Minggu, 04 Januari 2015

CSR (Corporate Social Responsibility)

Apa sih yang di namakan CSR dalam sebuah perusahaan itu?
CSR merupakan bentuk tanggungjawab perusahan terhadap berbagai hal di luar tujuan utama perusahaan. bisa di tinjau dari tanggungjawab terhadap konsumen, masyarakat maupun lingkungan. CSR juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pembangunan yang ada di suatu negara.

8 Langkah Merumuskan Strategi Corporate Social Responsibility

Memastikan komitmen dimulai dari jenjang teratas yaitu Dewan Komisaris dan Direksi serta memastikan bahwa penerapan tata kelola perusahaan telah terlaksana dengan baik didalam operasi bisnis inti.
Implementasi Corporate Social Responsibility perusahaan harus sesuai dengan visi dan misi perusahaan serta mendapatkan dukungan dari Dewan Komisaris dan Direksi. Dengan dukungan yang kuat dari manajemen, implementasi CSR menjadi lebih baik, lebih terarah. Hal ini penting guna mendapatkan kejelasan arah dan fokus pada sektor apa CSR apa yang akan diimplementasikan oleh perusahaan.
Memprakarsai diskusi kelompok antar para pemangku kepentingan.
Perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis dan operasionalnya sering kali bersinggungan dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) yang tentu saja memiliki kepentingan yang juga berbeda-beda. Semua kelompok dan pribadi-pribadi yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan dapat memberikan masukan kepada perusahaan dalam merumuskan program Corporate Social Responsibility.
Stategi dasar CSR harus ditetapkan di tingkat eksekutif dan anak perusahaan dapat mengangkat strategi tersebut sesuai dengan lingkungan setempat.
Agar implementasi Corporate social Responsibility dapat berjalan selaras antara holding dan anak perusahaan (bagi grup korporasi), perlu dirumuskan strategi CSR yang holistik. Karenanya strategi Corporate Social Responsibility harus dirumuskan pada jajaran eksekutif. Cara termudah lainnya, setiap anak perusahaan dapat mengadopsi strategi CSR dari perusahaan induk. Tidak hanya serta-merta langsung mengadopsi, tetapi juga harus menyesuaikan dengan sektor industri yang digeluti oleh anak perusahaan itu dan menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
Melibatkan dan memberdayakan masyarakat dalam program pengembangan pasar dan pembentukan citra masyarakat dan dalam pengembangan rantai nilai.
Program Corporate Social Responsibility juga perlu mencermati kondisi riil yang terjadi di dalam masyarakat. Pelibatan dan memberdayakan masyarakat juga dapat didorong untuk merumuskan strategi CSR seperti dalam bentuk Community Development Program. Hal ini dapat mendorong pengembangan pasar, dan meningkatkan citra positif perusahaan dimasyarakat dan juga dapat mengembangakan added value chain dari sebuah perusahaan.
Untuk program CSR seperti program lingkungan atau yang memberikan manfaat tidak langsung dianjurkan agar perusahaan membentuk unit CSR yang terpisah dari bagian operasi di perusahaan
Membentuk unit CSR yang terpisah merupakan pilihan dari perusahaan masing-masing sesuai dengan besaran arah dan fokus CSR, luasnya skala, wilayah dan pendanaan dari program CSR yang direncanakan. Hal ini tergantung dari kebijakan masing-masing.
Menetapkan program pembangunan masyarakat dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang mendukung pendidikan dasar dan kejuruan, keamanan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, kesehatan dan keamanan masyarakat
Secara berkesinambungan mengawasi dan menilai pelaksanaan program, belajar dari kesalahan maupun dari kesuksesan agar dapat terus maju, menerbitkan laporan keberlanjutan dengan standar Global Reporting Initiatives.
Secara berkala program Corporate Social Responsibility harus dievaluasi secara berkala untuk memastikan kesesuaian eksekusi program dengan apa yang telah direncanakan.
Program CSR dapat juga dirumuskan dengan menggunakan rujukan dari Global Reporting Initiatives agar proses perencanaan program CSR, implementasi dan eksekusi dan evaluasi serta pelaporan kegiatan CSR dapat berjalan dengan selaras.
Pelaporan kegiatan CSR yang efektif harus dipaparkan dengan jelas di media untuk mendorong lembaga dan perusahaan lain ikut serta melakukannya.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi terhadap program CSR, perusahaan selain menerbitkan Laporan Keberlanjutan, juga dapat mempublikasikannya secara jelas di berbagai media.
Sumber : https://fakhrurrojihasan.wordpress.com/2014/07/23/8-langkah-merumuskan-strategi-corporate-social-responsibility/

