ku bernama Pak Hadiq dan juga seorang pemilik studio foto yang membantuku menginput data untuk masuk ke universitas.  

Berikut merupakan komentar yang aku berikan di wall blog milik Mbak Nunu yang berjudul "(MiniGiveaway) Lebaran, mari bersilaturahmi"
Entah apa yang membuat komentarku tersebut terpilih dan berhak mendapatkan hadiah utama yakni sebuah tas cantik merk Duck Queen Elizabeth. Aku bahagia sekali. Rencananya tas tersebut akan ku kirim kembali ke Pekalongan. Akan kuhadiahkan untuk ibuku. Aku belum pernah membelikan ibuku hadiah, oleh karena itu aku ingin memberikan ke beliau. Hal yang spesial dari tas tersebut juga karena tas tersebut merupakan hadiah pertamaku dalam kegiatan blogging.
Berikut tas cantik tersebut,

Sekali lagi terima kasih ya Allah, terima kasih untuk patner, sahabat, kakak, dan juga teman bertarungku. Arinta. tak lupa ucapan terima kasih kepada Mbak Nunu Halimi atas hadiah kerennya.


Post by : Nurul Mutiara Risqi A (Manajemen 2013, di sekretariat UKM rekayasa teknologi)

Rabu, 29 Juni 2016

Aku dan ceritaku bersama Jogja

Lebaran tinggal menghitung hari. Sekarang ini sudah tanggal 29 Juni 2016, dan aku masih setia berada di kota istimewa ini. Kota Jogjakarta. Ada keinginan untuk pulang kerumah ke Kota Pekalongan tercinta. namun banyak faktor yang membuat aku harus mengurungkan niat tersebut, beberapa diantaranya adalah persiapan KKN dan juga menyelesaikan remedial pada makul tertentu.

Pagi ini, dengan suasana yang syahdu aku menikmati kota Jogja yang mulai sepi. Tentu, setiap orang melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Sebenarnya aku pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, yap lebaran 2 tahun yang lalu aku tidak pulang ke Pekalongan. Aku stay disini karena beberapa alasan juga. Aku yang saat itu bersama dengan teman satu kos ku bisa merasakan aura yang benar-benar mencekam. Jogja seperti kota mati. Toko-toko tutup, setiap jalan jarang orang yang lewat, setiap rumah ditinggalkan oleh pemiliknya untuk melakukan kunjungan ke keluarga besar masing-masing. Dan kami harus mempersiapkan bekal bertahan hidup jauh-jauh hari.

Apakah aku merasa sedih??
Ya, sedikit. namun bagiku hal seperti ini juga merupakan pembelajaran untuk bisa bertahan. Bertahan pada keadaan tanpa orangtua, bertahan untuk tidak cengeng dan manja.
Jogja di bulan Juni, jogja dan cerita-ceritaku untuk menikmati tiap pagi berada di tanahnya. Jogja yang penuh dengan kejutan dan juga pembelajaran. Dan pagi ini, aku bahagia bisa menuliskan sebuah cerita tentang aku dan Jogja.


Post by : Nurul Mutiara Risqi Amalia (Manajemen 2013 A, Yogyakarta, 09.48 wib )

Minggu, 05 Juni 2016

Secangkir kopi pekat dan setiap butir cinta : karena cinta itu sebuah penjagaan dan pencegahan.

Aku duduk disampingmu, menatap sendu sebuah ketulusan

Aku duduk disampingmu, setiap pagi melalui manisnya kopi

Aku duduk disampingmu, bersama setiap cinta dan juga keringat yang bersatu dalam pekatnya kopi

Aku duduk bersamamu dalam satu ikatan dan serpihan gula yang larut dalam rasa bahagia

Aku duduk bersamamu melalui cinta dan juga kebersamaan

Kebersamaan untuk sebuah cerita dan juga rasa


Embun pagi telah membasahi rerumputan halaman rumah sore itu. Energi pagi. Energi yang memancarkan kesegaran dan juga sebuah kesederhanaan. Bukan hanya itu. Pagi selalu menjadi satu semangat tersendiri untuk bapak. Bapak dan kopi pekat manisnya.

Sumber : Google Image

Kopi adalah bagian wajib yang harus ibu sediakan setiap pagi sebelum bapak berangkat ke kantor. Bukan hanya kopi pekat itu. Sepiring pisang dan gembus goreng juga menemani pagi bapak yang indah.  Itu merupakan pemandangan yang selalu aku lihat sebelum berangkat ke kampus.

Cerita pagi bapak dan ibuku. Kebersamaan yang menyatu. Salah satunya melalui kopi-kopi manis yang selalu tersedia di depan meja. Kopi-kopi yang menjadi saksi kebersamaan yang pada akhirnya menjadi pola kebiasaan.

