Senin, 10 Agustus 2015

Pendidikan untuk perempuan, itu hal penting.

Saat aku pulang ke Pekalongan, aku mendapat undangan pernikahan teman masa SMP dulu. Dia adalah teman yang cukup dekat denganku. Suatu waktu, ketika aku sedang bersalaman dengannya, si ibu bertanya padaku tentang kegiatanku sekarang ini. 

Aku jawab aku masih kuliah di Yogyakarta. Lalu si ibu itu bertanya lagi, "Untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi kalau pada akhirnya menjadi ibu rumah tangga?" 

Aku terdiam. Beberapa detik kemudian aku menjawab bahwa aku hanya ingin memberi pendidikan terbaik untuk anak-anakku nanti. Salah satunya dengan berpendidikan tinggi. Sebab seorang ibu merupakan poin penting dalam mengembangkan pemikiran dan jiwa seorang anak. ( kujelaskan dengan bahasa dan versi orang Pekalongan ) hehe

Perempuan memang memiliki kodrat yang demikian, menjadi ibu rumah tangga. Namun tak boleh hanya menjadi ibu rumah tangga biasa, harus menjadi seorang ibu yang hebat dan bisa memberi pendidikan terbaik. 

Meskipun pendidikan tak harus dilakukan di sekolah, namun Allah masih memberi kesempatanku untuk berpendidikan melalui kuliah. Oleh karena itu kesempatan seperti ini tak akan ku sia-siakan.

Entah, mengapa masih banyak mereka yang belum terlalu peduli mengenai hal bernama pendidikan. Mungkin karena pendidikan merupakan hal abstrak yang tidak terlihat pengaruhnya secara langsung. Tak hanya untuk laki-laki, pendidikan sangat dibutuhkan oleh perempuan.

Meskipun perempuan tak akan bekerja nantinya namun mengubah pola pikir, mengembangkan skill berupa mental kepemimpinan, keberanian, tanggungjawab dan juga kesabaran didapatkan melalui pendidikan. 

Pendidikan bisa mengenalkan berbagai macam pengetahuan dan juga mengenalkan berbagai karakter orang-orang.  Mereka yang memiliki mental baja, penuh semangat dan juga memiliki kreativitas yang tinggi adalah mereka yang mau melakoni satu hal bernama pendidikan. 

Menurutku pendidikan itu tidak hanya dipandang sebagai cara seseorang mendapatkan pekerjaan yang hebat lalu menghasilkan uang yang banyak atau sekedar untuk dipandang keren dimasyarakat. 

Pendidikan itu sebagai kunci bagaimana diri bertindak, bersikap lebih dewasa dan menggunakannya untuk kepentingan sosial. Pendidikan memberi sumbangan pemikiran yang lebih variatif dan terbuka.

Sebagian besar teman-temanku yang sekarang berkuliah bisa aku katakan orang-orang yang sangat hebat. Itu bisa kulihat dari berbagai skill yang mereka miliki. Ada yang hebat dalam kepemimpinan di organisasi, akademik dengan IPK yang tinggi, ada yang bisa membuat karya hebat hingga menang di ajang internasional, ada yang bisa mendesain karya hingga menjadi luar biasa dll.

Aku mengenal mereka melalui pendidikan yang aku tempuh. Yup aku seorang perempuan tapi aku juga tak mau kalah dalam mengembangkan skill ku dan juga mengembangkan mindset-mindset positifku. Aku seorang perempuan dan aku harus menjadi hebat. Karena aku juga seorang calon ibu suatu hari nanti dan aku ingin membuat anak-anakku hebat. 

Inti dari ulasanku adalah seorang perempuan itu harus hebat melalui  pendidikan yang didapatkannya. Karena mereka adalah guru bagi putra-putrinya kelak.
Bukankah anak-anak adalah agent of change?
 
Bukankah anak-anak adalah calon raja suatu negeri  (Asuma Sarutobi). Kehebatan mereka didapat dari pendidikan yang diberikan dari lingkungan keluarga. Terutama seorang ibu. Ya seorang perempuan.

Post By : Nurul Mutiara Risqi Amalia ( Manajemen 2013 UNY ; Yogyakarta ; 10 Agustus 2015 ; Senin )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak memberikan komentar dengan link hidup karena akan langsung dihapus dan ditandai spam