Minggu, 26 Juli 2015

IPK, dan diriku.

Ada yang merasa nilai tinggi (IPK) adalah segalanya?

Bagiku sekarang ini, nilai yang kudapatkan dalam setiap mata kuliah yang ada memang tidak begitu penting seperti saat SMP dan SMA dulu. Memang, aku masih tetap berharap nilaiku dalam daftar indeks prestasi meningkat, paling tidak stabil. Namun harapan itu juga tidak terlalu dalam atau se-ambisius saat menjadi siswa.

Aku jadi terbayang masa silam ketika aku begitu heboh dan berambisi untuk mendapatkan nilai tertinggi. Semua teman-temanku di kelas aku anggap seperti musuh di medan perang yang siap menyerang. Tak ada kata kerjasama dalam kamusku, yang ada hanyalah sebuah persaingan secara ketat yang tidak bisa diganggu gugat.
Selama beberapa waktu aku menjalani pendidikanku dengan cara seperti itu, selama itu pula aku kehilangan hal-hal berharga dalam hidupku. Aku kehilangan teman, dan yang lebih parah muncul arogansi dalam diri. Aku menjadi sosok yang egois, sok pintar dan dipenuhi dengan ambisi-ambisi untuk mengalahkan. Tentu, selama itu pula nilai-nilai dalam raporku begitu tinggi, bahkan aku mendapat juara 1 pararel.
Aku menyadari nilai bukan segalanya setelah menginjak kuliah. Di perkuliahan aku lebih menyukai pembelajaran bebas yang lebih mengutamakan pengembangan skill. Ada organisasi yang membantuku untuk berpikiran terbuka dan menguji kemampuanku dalam hal leadership. Aku menemukan teman-teman dengan berbagai karakter dan kelebihannya masing-masing.

Sekarang, aku tidak ingin hidup hanya untuk mencari nilai tertinggi. Aku ingin hidup menjadi orang yang berguna dan mengembangkan sesuatu yang ada dalam diriku. Nilai memang penting, tapi tidak lagi sepenting dulu. 

Post by : Nurul Mutiara Risqi Amalia ( Yogyakarta, 26 Juli 2015 ; 11.39 WIB )

Kamis, 23 Juli 2015

Happy Feet and Happy Feet 2

Terkadang cerita-cerita yang kita lihat atau kita dengar bisa membuat kita merasakan kagum atau bahkan haru. Cerita-cerita itu penuh dengan keistimewaan yang siapapun pembaca atau pendengarnya seolah-olah berada didalamnya. Hari ini aku ingin mengulas mengenai sebuah cerita yang dibuat dalam bentuk film animasi "Happy Feet". Tahu atau pernah lihat film tersebut?

Sebuah film yang disutradarai oleh George Miller ini merupakan cerita tentang pinguin yang sedang mencari jati diri. Mumble merupakan tokoh utama dalam film tersebut. Mumble adalah seekor pinguin yang hidup di kawanan pinguin penyanyi. Namun dia tidak bisa bernyanyi seperti kawanannya tersebut. Dia memiliki kemampuan lain yakni menari dengan menghentakkan kaki-kakinya. Karena kemampuan berbedanya itu, ia di cemooh oleh kawanannya, bahkan dianggap memiliki kecacatan karena secara tidak sengaja jatuh oleh sang ayah ketika masa pengeraman.
Cemooh dan makian berlanjut hingga dia memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang ia lakukan bukan tanpa alasan. Dia melakukan perjalanan untuk mencari tahu alasan ikan-ikan mulai langka di wilayah tersebut, padahal ikan merupakan makanan utama para pinguin. Dia memang tidak sendiri. Ditemani oleh pinguin dari wilayah lain, Mumble memulai perjalanannya.



Perjalanan itu memang membuahkan hasil. Mumble akhirnya tahu alasan ikan-ikan mulai langka. Ikan-ikan itu ditangkap secara masal oleh manusia. Singkat cerita kemampuan Mumble dalam menari itulah yang menyelamatkan Mumble beserta ras pinguin lain. 
Mungkin bagi teman-teman yang sudah pernah menonton, film ini sudah berlalu terlalu lama. Yup, karena dibuat tahun 2006. 

