Jumat, 18 September 2015

Divisi Teknologi Tepat Guna

Dua tahun sudah saya menjalani masa-masa perkuliahan di sebuah universitas di kota gudeg. Universitas Negeri Yogyakarta namanya. Di UNY ini saya mengembil program S1 Manajemen dan mengikuti satu organisasi tingkat universitas bernama UKM Rekayasa Teknologi. UKM Restek biasa disebut, merupakan sebuah organisasi yang memiliki basis teknis, sehingga rata-rata anggota dan pengurusnya merupakan mahasiswa yang berasal dari fakultas teknik.
Sebagai mahasiswi dari fakutas ekonomi awalnya saya cukup merasa canggung dan kurang percaya diri. Namun karena teman-teman UKM yang begitu welcome dan menyenangkan, pada akhirnya saya merasa sangat nyaman dan bahagia bisa bergabung di dalam organisasi ini.




Di tahun 2015 ini saya diamanahi sebagai wakil kepala divisi Teknologi Tepat Guna (TTG). Sebuah divisi yang mewadahi teman-teman mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada pembuatan teknologi aplikatif.
Apa itu teknologi aplikatif?
Jika ingin menjawab pertanyaan tersebut, maka saya akan memberi gambaran mengenai salah satu alat yang biasa saya lihat di pasar tradisional. Alat pemarut kelapa otomatis. Alat pemarut tersebut merupakan teknologi yang di buat untuk memudahkan pedagang kelapa parut. Kehadirannya memberi dampak yang besar bagi pekerjaan manusia. Karena otomatis, maka alat tersebut lebih menghemat waktu dan tenaga dibanding  ketika menggunakan alat pemarut manual.
Oke, karena memudahkan dan membantu tersebutlah maka alat pemarut otomatis tersebut termasuk teknologi aplikatif atau teknologi tepat guna. Berikut merupakan gambar alat pemarut kelapa otomatis.


This is it,
kebersamaan kami dalam keluarga divisi TTG


Kembali ke divisi teknologi tepat guna, kali ini 
saya akan memperkenalkan pengurusnya, yang dimulai dari kepala divisi berikut para stafnya.

Kepala divisi Teknologi Tepat Guna berikut ini bernama Dwi Agung Yulianto. Berasal dari pendidikan teknik mesin 2013, fakultas teknik. Agung berasal dari kota Purworejo jawa tengah. Di prodinya, Agung memilih konsentrasi di bagian permesinan.

Untuk wakil kepala divisi kebetulan di amanahkan di tangan saya. Bernama Nurul Mutiara Risqi Amalia. Berasal dari prodi Manajemen 2013 fakultas ekonomi. Saya berasal dari kota Pekalongan. Di UNY ini saya hanya mengikuti satu organisasi yakni Restek ini.

Nah kemudian akan saya perkenalkan staf-staf dari divisi Teknologi Tepat Guna, akan saya mulai dari yang perempuan,

Nama lengkapnya adalah Rizki Arumningtyas. Merupakan mahasiswi prodi Pendidikan IPA 2014 fakultas Matematika dan IPA. Tyas berasal dari desa Cangkringan daerah Sleman Yogyakarta. Selain di divisi TTG, Tyas juga aktif mengikuti kegiatan di divisi lain yakni divisi mobil.

Satrio Sigit Purnomo, merupkan mahasiswa pendidikan teknik mesin 2014, fakultas teknik. Dia berasal dari kota Kebumen jawa tengah. Satrio merupakan staf TTG yang memiliki kesibukan di 2 organisasi. Yakni di Hima mesin dan di Restek. 

Alik Setiawan. Alik biasa dipanggil, merupakan mahasiswa yang berasal dari jurusan elektro dengan prodi mekatronika 2014 fakultas teknik. Alik berasal dari daerah Bantul yogyakarta. Selain di UKM Restek, Alik juga aktif di organisasi olahraga yakni pencak silat.

Galih Adityawan. Biasa dipanggil Galih. Merupakan Mahasiswa pendidikan teknik mesin 2014 fakultas teknik. Galih berasal dari kota Magelang jawa tengah. Selain di Restek, Galih juga aktif di organisasi tingkat fakultas yakni UKMF Matriks. Sebuah UKM yang memiliki basis di bidang penelitian.

Fachrudin. Biasa dipanggil Udin. Udin merupakan mahasiswa teknik Otomotif 2013 fakultas teknik. Udin berasal dari kota Cirebon jawa barat. Di UNY ini, Udin mengambil D3 jadi bukan pendidikan. Jangan salah Fachrudin itu jago di bidang desain lho :D

Selanjutnya adalah Attourohman. Biasa dipanggil Atto. Atto merupakan mahasiswa prodi kimia murni fakultas Matematika dan IPA. Seperti saya, Atto sudah 2 tahun berada di divisi TTG ini. Atto berasal sama seperti Udin, yakni kota Cirebon jawa barat. Atto sekarang ini mengikuti 2 organisasi yakni di Restek dan di Hima Kimia.

Demikian merupakan anggota pengurus dari divisi teknologi tepat guna. Di divisi ini saya benar-benar belajar banyak hal. Saya bisa memperluas pengetahuan saya tidak hanya di bidang ekonomi saja, tetapi juga di bidang teknologi meski tidak secara menyeluruh. Saya juga merasa memiliki keluarga saat berada di organisasi ini terutama di divisi ini.

Inilah kami divisi Teknologi Tepat Guna,




Post by : Nurul Mutiara Risqi Amalia (Manajemen 2013 ; Yogyakarta)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar