Jumat, 27 November 2015

I just wanna tell something today

Hai Bloogy, 
tak akan seperti biasanya. Hari ini aku ingin menjadikan kamu sebagai media berbagi cerita.
Aku ingin bercerita tentang perasaan ku hari ini.
Bloggy, salahkah jika aku punya rasa terhadap seseorang??
***
Aku tipikal orang yang meyukai tak sembarangan laki-laki. Aku tidak memilih atau mencintai laki-laki dari wajah ataupun sesuatu yang mereka miliki seperti uang dan kendaraan yang mentereng. Ketika aku mencintai, akan ada sesuatu yang bisa membuatku terpana, yakni kesederhanaan, kejujuran, atau hal lainnya. Why? aku tak menyoalkan mengenai kekayaan, karena aku rasa hal material seperti itu sudah Allah plottingkan untuk setiap jiwa, jadi aku tak harus khawatir. Namun disini juga aku tak hanya menyukai karena cinta. Aku menyukai karena aku punya satu kenyaman dan juga kebahagiaan saat bersama seseorang.
***
Diawal perkuliahan tepatnya saat aku masuk salah satu organisasi yakni akhir tahun 2013, aku menyukai seseorang yang merupakan satu sie denganku, yakni sie konsumsi. Dia orang yang cekatan, kocak dan juga sederhana. Saat itu aku hanya menyukai melalui hal-hal sederhana yang ia ceritakan, tak lebih. Aku begitu menikmati rasa dalam hati yang ada kala itu. Begitu mengalir dan menyenangkan. 
Namun lama-lama aku jadi tahu bahwa kami memiliki banyak perbedaan, termasuk mengenai prinsip dalam diri. Hingga suatu hari aku merenung dan memutuskan untuk merelakan dia dengan orang lain. Setidaknya saat itu aku sudah tahu tanda-tanda bahwa dia akan bersama orang lain. Dan dugaanku ternyata tepat. Beberapa minggu setelah lost Contact, akhirnya dia resmi menjalin hubungan baru.
Awalnya aku cukup sedih dan merasa sakit. Namun waktu dan suatu hal membuatku tersadar, bahwa ini semua mengenai takdir. 

***
Hari ini aku bertanya pada diriku sendiri. Apakah perasaanku ini sama seperti dulu??
Jika aku harus menjawab, kali ini berbeda. Perasaan yang ada di hatiku ini tidak tiba-tiba. Sudah lama sebenarnya. Dimulai dari kekaguman dan juga sebuah gambaran tentang kesederhanaan. Melalui kesederhanaan dan juga sikap "apa adanya" itu aku menjadi jatuh hati pada seseorang. Siapakah dia??
hanya aku, Allah, Kakak dan mbak Merya (mbak ku di organisasi) yang tahu.
Untuk kali ini aku tidak akan berlebihan dalam mencintai. Jika Allah mengizinkan, aku akan tetap menyimpan perasaan ini sampai saatnya tiba. Aku tak akan salah langkah seperti dulu. Aku benar-benar ingin mencintai dia selamanya bukan sementara. 
Bloggy, 
Jika pun suatu hari aku dipertemukan dengan oranglain dan ia pun demikian, aku tak mengapa. Karena aku yakin segala sesuatu adalah takdir yang terbaik dari Allah :)

Now, for me, there is No pacaran, just love in the silent. Because if one day he is my destiny, I am sure that Allah will keep our love.

Tulisan ini adalah sebuah bentuk perwakilan untuk rasaku hari ini. Entah jika kemudian berubah, maka aku tidak akan pernah tahu. Bukankah Allah itu maha membolak-balikkan hati dan juga maha kuasa untuk merubah keadaan.


Post By : Nurul Mutiara Risqi A (Manajemen 2013, fakultas Ekonomi, 21.05 at sekretariat UKM Rekayasa Teknologi)


Selasa, 10 November 2015

Selamat hari pahlawan

10 November 2015

Selamat hari pahlawan,..

Setiap status di media sosial tentunya akan mengutarakan minimal 3 kalimat itu. Ya, karena hari ini merupakan hari spesial untuk mengenang para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Hari pahlawan memang diperingati setiap tahun sekali. Namun bagi saya, pahlawan itu selalu terkenang sepanjang hari. 

Pahlawan itu orang-orang yang luar biasa. Mereka adalah manusia yang rela mengorbankan apa yang mereka miliki untuk orang lain.
Sejatinya, bagi saya pahlawan itu tidak pernah mati, karena mereka akan selalu ada dan mengalir dalam diri kita. Sekarang atau suatu hari kita pun bisa disebut sebagai pahlawan. Karena apa??
Karena perjuangan melawan sebuah penjajahan belum selesai. Penjajahan secara fisik mungkin sudah tak terlihat tapi penjajahan secara mental dan sikap masih ada dan cukup sulit untuk diberantas. 
Maka dari itu kita saat ini akan menjadi pahlawan untuk melawan penjajahan itu semua. Satukan niat dan pertinggi empati. Karena kunci dari kemerdekaan adalah kebersamaan, sikap saling melindungi dan sebuah keberanian. 

http://www.beranda.co.id/wp-content/uploads/2015/11/

Semangat untuk para pahlawan Indonesia. Siapapun yang selalu berjuang untuk kepentingan banyak orang maka mereka itu juga bisa disebut sebagai pahlawan.


POST BY : Nurul Mutiara Risqi Amalia ( Manajemen 2013 fakultas ekonomi  Universitas Negeri Yogyakarta : 11.32 )