Sebenarnya yang ingin kuulas disini yaitu mengenai amanat yang diselipkan dalam cerita. Begitu dalam dan menggetarkan hati. Cerita tentang sosok yang tidak patah semangat dan haus akan keingintahuan. Sosok yang memberi pelajaran bahwa Tuhan menciptakan setiap hal dengan kelebihan masing-masing. Dalam cerita tersebut Mumble memang tak bisa bernyanyi. Tapi kemampuan menari yang dimiliki itulah yang kemudian membawa manfaat bagi diri dan juga teman-temannya.
Jujur, aku sampai menangis saat melihat adegan Mumble diusir dari kawanannya karena kemampuan menarinya tersebut.


***

Oh iya pada tahun 2011 lalu George Miller juga membuat sekuel dari Happy Feet  yakni Happy Feet 2 yang bercerita tentang Erik anak dari Mumble dan Gloria (tokoh pinguin betina). Ceritanya tentu tak kalah seru dari cerita bagian pertama. Kalau ku amati, cerita yang kedua lebih mengenai cinta seorang ayah terhadap anaknya dan juga mengenai sebuah persatuan yang hebat. 





Cerita dalam Happy Feet baik yang 1 maupun ke 2 memiliki pesan-pesan tersirat yang membuat bergidik. Bagiku cerita dalam kedua film tersebut adalah suatu keistimewaan. Aku akan tak pernah bosan memontonnya walau berkali-kali. Sungguh cerita yang hebat dan memberiku nilai positif. Bagi yang belum menonton, nonton deh. Keren sekali pokoknya ^_^


Post By : Nurul Mutiara Risqi Amalia ( Manajemen A 2013 ; Yogyakarta ; 17.53 WIB )

Senyum ceria, anak-anak Indonesia


Wow hari ini sangat spesial rupanya. Tahu hari apa ini. Kamis. Yup, tetapi bukan itu yang membuat spesial. Hari ini ternyata adalah hari anak nasional.

Bagi yang menganggapnya biasa saja tentu tak akan merasakan betapa spesialnya hari ini. Namun bagiku hari ini memiliki nilai yang luar biasa. Why??
jawabnya adalah karena adanya pengakuan khusus terhadap anak-anak. Meski hanya sebatas formalitas, tapi itu cukup kusyukuri.
Kita yang pernah menikmati masa kecil tentu paham apa yang dirasakan ketika bermain bebas, tertawa lepas dan bisa berkarya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Itulah anak-anak dengan segala keinginan dan ke-natural-an yang dimiliki. Melalui ide-ide kreatifnya anak-anak dapat menciptakan berbagai macam hal. Aku percaya anak-anak negeri ini bisa membuat perubahan yang berarti menggunakan kekhasan dan ide-ide kreatif tersebut.


Selamat hari anak Nasional, 23 Juli 2015. Semoga anak-anak Indonesia bisa makin hebat dan mampu membuat kemajuan untuk Indonesia :)



Post by : Nurul Mutiara R.A ( kamis, 13.46 wib ; Yogyakarta ; Manajemen 2013 )

Selasa, 21 Juli 2015

Itu semua karena kita satu, Indonesia.


Ada apa dengan Indonesia?
Ada apa dengan media-media yang ada?
Sudah berapa lamakah negara ini merdeka, 70 tahun bukan? 

Banyak hal-hal kelam yang dilewati para pejuang kemerdekaan untuk mewujudkan negara merdeka seperti sekarang ini. Darah, keluarga, kesepian dan juga pilu karena kehilangan keluarga adalah bagian yang mereka korbankan.  Para pejuang saat itu tidak peduli dengan apapun yang dimiliki. Yang mereka pikirkan adalah mengenai generasi, generasi yang hebat, yang bisa berjuang membuat kemajuan dan juga perubahan positif.