Ketika dulu aku masih remaja, aku selalu bangga dengan ketulusan ibuku yang tak pernah mengeluh untuk menyediakan setiap cangkir kopi ajaibnya. Namun beberapa waktu setelah aku belajar tentang pola hidup sehat, aku menjadi sedikit khawatir. Kopi dan gula-gula itu tidak akan baik untuk kesehatan ketika jumlahnya melebihi batas kemampuan tubuh. Apalagi dengan usia yang semakin tua. Organ tubuh akan kehilangan kemampuan untuk meproduksi zat-zat yang menetralkan kadar gula juga kafein dalam tubuh. Belum lagi dengan makanan tak sehat yang mengandung kolesterol yang sering ibu buatkan untuk bapak, menambah rasa khawatir dalam diriku.

Beberapa data yang kutemukan dalam Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI dan Data Penduduk Sasaran, Pusdatin Kementerian Kesehatan RI menunjukkan penderita penyakit jantung koroner, gagal jantung dan stroke banyak ditemukan pada kelompok umur 45-54 ta-hun, 55-64 tahun dan 65-74 tahun. Namun demikian, berdasarkan diagnosis/gejala, penyakit jantung koroner, gagal jantung dan stroke cukup banyak pula ditemukan pada penduduk kelompok umur 15-24 tahun. Usia bapakku tahun ini mencapai 46 tahun, hal tersebut menunjukkan bahwa risiko terkena penyakit kardiovaskuler cukup besar.

Seseorang mengalami penyakit jantung koroner jika aliran darah ke jantungnya terhambat oleh lemak. Penimbunan lemak di dalam arteri jantung ini dikenal dengan istilah aterosklerosis dan merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner. Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat menyebabkan terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. Jika ini terjadi, aliran darah ke jantung terblokir sepenuhnya dan serangan jantung pun terjadi. Faktor pemicu aterosklerosis meliputi kolesterol yang tinggi, merokok, diabetes, serta tekanan darah tinggi.

Menurut temuan European Society of Cardiology (ESC), peminum kopi berat menunjukkan peningkatan tekanan darah yang dikaitkan dengan penyakit jantung dan meningkatnya risiko serangan jantung atau stroke.
Sumber : Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI
Temuan ESC juga menunjukkan bahwa peminum kopi berat rentan mengalami jantung berdebar-debar dan kelelahan, serta peningkatan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.
Melihat kenyataan tersebut aku cukup merasa was-was dengan kebiasaan bapakku yang setiap paginya selalu minta dibuatkan kopi manis. Namun di sisi yang lain aku begitu bahagia melihat nilai-nilai kebersamaan yang bapak ibuku lakukan, sebuah romantisme ketulusan seorang istri yang memberikan layanan terbaik untuk suami tercinta setiap pagi. Secangkir kopi hitam yang dibumbui cinta.
Merubah kebiasaan yang sudah menjadi pola itu butuh proses. Tak bisa instan. Bapak sudah terpola untuk minum kopi-kopi itu setiap pagi. Kopi-kopi yang mengandung kafein dan juga makanan berkolesterol yang tinggi. Jika kebiasaan itu tidak dikurangi, risiko bapak untuk terkena penyakit Kardiovaskuler seperi jantung dan juga diabetes Militus bisa cukup besar.

Berdasarkan data dari www.alodokter.com, Sekitar 35 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung dan Menurut Federasi Jantung Dunia, angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014. Aku tak mau mengambil risiko untuk membiarkan bapak terlalu asyik dengan kebiasaan tak sehat tersebut.
Beberapa waktu yang lalu aku bertemu dengan temanku yang kebetulan juga seorang blogger. Dia mengajakku untuk hadir dalam gathering yang mengulas tentang penyakit kardiovaskuler dan beberapa tips pencegahan penyakit tersebut. Seperti apapun, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Pencegahan merupakan bentuk penjagaan. Ketika ibu mampu memberikan nilai romantisme dengan memberi pelayanan terbaik untuk bapak melalui kopi ajaibnya, maka aku akan memberi pencegahan sebagai bentuk penjagaan dan rasa cintaku kepada bapak.
Pencegahan itu mulai akan kulakukan dengan memberi asupan yang mampu menurunkan risiko naiknya angka kolesterol dari dalam tubuh, salah satunya penambahan suplemen. Aku memilih superba krill oil dari Kalbe Farma. Berbeda dari suplemen lain yang biasanya terbuat dari minyak ikan, Superba Krill Oil terbuat dari Zooplankton yang diambil dari antartika. Superba Krill Oil berfungsi untuk :