Sabtu, 03 Januari 2015

Membangun Profesional Branding Diri Anda

Anda pasti sering mendengar istilah personal branding, yang secara umum dapat diartikan bagaimana persepsi orang lain terhadap pribadi anda. Personal branding mengenai diri anda bisa jadi didapatkan dari bagaimana anda bersikap, kata-kata yang anda ucapkan dan juga dari kegiatan-kegiatan yang anda lakukan. Personal branding dapat juga mencakup profesi anda, dunia pekerjaan anda.  Untuk hal ini, saya lebih cenderung memilih menggunakan istilah Profesional Branding. Apakah itu professional branding dan bagaimana cara membangunnya?
Banyak sekali yang membedakan antara professional branding dengan personal branding. Saya tidak setuju kalau professional branding itu dibeda-bedakan dengan personal branding. Bahkan professional branding menurut saya adalah bagian dari personal branding. Kalaupun harus dibeda-bedakan, personal branding lebih menekankan kepada karakter, professional branding lebih menekankan kepada kompetensi anda.
Mana yang harus anda utamakan, personal branding atau professional branding?
Keduanya penting, dan keduanya harus dilakukan secara bersamaan. Jangan jadi orang yang hebat secara kemampuan tapi menjadi orang yang brengsek pada saat yang bersamaan. Karakter dan kompetensi harus berjalan secara bersamaan. Sering waktu, semakin baik dan banyak pengalaman anda, kemampuan anda akan bertambah dan karakter anda akan semakin matang dan dewasa. Jika anda semakin pintar dan semakin baik dalam suatu bidang, namun karakter anda menjadi tidak menyenangkan, maka anda adalah orang yang merugi.
Bagaimana cara membangun professional branding?
Melakukan professional branding merupakan sebuah upaya yang harus dilakukan secara konsisten dan matang, dan harus dilakukan secara jujur. Jika anda tidak melakukannya secara jujur, anda mungkin bisa jadi berhasil dalam membangun professional brand anda, tetapi anda membahayakan tidak hanya professional brand anda tetapi juga personal brand anda.
Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk membangun professional brand anda. Untuk membangun professional brand, anda tentunya perlu membangun kompetensi dan juga secara aktif melakukan komunikasi yang terbuka kepada khalayak sasaran atau pihak-pihak yang terkait pada profesi anda atau pekerjaan anda.
Membangun komunikasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan sosial media. Semakin banyak sosial media, tentunya semakin bagus. Tentunya kita perlu memperhatikan kesesuaian sosial media dalam melakukan posting yang sesuai dengan profesi anda. LinkedIn adalah media komunikasi yang paling tepat dan sesuai untuk meningkatkan professional branding, meskipun meningkatkan professional branding melalui facebook dan juga twitter sangat-sangat tidak dilarang. Banyak sekali CEO dunia yang aktif di twitter.
Anda juga dapat melakukan professional branding melalui blog anda, tentunya dengan menulis topik-topik yang terkait mengenai profesi dan dunia pekerjaan anda. Hal ini tentu semakin meningkatkan kredibilitas anda dan secara bersamaan dapat meningkatkan kredibilitas blog anda.
Selain melakukan komunikasi secara digital di social media, anda juga wajib melakukan pertemuan tatap muka dan benar-benar membuktikan setiap apa yang anda katakan melalui sosial media anda. Untuk hal ini, anda juga dapat menjadi pembicara disebuah seminar, atau bahkan membuat seminar sendiri, tentunya jika professional brand anda sudah semakin mapan. Anda juga dapat menulis buku tentang bidang yang anda geluti.
Apakah Profesional Branding Termasuk Pencitraan?
Sekarang memang jamannya pencitraan, namun jangan sampai terjebak pada dogma atau pemikiran bahwa yang namanya pencitraan itu selalu negatif. Jika apa yang anda lakukan dalam memenuhi tanggung jawab profesi anda berbeda dengan apa yang anda katakan, maka jelas anda melakukan pencitraan yang tidak baik, atau melakukan kebohongan. 

Sumber : https://fakhrurrojihasan.wordpress.com/category/sumber-daya-manusia