Hasil gambar untuk kemerdekaan dan persatuan

Dulu ketika perjuangan dilakukan, jarang sekali peran media dalam kehidupan para pejuang. Entah karena alat komunikasi yang terbatas atau karena saluran komunikasi yang dikuasai oleh penjajah. Yang saya tahu, radio adalah satu-satunya alat komunikasi penting untuk mengetahui situasi eksternal dan internal negara. Namun itu bukan menjadi penghalang, mereka tetap bisa bersama dan membentuk persatuan yang kuat. Saya masih ingat dalam buku pelajaran kelas 5 SD dulu ada sebuah pertanyaan. Senjata ampuh apa yang digunakan oleh pejuang untuk mengusir penjajah? bukan pedang, senapan, maupun bambu runcing.
jawabnya adalah persatuan dan kesatuan.
Sekarang sepertinya kata-kata tersebut tak memiliki arti lagi. Perpecahan dan saling tuding mulai tampak.


Muncul media-media tak bertanggungjawab dengan menyebarkan berita provokasi yang memecah belah kehidupan bermasyarakat di negara ini. Persatuan yang dulu tidak memandang agama, ras dan juga kesukuan mulai pudar. Berita-berita provokasi banyak disebar dan menimbulkan kemarahan disetiap orang yang membacanya. Jika berita tersebut benar, sangat patut sekali masyarakat untuk marah namun bagaimana bila berita yang disebarkan adalah kebohongan. Bukankah itu hanya bentuk kesalahpahaman yang dibiarkan begitu saja tumbuh.

Kawan,
Kita bukan lagi hidup di zaman penjajahan. Zaman dimana edukasi adalah angan-angan. Kita sekarang hidup di zaman yang mengakui pendidikan, yang mengakui kebebasan dalam berpikir dan berpendapat. Lantas mengapa cara pikir dan hidup kita seolah tak berpendidikan. Kita punya otak untuk menganalisis. Gunakan itu untuk menfilter informasi apapun yang ditawarkan media. Jangan mudah percaya pada informasi yang menghasut, informasi hoax, informasi sampah, informasi yang digunakan untuk memecah belah. 

Ingat, musuh kita bukanlah lagi manusia-manusia bersenjata. Tapi attitude buruk kita sendiri, orang-orang yang melakukan tindakan memecah belah dan mereka yang bertindak buruk untuk negara ini (pengedar narkoba, koruptor, pembalak liar, polisi korup, begal dll). Saya menulis ini bukan untuk menggurui atau sok tahu. Saya menulis ini juga untuk mengingatkan diri. Mengingatkan untuk senantiasa berbuat baik dan berusaha sebagus mungkin untuk memperbaiki perilaku buruk yg tertanam dalam diri.
So,
Ada apa dengan negara ini dan juga bagaimana arah media bisa lebih baik itu adalah tugas bersama. Tugas untuk memperbaiki dengan menyebarkan informasi yang bermanfaat bukan informasi pemecah belah yang akan meluruhkan persaudaraan dan juga kebersamaan. 

Post By : Nurul Mutiara Risqi Amalia ( Manajemen A ; Yogyakarta ; 14.01 WIB ; Selasa )


Jumat, 17 Juli 2015

Idul Fitri 1436 H ku

Sebentar lagi, 17 Juli 2015 adalah hari raya idul fitri 1436 hijriah. aku menikmati hari raya bukan di kota asalku, Pekalongan, namun dikota Yogyakarta tempatku belajar. Aku harus Stay dikota ini untuk beberapa alasan.
Lebaran di kota Yogyakarta sudah kujalani 2 kali ini. Yang pertama lebaran tahun 2013 dan yang kedua adalah tahun ini, 2015. 

Memang, aku cukup merasa sedih karena tidak bisa merayakan lebaran bersama keluarga besarku di Pekalongan. Apalagi ketika aku mendapat undangan reuni dari teman-teman SD ku yang sudah 10 tahun tidak berjumpa. Rasanya ingin segera pulang dan berkumpul bersama. Aku harap aku masih punya kesempatan di lain waktu.

Aku bisa pulang ke Pekalongan bukan pada saat ini, namun sekitar juli akhir atau awal agustus nanti. Aku  di Yogya harus menikmati lebaran dengan situasi yang cukup sepi. Yap, tentu saja karena setiap orang di kota ini melakukan perjalanan ke rumah mereka masing-masing, karena sebagian besar penghuni di wilayah yang aku tinggali adalah mahasiswa, so mereka pulang di waktu liburan seperti sekarang ini.