  • Menurunkan kadar lemak jahat 
  • Menjaga kesehatan Jantung
  • Memelihara kesehatan persendian
Berikutnya adalah dengan membiasakan mengatur pola makan yang sehat. Memberi informasi mengenai kopi dan dampak negatif bagi kesehatan ketika diminum secara terus menerus. Walaupun tak mudah, keinginanku untuk membuat bapak mengurangi minuman kopi pekatnya itu akan kulakukan secara perlahan. Tanpa mengurangi ketulusan dari ibuku, aku juga mulai untuk berbagi informasi kepada ibuku mengenai pentingnya pencegahan untuk menjaga kesehatan. Misalnya saja, mulai mengajak bapak untuk melakukan olah tubuh ringan, mengurangi kepekatan kopi dan intensitas gula yang diberikan.
Cinta adalah cinta
Didalamnya akan ada ketulusan dan juga keindahan
Penjagaan adalah sebentuk hal sederhana untuk mengabadikannya
Karena sehat itu mahal, karena cinta berarti jantung yang terus berdetak 
Sayangi orang-orang tercinta melalui penghargaan pada setiap irama detak jantung. Healty and happiness adalah tujuan dan itu juga berarti sebuah kewajiban. Karena cinta itu sebuah penjagaan dan pencegahan. 



Posted by : Nurul Mutiara R.A (Manajemen Fakultas Ekonomi UNY)

Rabu, 18 Mei 2016

Nongkrong kece ala Pecinta Angkringan

Pulang kekotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Mendengar lirik lagu di atas membawa pikiran saya pada satu kota di jawa bagian tengah. Yogyakarta. Dalam lagu yang dinyanyikan oleh band Kla Project tersebut bercerita tentang kerinduan kota gudeg dengan berbagai keramaian yang ada. Bagi saya, setiap kali mendengar kata Jogja, selalu terbayang tempat makan bernama "Angkringan" dengan nasi kucing ditata bertumpuk di mejanya.

Angkringan memang bukan tempat makan yang memiliki gaya mewah dan juga bernilai lux. Namun kekhasan suasana dan juga gaya tradisional yang ditandai dengan nyala lampu yang temaram berwarna kuning itu, membuat atmosfer kebersamaan untuk sekedar ngopi ataupun berkumpul bersama teman-teman menjadi berbeda.

Yap, angkringan  tersebar di setiap sudut kota Jogja pada malam hari. Penjual angkringan biasanya ditandai dengan gerobak dorong. Berbagai makanan yang dijual pun bermacam-macam. Mulai dari Sego Kucing ( nasi bungkus yang dibungkus kecil-kecil, lauk di dalamnya biasanya teri dengan sambal atau oseng-oseng tempe), sate telur puyuh, sate usus, sate ampela, gorengan, dan berbagai varian minuman.



Kebetulan saya seorang organisator, sering kumpul dan ngobrol bersama teman-teman, entah untuk ngobrol santai atau diskusi seputar organisasi. Saat kumpul-kumpul organisasi kendala yang ada terkadang adalah mencari tempat, kami membutuhkan space yang luas karena banyak sekali orang yang ikut didalamnya. Pernah terlintas untuk mencoba berkumpul di angkringan. Namun angkringan yang ada tidak cukup menampung 11 sampai 19 orang. Sehingga tidak mungkin kami memilih angkringan sebagai tempat kami bersantai atau membahas hal-hal berbau organisasi. 

Berbicara mengenai angkringan, ada sebuah angkringan di jalan Sukoharjo Rt 02 Rw 08 Sanggrahan, Condong Catur, Yogyakarta yang cukup unik dan tak seperti angkringan kebanyakan.
Angkringan Tobat namanya. Angkringan ini buka setiap hari senin sampai dengan hari sabtu dimulai dari pukul 16.00-23.00 wib. Jangan datang kesini kalau hari minggu sebab angkringan Tobat juga memiliki waktu libur. Angkringan Tobat tidak seperti angkringan biasanya. Disini tidak ada gerobak dan tempat yang sempit, namun lebih seperti tempat nongkrong khas anak muda dengan kursi-kursi dan meja yang tertata. Walaupun begitu, angkringan Tobat tetap memberikan atmosfer khas angkringan yakni lampu yang berwarna kuning temaram.

Angkringan Tobat mampunyai fasilitas yang tentu disukai kawula muda. Apa itu??
Jeng...jeng...jeng,
Ada wifi, televisi plasma untuk nobar atau sekedar mendengarkan lagu.
Tak hanya itu, makanan yang ditawarkan juga sangat banyak dengan list minuman lebih dari 20 jenis.
Hmmm, gimana?
mau mencoba atmosfer yang berbeda dari angkringan yang ada. Yuh cap cuzzz aja ke Angkringan Tobat yang kece badai dan unik ini. Bisa juga lho follow IG nya di @angkringantobat.
Dijamin gak akan nyesel deh.


Post By : Nurul Mutiara Risqi Amalia (Manajemen 2013 Fakultas Ekonomi UNY)