Lebaran tahun 2015 ini tetap spesial bagiku meski aku tak pulang. karena aku yakin spesial atau tidaknya suatu hal tergantung dari pemikiran orang-orang yang menjalaninya. Aku tetap bahagia sebab aku masih diberi kesempatan untuk meminta maaf kepada orangtuaku dirumah meski hanya melalui handphone. Semoga aku bisa bertemu dangan lebaran tahun depan dan lebaran tahun-tahun selanjutnya. Semoga Allah masih memberikan kesempatan itu dan menjadikanku maupun teman-teman yang lain lebih baik. Inshaallah :)

Post by : Nurul Mutiara R.A (Jumat, 16 Juli 2015 ; 23.52 ; Yogyakarta)

Rabu, 08 Juli 2015

Generasi 90-an, generasi penuh makna dan kebersamaan

Aku terlahir di masa penuh kebersamaan. Aku terlahir dimasa penuh kebahagiaan. Aku terlahir di masa, ketika pertemuan adalah sebuah hal penting. Ya aku terlahir sebagai generasi 90-an.

Aku bangga dilahirkan di masa itu, masa dimana aku bisa merasakan sesuatu yang mungkin tidak dirasakan oleh generasi sekarang. Tertawa lepas tanpa beban, menjadi anak-anak versi diriku sendiri, menyanyikan lagu dolanan sekeras dan seriang mungkin dan melakoni permainan-permainan tradisional yang menyenangkan. Ingatkah kalian pada permainan Goback Sodor, sudamanda, lompat tali, Gotri, ular naga panjang, dakon (Congklak), bekel, layang-layang, sembunyi cari, kelereng, dan benting ?


Atau nyanyian ini ?

"Donald bebek mundur tiga langkah..1...2...3 "

"Yuk prokonco dolanan ing njobo, padang mbulan padange koyo rino. rembulan ne ne sing awe awe ngelingake ojo podo turu sore"

"Do mikado mikado eska eskado eskado biabio"

"Ular naga panjangnya bukan kepalang menjalar-njalar menjauh kian kemari umpan yang besar itulah yang dicari, ini dialah yang terbelakang"

Nyanyian-nyanyian itu yang dulu aku dan teman-teman bunyikan saat bermain bersama. keceriaan kala itu benar-benar natural. Aku masih ingat ketika itu malam hari yang gelap karena lampu dikampungku padam. Para ibu membakar sampah untuk membuat api dan menjadikan halaman terang. Disaat itu aku dan teman-teman berkumpul melakukan permainan atau hanya sekedar bernyanyi sambil tepuk tangan. Sungguh tak terlupakan ^_^

Sekarang momen seperti itu jarang aku jumpai. Bahkan adik-adikku dirumah pun tidak pernah tahu permainan semacam itu. Hanya mendengar lewat ceritaku atau buku pelajaran yang mengulas tentang permainan tradional.


Ngomong-ngomong, apa kalian pernah membeli sesuatu dengan uang-uang legend ini? coba deh pilih uang mana yang pernah laku saat kamu dulu beli sesuatu.


atau dengan uang kertas ini,


Hmmmm,
atau merasa kaya karena punya uang sebanyak ini?


kalau aku masih ingat membeli makanan dengan menggunakan uang-uang legend tersebut. Salah satunya membeli makanan ini. Bawa uang lembar seratus merah 5  sudah dapat banyak, hehehe


Mungkin baru itu saja yang ingin ku ulas kali ini mengenai generasi 90-an. Aku tertarik untuk membuat ulasan ini karena begitu rindunya diriku pada masa itu. Aku rindu karena tak bisa mendapatkan bahkan melihat generasi saat ini melakukan hal yang sama. Ini adalah sebuah memori berharga yang tak akan pernah aku lupakan. Aku bahagia karena dilahirkan saat itu. Aku bahagia karena bisa merasakan suatu hal bernama  "sosialisasi" secara nyata.


Post by : Nurul Mutiara Risqi Amalia ( Manajemen A ; Rabu, 8 Juli 2015 ; Yogyakarta)


Minggu, 05 Juli 2015

Imajinasi gila masa kecilku


Pernah melihat film Charlie and the Chocolate Factory atau Cloudy A Chance of Meatball. Lalu, apa pendapat kalian ketika melihat film-film itu?? amazing bukan?

Setiap orang tentunya punya kesan dan juga persepsi tentang beberapa film yang ditonton. Kali ini Aku ingin memberikan ulasan mengenai beberapa film-film yang menurutku sangat keren dan penuh imajinasi. Sangat erat sekali dengan imajinasiku di masa kecil.

Yuuups, imajinasi ketika aku belum berpikir nalar dan kritis. Aku dulu adalah seorang anak polos yang punya imajinasi-imajinasi gila dan aneh. Aku pernah membayangkan masuk di dalam dunia yang penuh dengan permen dan juga coklat. Setiap coklat yang ada mengalir melalui sungai-sungai dan ketika aku haus, aku bisa mengambilnya dan juga berenang-renang di dalamnya. Bukan hanya itu, aku juga pernah mengimajinasikan hujan dimana yang jatuh bukanlah air tetapi ikan sehingga ketika ingin memasak, ibuku tidak usah jauh-jauh kepasar untuk membeli mereka. Tinggal mengambil saja. Aku ingin menangkap ikan-ikan itu menggunakan seser (jaring). Aku membayangkan ikan-ikan itu berada di mana-mana. Diatas genteng, didalam sumur, dan di depan rumah. Sungguh imajinasi yang aneh,hehe

kembali ke imajinasiku tentang coklat dan permen. Dulu adalah masa dimana membeli coklat itu rasanya tak mungkin, sebab harga coklat sangat mahal dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Nah karena alasan itulah aku sering punya imajinasi gila, berharap Tuhan menciptakan dunia coklat, sehingga orang-orang bisa mendapatkannya secara gratis. 

Bicara mengenai imajinasi tersebut, kedua film yang tadi kusebutkan diawal adalah film yang membuatku mengenang kembali ke masa ketika aku menjadi bocah kecil lugu yang penuh daya imajinasi. Film Cloudy dan Charlie seperti bentuk nyata atau visual dari imajinasiku dulu. Aku bisa melihat imajinasi itu di laptopku, melihat filmnya setiap kali aku merasa jenuh dan lelah.

Post By  : Nurul Mutiara R.A (Manajemen A ; 14.59 ; 5 Juli 2015)




Jumat, 03 Juli 2015

Divisi Teknologi Tepat Guna 2015

Tak terasa ini sudah tahun ke duaku berada di UKM rekayasa Teknologi UNY. Dulu aku harus melakukan serangkaian kegiatan di mulai dari PAB+AMT Outbond untuk bisa menjadi anggota, kepanitiaan Musyang 2013, pemilihan pengurus, dan raker didaerah Parangtritis. Sekarang aku sudah naik 1 tingkat. Yup jadi wakadiv di divisi TTG. Dulu untuk masuk menjadi anggota aku dkk harus melalui prosedur wawancara untuk mengetahui komitmenku. Tapi sekarang aku yang mendapat giliran mewawancarai calon pengurus baru. Berikut merupakan nama-nama stafku di divisi Teknologi Tepat Guna :
  1. Galih Adityawan
  2. Fachrudin
  3. Rizki Arumningtyas
  4. Athourrohman
  5. Wahyu Arif
  6. Alik Setiawan
  7. Satrio Sigit Purnomo
Sekarang di tahun 2015 ini kami sedang menjalani aktivitas untuk menyelesaikan proker dan juga menjalin kedekatan dengan tim TTG yakni tim kincir. Semoga kesolidan dan kebersamaan senantiasa terjalin :)



Post By : Nurul Mutiara R.A (Manajemen 2013 ; Jumat 09.50 )

Musyang UKM Rekayasa Teknologi 2013


Agenda Musyang saat itu di adakan pada tanggal 21 Desember 2013. Aku masih ingat jelas karena tanggal 20 sebelumnya adalah perjalananku bersama teman-teman divisi TTG ke Semarang. Di kepanitiaan Musyang, aku diamanahi menjadi sie konsumsi bersama 3 rekanku yang lain yakni Puteri Cahyaningrum, Ganis Asri Jelita dan Chamdan Nor. Itu kedua kalinya aku ikut kepanitiaan dan pertama kalinya aku menjadi koordinator sie. Belum banyak pengalaman yang aku dapatkan, hal tersebut dikarenakan aku belum pernah mengikuti organisasi sebelumnya.

Tujuan dari sie konsumsi adalah menyiapkan makanan untuk peserta, DPO dan juga panitia di kegiatan Musyang tersebut. Untuk tempat kegiatan berada di ruang Ki Hajar dewantara Fakultas Ilmu Sosial UNY.

Jujur aku kebingungan saat diharuskan mencari konsumsi yang standar sesuai dengan budget yang ada. Tapi alhamdulillah aku di bantu teman-temanku yang lain. Ada mbak Arinta yang mencarikan aku referensi tempat pembelian konsumsi. Mbak Rinta termasuk orang yang sangat membantu dalam kegiatan awalku di UNY ini. Teman-teman yang lainnya ada Ganis, Chamdan dan Puteri. Putri sangat membantu di bagian mencari kemasan konsumsi. Ganis dan Chamdan  ku rekomendasikan ke pasar jajan di daerah Wirabrajan. Chamdan rekanku yang sangat membantu dalam pengkoordinasian sie. Dia sangat cekatan untuk mempersiapkan segala hal sebelum hari H. Awalnya aku cukup khawatir karena 1 hari sebelum hari H aku harus mengikuti Kunjungan Industri ke Semarang, aku takut tak bisa menyelesaikan amanah yang ada. Namun pada akhirnya tugas untuk mengatur konsumsi yang ada aku berikan sementara ke Chamdan. Aku yakin dia bisa membantuku. Dan benar, pada tanggal 21 Desember 2013 acara berjalan cukup lancar. makanan datang setiap waktu untuk memanjakan pemirsa. Cieeelah. Yah tugas sie konsumsi sudah cukup bagus walaupun masih ada kekurangan.

Di hari itu aku juga bertugas menjadi MC bersama Bayuaji Alim P. itu pertama kalinya aku bicara di hadapan umum setelah vacum dari kegiatan SMA karena Ujian Nasional. Di musyang itu aku belajar banyak dan mengenal orang-orang baru yang menyenangkan. Aku masih begitu mengingat momen-momen menyenangkan yang lalu ketika kebersamaan terjalin dan terangkai melalui hal-hal yang menyenangkan. Terima kasih untuk Puteri, Ganis, Cham dan mbak Arinta serta kawan-kawan yang lain :)


Post By : Nurul Mutiara R.A ( Manajemen A 2013 ; 2 Juli 2015 ; 23.59 wib )

Kamis, 02 Juli 2015

PAB UKM Restek (Kelompok 4)

Mungkin sudah 2 tahun yang lalu aku mengikuti kegiatan PAB (Penerimaan Anggota Baru) UKM Rekayasa Teknologi UNY. Tapi tak apalah, aku disini ingin menceritakan kembali pengalaman menyenangkan itu, pengalaman bersama kelompok 4 makrab. Saat itu pertama kalinya aku mengikuti sebuah organisasi. Di SMA-pun tak pernah terpikir untuk mengikuti organisasi apapun. Kembali ke PAB. Hari itu di depan Hall Rektorat,  dedengkot  kakak2 pengurus Restek membagi kelompok untuk kegiatan makrab yang diadakan pada 11 Oktober 2013. Aku masih ingat ketuanya saat itu adalah mas Andoko yang biasa dipanggil mas O'ong. 

Untuk makrab aku kebagian kelompok 4 dengan anggota :
1. Rohmat Munasikhin (penulis skenario dan konseptor kelompok)
2. Nurul Mutiara R.A ( Aku)
3. Munah Olis
4. Hernanda Apriyanto
5. Ahmad Haris (Ketua)
6. Febrian Erwin (Betty)
7. Christanto utomo 
8. Adam

Dari delapan orang itu yang bisa mengikuti makrab pada hari H hanya 6 orang tapi 1 orang lupa siapa namanya :
1. Aku
2. Haris
3. Rohmat
4. Erwin
5. Chris
Sore tanggal 10 Oktober 2013 kami rombongan berangkat dari depan Student center menuju ke daerah Bantul, ke rumah salah satu pengurus Restek. Mbak Dian namanya. Kami sampai disana sekitar pukul 18,00 yang kemudian dilanjutkan dengan sholat dan istirahat. Disaat semuanya istirahat, aku dan teman2 malah membuat cocard yang belum jadi. kami saling bercanda dngan saling mengenal lebih dalam. yuppps, selain itu kami juga mau melanjutkan berlatih drama yang di buat oleh Rohmat. Benar-benar pintar si Rohmat ini, dia orang yang cekatan dan juga gokil. Keren abis pokoknya. Punya jiwa pemimpin pula,hehe

Tak kenalin juga deh karakter dari masing2 anggota yang lain. Haris, yeahh, dia adalah ketua di kelompok kami. Dia itu agak pendiam awalnya, tetapi setelah mengenalnya ternyata dia agak gokil juga. Haris punya jiwa kepemimpinan. Dia juga orangnya sigap dan suka membantu. Selanjutnya adalah si Gaje Christanto, dia itu tipikal orang yang sok tahu, sok cool, cerewet banget dan sedikit galak. Kalau ngelihat pertama kali terkesan berandalan, tapi sebenarnya orangnya asyik kok. Nah kalau si Betty alias si Febrian aku gak terlalu ngerti sifat nih anak. Kayaknya sih gokil tapi agak pendiam juga. I don't know.

Di kelompok 4 aku doang yang perempuan, ada 2 sebenarnya tapi gak ikut karena ada kegiatan Osilasi.

Pukul 21.00, setiap kelompok di suruh untuk berkumpul. Kami di haruskan mementaskan 1 kegiatan seni. ada yang main musik, musikalisasi puisi dan kelompok memilih bermain drama. Drama kami agak GEJE sebenarnya tapi lucu banget. Nih karena idenya si Rohmat yang buat jadi berkesan. Di depan kobaran api unggun,Cileeeeh. kami bermain drama dan seru-seruan bersama. 


Foto diatas adalah pembukaan saat pementasan drama dimulai, Romlah eh sorry, Rohmat yang membawa speker. Yang paling kiri aku.


Nih foto aku lagi dirayu sama si Gaje Jono,hehehe. Gak jelas banget sumpah. Gak tahan sebenarnya aku mbayagin itu sekarang. yah kalau bukan  ngikutin skenario ya aku gak mau.

Oke finish aku nyeritain pas acara pentas seni. Sekarang aku mau lanjut ke kegiatan paginya. Pukul 6.00 pagi. Kami setiap kelompok diharuskan untuk berkumpul dan melakukan senam bersama yang nanti bakalan dilanjutkan dengan outbond.


Pukul 7.00 kami mulai diberangkatkan panitia untuk melakukan jalan-jalan melalui rintangan pedas (Pos-pos Ronda Outbond).
Pos 1 tantangan masuk ke tali rafia tanpa boleh masuk melalui pintu yang sama (By anak Robotika)
Pos 2 tantangan ngisi air yang dibekali dengan bambu yang sudah di potong-potong ( By anak TTG)
Pos 3 tantangan nglewati batu (Panitia campuran divisi)
Pada akhirnya kami diplotkan sampai ke pantai.
berikut adalah foto bersama kawan-kawanku tercinta kelompok 4


yuppp seperti itulah hal2 yang harus kami lalui saat PAB Rekayasa Teknologi tahun 2013. benar-benar berkesan. Apalagi kami kelompok 4 mendapat predikat kelompok terkompak. hahaha. Bahagia rasanya bisa bersama kalian. Meskipun sudah lewat 2 tahun, tapi aku tetap mengingatnya. Aku benar-benar rindu kalian ^_^


Post by Nurul Mutiara R. A Manajemen A 2013 (2 juli 2015 23.00)